Apa kata yang COCOK untuk beliau2 yang tidak  mau  ambil bagian dari Reformasi 
Birokrasi ini? Apa kata yang pantas buat beliau2 yang terbukti nyata melakukan 
pungli? 
"Apa sekedar baca buku kode etik, KUHP selesai masalah....." (Rumus dari mana 
ya.....)--- persoalan memang bukan pada masalah hukum menghukum, tapi bagaimana 
konsep yang tepat untuk meminimalisir terjadinya penyimpangan.....
Semua Saudara kita ( itu beta sependapat ), namun apakah dengan dasar itu kita 
menjadi toleran terhadap kealpaan Saudara kita. Seram memang ketika kita 
membaca ungkapan "Pecat saja", "perampok", namun itu semua ditujukan untuk 
mempertegas bahwa perbuatan itu (PUNGLI) sungguh sangat merendahkan 
institusi/lembaga (DJPBN), ibarat Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga.

Saya tertarik dengan konsep "Pendekatan Kemanusiaan" untuk bersama-sama 
membangun DJPBN, kira2 konsepnya seperti apa ya? mungkin kita bisa berbagi di 
forum ini, sebagai bahan masukan bagi pimpinan kita untuk mencari solusi atas 
permasalahan2 seperti PUNGLI ini
Mohon maaf atas pilihan kata yang kurang tepat, semoga DJPBN ke depan menjadi 
lebih baik lagi.
(Ayo Bpk Stefanus Dewanto ditunggu konsep pendekatan kemanusiaan. Berpikirnya 
jgn lama2 ya, keburu lebaran......)


________________________________
From: stefanus dewanto <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Monday, September 14, 2009 9:47:51 PM
Subject: Re: [Forum Prima] Re: SMS Keprihatinan

  
Kalau ada yang salah, janganlah kita lantang menyuarakan HUKUMAN..

Siapa sih yang gak bisa menghukum? Tinggal baca buku kode etik, KUHP. Selesai..
Kejahatan tidak semata muncul dari niat pelakunya, tapi dari kesempatan dan 
dorongan yang ada..
Maaf Bapak dan Ibu, saya juga mencintai DJPBN.
Dari kecintaan saya itulah maka saya ingin agar reformasi birokrasi berjalan 
dengan mulus.. Dan meningkatkan kepercayaan diri ketika kita mengatakan," Kami 
aparat DJPBN siap melayani anda dengan maksimal dan tanpa biaya." Karena memang 
biaya ekstra sudah tidak akan terjadi lagi, baik level KPPN maupun level KANWIL.

Mari kita bersama sama membangun DJPBN, dengan pendekatan kemanusiaan. Bukan 
sekedar pendekatan hukum menghukumi. Aturan harus ditegakkan, memang. Hukum 
harus dijatuhkan, harus.
Tetapi sangat "seram" ketika harus dikatakan "Pecat aja." "Perampok" dll..

Saudara saya sedang kesandung. Banyak saudara saya yang kesandung.
Ada yang kesandung pungli, ada yang kesandung SPPD fiktif, ada yang kesandung 
absen trus ngacir pulang, ada yang kesandung... Banyak saudara saya yang 
kesandung...

Hmm.. jadi berpikir, yang salah bergaul tuh kakak dan adik2 saya, apa orang tua 
saya yang salah asuh ya..
Biarkan saya berpikir.... .........





   


      

Kirim email ke