Pecat saja. perampok.... ih seram dan tidak berperikemanusiaan!!
Tapi seandainya (catat: SEANDAINYA) buku saku/kode etik bilang pecat saja. ya 
memang seharusnya dipecat. Pada awal2 reform birokrasi disaat gencar dilakukan 
sosialisasi telinga saya juga pernah mendengar nada ancaman pemecatan. jadi ya 
pecat sajaseandainya (catat: SEANDAINYA) memang aturannya demikian.

Buang jauh jauh pemikiran: karena kebutuhan selangit, penghasilan kurang, 
kepepet, pengen mudik, biaya lebaran...dll tidak ada pembenaran untuk tindakan 
ini.

Adalah manusiawi, manusia berbuat kesalahan....tapi manusiawi juga jika dia 
harus mempertanggungjawabkan akibat pilihan bodohnya (menerima suap).


haruskah kita menyuarakan: mundur mundur mundur.....mari kita mundur ke jaman 
korupsi.

Saya hanya paham satu hal: keris yang bagus ditempa dengan laku yg begitu berat.

Salam hangat dari Kendari
HaBeWe 


 
--- In [email protected], John Ito <abij...@...> wrote:
>
 "Pecat saja", "perampok", namun itu semua ditujukan untuk mempertegas bahwa 
perbuatan itu (PUNGLI) sungguh sangat merendahkan institusi/lembaga (DJPBN), 
> 
> ________________________________
> From: stefanus dewanto <stefanus.dewa...@...>
> To: [email protected]
> Sent: Monday, September 14, 2009 9:47:51 PM
> Subject: Re: [Forum Prima] Re: SMS Keprihatinan
> 


Kirim email ke