Sepertinya akar permasalahan bangsa ini sedikit demi sedikit mulai terurai walaupun baru melalui forum ini semoga menjadi narasi-narasi kecil yang berkembang menjadi narasi besar dari bangsa yang besar Seandainya keadilan dan kesejahteraan semakin merata masih adakah tradisi mudik sebagai jalan kembali pulang kepangkuan spiritualitas dari ibu kultural dan ideologis sebagai bentuk pencarian kenyamanan ontologis. Dimana tidak ada lagi kota-kota besar yang sarat beban berat, sehingga pulang kampung menjadi tidak relevan bukan hanya tidak lagi ditemui kendala geografis tetapi perjalan melintas waktu bukan lagi menjadi milik sebagian kecil warga di republik ini.
Mungkin benar kata Socrates sebenarnya kita selama ini hanya mengunakan energi minimal yaitu seperti orang yang nampaknya sedang sibuk bekerja padahal sebenarnya hal itu layaknya seekor ikan yang sedang berenang di dalam air. Orang yang pengetahuannya tidak pernah melampaui energi minimalnya itu, atau menggunakan energi minimalnya untuk keluar ke situasi yang lebih baik yang terjadi adalah hanya kepandaian menjadi produsen peraturan dan merangkai kata-kata menjadi kalimat kemudian pasal-pasal tanpa memberikan ruang yang cukup untuk sekedar menghirup segarnya udara diluar dari pengapnya pengarsipan. --- In [email protected], Pakerti Hutomo Kinaryo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Berdasarkan pengamatan saya, di Depkeu untuk > pengangkatan pegawai, baik yg langsung jadi pegawai > atau masuk pendidikan kedinasan, dilakukan dengan > sistem tes dg titik berat pendekatan akademis dan dg > standar nasional. Akibatnya yg lulus, mayoritas dari > P. Jawa, sekali lagi dari P Jawa (di tambah sedikit > orang luar jawa yg juga sekolah di jawa).Krn > kenyataannya tingkat pendidikan di Jawa lebih baik dr > luar Jawa. Penerimaan pegawai (paling tidak dalam > sampai saat ini, sama sekali tidak ada upaya untuk > mengakomodasi "potensi" lokal), dg sistem demikian > ketika di hadapkan dengan kenyataan kantor-kantor > Dep.Keu yg terserak di seantero nusantara, akhirnya > menimbulkan permasalahan dalam penempatan/mutasi > pegawainya. >
