Wah menarik banget nih kalo nogomongin masalah mutasi.. Karena ini
menyangkut tidak saja pada masalah Promosi Jabatan tetapi juga
melibatkan unsur kejiwaan pada pegawai itu sendiri. Agak susah menilai
ato menghitung kapan kita (terutama pegawai DJPBN cq.Lulusan
Prodip)akan mengalami suatu titik kesamaan pada tingkat kepuasan hidup
sebagai seorang pegawai, yang mencari nafkah buat menghidupi anak dan
isteri (susah lagi kalo punya isteri lebih dari 2 ...hehehe).
Unsur kepuasan pada mutasi itu sendiri sangat relatif.. Tidak harus
seorang pegawai itu mengalami titik kepuasan walaupun dia sudah berada
di kampung halamannya sendiri ato yang mendekati.. (tapi hal ini
mungkin sangat dalam persentase yang sangat kecil kita jumpai).
Mungkin karena pegawai itu sudah punya keluarga ato lahan bisnis di
perantauan.
Kalo saya boleh milih (siapa yang nanya ya..???!!!) kena mutasi dekat
kampung halaman dan kalo boleh minta jangan di mutasi lagi. Biar jadi
pelaksana seumur hidup. Yang penting kehidupan keluarga lebih mapan
dan tertata... (akhh cape deh..)
http://endosiswa.blogspot.com




--- In [email protected], Pakerti Hutomo Kinaryo
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Assalamualaikum ww,
>
> Bicara topik mutasi dalam suatu organisasi merupakan
> hal yg menarik. Tetapi mutasi bukan hal yang berdiri
> sendiri. Harus di lihat secara komprehensip, dg sisi
> yang luas. Dimulai bagaimana suatu organisasi merek

Kirim email ke