sederhana saja buat saya mengenai surat S-628 itu. seperti halnya dalam dunia 
sepak bola, transfer pemain antar klub kan harus lewat manajer dan klub pemilik 
pemain tersebut. kalo gk kan itu dinamakan illegal transfers dan pemain serta 
klub yang berminat bisa dikenakan sanksi. selama ini kan, "illegal transfers" 
itu sering terjadi, dan Ditjen PBN seringkali menjadi klub yang "dirugikan"  
dalam proses tersebut, banyak pemainnya yang "dibajak" oleh klub lain. 

nah, surat Pak Ses, selaku manajer tim, itu kan mencoba "meluruskan" proses 
rekrutmen itu, biar formasi pemainnya sesuai dengan strategi permainan Ditjen 
PBN ke depan. misalnya, si A ini akan diposisikan sebagai striker, si B jadi 
playmaker dst. Namun, di tengah jalan si A dan si B direkrut oleh klub lain, 
apa gk salah kemudian Pak Ses sedikit "uring-uringan" walaupun, transfer 
diam-diam ini tidak mempengaruhi permainan Ditjen PBN di lapangan karena stok 
pemain dengan level (paling tidak) setara dengan si A dan si B cukup banyak.

saya sih gak mau berpretensi apa-apa soal itu, cuma melihat surat itu sebagai 
upaya "meluruskan" proses rekrutment yang mungkin sedikit "mengganggu".

menanggapi Mas Bedus, memang benar menurut saya kalimat pembuka surat itu 
merupakan bentuk pengakuan, saya setuju. tapi saya kurang sependapat kalo serta 
merta pengakuan itu menunjukkan bahwa birokrasi kita (baca: Ditjen PBN) tidak 
beretika dan tidak tertib. kalimat "Dalam rangka menjunjung etika birokrasi dan 
tertib administrasi" berarti etika birokrasi itu sendiri sudah ada, makanya 
kita perlu junjung, di kedepankan. karena apa, karena etika birokrasi itu suatu 
kondisi yang ideal, sempurna, dan kita sebagai bagian dari birokrasi harus 
bergerak ke arah pencapaian posisi yang ideal itu. derivatif-nya ya bisa macam2 
termasuk perilaku, sikap dan kinerja kita sebagai seorang birokrat. banyak hal2 
yang harus dilakukan untuk mencapai nilai tertinggi dari suatu etika birokrasi 
dan tertib admin, dan salah satunya ya lewat surat S-628 itu. jadi, kalo serta 
merta dikatakan tidak beretika dan tidak tertib administrasi, itu suatu sikap 
yang fatalis. 

terima kasih sebelumnya.
salam,
dn-

Pesan Asli: 



    
            Mas Ncimothi, pertanyaan Anda cukup bagus. 

Coba baca point pertama surat tersebut :

"Dalam rangka menjunjung etika birokrasi dan tertib administrasi. .........

Pernyataan diatas adalah sebuah bentuk pengakuan atas kelemahan sistem di 
Kepegawaian DJPB. Sebuah kejujuran yang diungkap secara tidak langsung...Kita 
berikan aplaus untuk Kepegawaian. DJPB,  berarti selama ini Birokrasi kita, 
maaf .".tidak ber-etika". Administrasi Kepegawaian kita, sekali lagi 
maaf....."tidak tertib". 













      
____________________________________________________________________________________
Be a better pen pal. 
Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.  
http://overview.mail.yahoo.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke