Daripada kita bertengkar dan sulit membuktikan mana yang benar sesungguhnya, 
siapa yang tertipu sesungguhnya, ... pertama kita tunggu saja, setidaknya janji 
atau target PKT menyelesaikan KEMISKINAN Rakyat Tiongkok di tahun 2020 bisa 
berhasil atau tidak. Kita lihat sampai dimana kesungguhan PKT dalam mengabdi 
pada 1,4 milyar Rakyat nya, ... Kedua, seandainya saja anda masih merasa diri 
pejuang anti Imperialisme didunia ini, coba tunjuk negara mana didunia yang 
bisa dan BERKEMAMAMPUAN berhadapan melawan AS kecuali RRT. Kalau saja PKT 
selalu kalian maki, hujat habis-2an sebagai REMO, lalu negara mana lagi yang 
bisa kalian ajak BERSATU untuk menghadapi dedengkot Imperialisme AS itu???

   

From: Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 
Sent: Saturday, September 2, 2017 6:00 PM
To: [email protected] ; [email protected] ; Jonathan Goeij 
Cc: DISKUSI FORUM HLD 
Subject: Re: [temu_eropa] Re: [GELORA45] Kuasai 51% Saham Freeport, Indonesia 
Tak Memiliki Untung

  

O apa anda tidak tahu dan tidak sadar bahwa Deng xiao ping bisa menipu?? Anda 
tidak tahu bahwa kaum revisionis adalah musuh berselimut di dalam partai, 
makanya dinamakan juga kuda Troya!!! Anda tidak tahu mengapa Deng dimaafkan 
setelah dipecat beberapa kali oleh Partai selama RBKP berkobar? Karena Mao 
percaya pada otokritiknya!! Itulah KESALAHAN PALING BESAR dari Mao!! Percaya 
kepada OTOKRITIK seorang revisionis!!! 


Tahukah anda bahwa Khrushchov, ketika Stalin masih hidup, adalah pemimpin 
komunis yang paling memuja Stalin, yang menggunakan kata-kata pujaan luar biasa 
yang membuat Stalin mau muntah!!Anda menamakan saya katak dalam tempurung, anda 
tidak merasa dan tidak mengakui bagaimana sempitnya pengetahuan sejarah anda, 
karena anda malas belajar!!


Ingat kata-kata Deng  : dia bermimpi di Tiongkok ada klas borjuis. Tidak bisa! 
Pada tahun 1949 kita sudah membasmi klas borjuis dan melakukan pembangunan 
Sosialisme, bagai-mana bisa ada klas borjuis? Mengatakan bahwa perjuangan klas 
masih belum selesai? Itulah fikiran Revolusi Kebudayaan. (Pidato Deng Xiao-ping 
di depan sidang CCPKT  tahun 80-an).


Anda pernah dulu belajar (pasti tahu, kan anda dulu dalam grup M-L!!) bahwa 
salah satu kesalahan serius kaum remo Soviet adalah menganggap tidak ada lagi 
perjuangan klas dalam sosialisme. Nah, gimana kok Deng sendiri menuduh pikiran 
yang menganggap perjuangan kelas belum selesai sebagai pikiran Revolusi 
kebudayaan?? Jadi bukan pikirannya sendiri, artinya dia tidak setuju dengan 
Mao, artinya dia setuju dengan Khrushchov!!!! Nah, lihat sendiri oportunisnya 
Deng! Kalau dulu pernah tulis 9 atau bahkan 100 komentar yang menentang Remo 
Soviet, apa yang menghalanginya untuk membelakangi apa yang ditulisnya dulu??? 
Wong dia juga mampu menulis OTOKRITIK palsu!!!!


Sampai disini komentar saya. Saya korbankan waktu hanya untuk melayani debat 
kusir orang remo semacam anda!!! Cukup sudah!!!



On Saturday, September 2, 2017 11:33 AM, "'Chan CT' [email protected] 
[temu_eropa]" <[email protected]> wrote:




  
Hahahaa, ... ini nenek dalam tempurung sudah TIDAK BERHASIL melihat kejayaan 
RRT yang dijadikan ancaman negara2 Imperialisme! Hanya bisa berteriak-teriak 
remo, remo karena mengoreksi kesalahan yang terjadi di PKUS, Stalin dan diikuti 
Mao! Deng itu ketua Grup keluarkan 9 Komentar meengkritik PKUS Kruschove dengan 
telak! Apa yang dia kritik dimana remo nya PKUS telah TERBUKTI( dengan ROBOHnya 
PKUS dengan sendirinya di tahun 1991! Bagaimana Deng bisa terjerumus pula 
dengan KESALAHAN2 REMO PKUS yang dia kritik tegas itu??? Kalau benar Deng 
dengan PKT nya sekarang menempuh jalan remo, jalan kapitalis yg kalian kutuk 
itu, kita tunggu saja kerobohan RRT yang juga PASTI akan terjadi!


From: Tatiana Lukman 
Sent: Saturday, September 2, 2017 4:48 PM
To: [email protected] ; Jonathan Goeij ; Chan CT 
Cc: Yahoogroups ; DISKUSI FORUM HLD 
Subject: Re: [GELORA45] Kuasai 51% Saham Freeport, Indonesia Tak Memiliki Untung

Begitulah bicaranya orang  remo yang "buta huruf" sejarah dan malas belajar!! 
Persis seperti tuan-tuan imperialisnya, kaum revisionis selalu menyalahkan , 
mensatanisasi Stalin untuk menyembunyikan dosa-dosa besar pengkhianatannya 
terhadap sosialisme. Itulah persis yang dilakukan Khrushchov dengan pidato 
rahasianya tahun 1956: menghujat Stalin, memutar balik fakta-fakta sejarah, 
menipu, dan sebagainya. Sudah dibuktikan dalam sejarah dengan gamblang, apa 
hasil revisionisme Khrustjov di Soviet Uni dan juga hasil revisionisme Deng 
xiao ping di Tiongkok. Kedua-duanya sudah merubah Soviet dan Tiongkok menjadi 
kekuatan imperialis yang sekarang terus berkontradiksi dengan kekuatan 
imperialis AS yang sedang sekarat untuk memperebutkan daerah pengaruhnya, 
daerah untuk melemparkan barang produksinya dan untuk menanamkan modalnya 
!!!Apakah Sosialisme mengijinkan negerinya punya basis militer di luar 
negerinya sendiri???Buat apa sekarang Tkk punya basis militer di luar negerinya 
sendiri???



On Saturday, September 2, 2017 10:31 AM, "'Chan CT' [email protected] 
[GELORA45]" <[email protected]> wrote:




  
Lalu, ... dimana SALAH Deng yang BERHASIL membangun ekonomi Tiongkok maju 
begitu dahsyatnya yang membuat negara2 Imperialisme merasa terancam dengan 
perkembangan maju Tiongkok itu dan dalam 5 tahun terakhir ini, setiap tahun 
BERHASIL mengentaskan lebih 10 juta rakyatnya dari garis kemiskinan!!!

Sebaliknya jalan Lenin yang kalian puja-puji itu sudah ROBOH karena kesalahan 
Stalin yg hendak kalian pegang TEGUH sebagai satu-satunya kebenaran! 



From: Tatiana Lukman 
Sent: Saturday, September 2, 2017 4:12 PM
To: [email protected] ; Jonathan Goeij ; Chan CT 
Cc: Yahoogroups ; DISKUSI FORUM HLD 
Subject: Re: [GELORA45] Kuasai 51% Saham Freeport, Indonesia Tak Memiliki Untung

Dasar remo! Yang membedakan Indonesia dan Tkk ketika membuka pintu 
besar-besaran kepada modal asing adalah Indonesia masih tetap negeri setengah 
jajahan dan setengah feodal! Indonesia masih terus dikuasai oleh kaum feodal, 
kabir, komprador yang merupakan kepanjangant angan dari kaum imperialis. 
Sedangkan tiongkok sudah memenangkan perang pembebasan melawan semua kaum 
imperialis, menyelesaikan dengan sukses Revolusi Demokrasi Baru yang 
menghancurkan hubungan produksi feodal dan sudah membangun Sosialisme yang 
telah meletakan dasar kuat bagi industrialisasi modern!!!! Tiongkok sudah siap 
untuk tinggal landas!! Tapi karena kaum remo Deng yang berkuasa, tinggal 
landasnya diarahkan ke kapitalisme!!! Itulah HAKEKAT perbedaan keadaan objektif 
ekonomi dan sosial antara Tkk dan Indonesia!!!



On Saturday, September 2, 2017 2:14 AM, "'Chan CT' [email protected] 
[GELORA45]" <[email protected]> wrote:




  
Dilihat sepintas apa yang bung ajukan point ketiga itu ada betulnya! Tapi, 
apakah masalah Freeport, tambang emas terbesar di Nusantara ini begitu 
sederhana? Kalau begitu sederhana kenapa pula kedua-b elah pihak, RI dan 
Freeport saling ngotot bertahan pada pendapat masing-masing, dan diahri 
terakhir pihak Freeport baru ngalah dan bersedia devestasi untuk bisa 
memperpanjang KK sampai 2041? Apa dan dimana masalahnya? PASTI KEUNTUNGAN yang 
masih bisa didapat lebih BESAR! Bagi siapa? RI atau Freeport yang lebih 
diuntungkan, ...?

Saya melihat KESALAHAN pihak RI, dari penandatanganan menyerahkan Freeport 
membuka tambang emas ini di tahun 1967! Dimana Suharto sepenuhnya menyerahkan 
pada Freeport tanpa ada usaha memperjuangkan keuntungan/kepentingan bangsa dan 
rakyat Indonesia sebagai PEMILIK HARTA BUMI kekayaan Nusantara ini! Disini 
perbedaan PRINSIP antara Suharto dan Deng saat jalankan politik buka-pintu, 
mengundang masuk MODAL-ASING! Deng b erusaha dengan masuk modal-asing, rakyat 
TIongkok bisa diuntungkan, belajar dan akhirnya menguasai usaha yang dijalankan 
itu! Tidak lebih dari 20 tahun, rakyat Tiongkok bisa menguasai dan bikin 
sendiri segala produksi yang dikerjakan modal-asing itu! Bahkan dengan prinsip 
BERDIKARI, KREATIF, rakyat Tiongkok berhasil mengembangkan prinsip-prinsip 
teknologi yang berhasil dikuasai itu! Sedang Suharto, TIDAK! Yang 
diperhitungkan berapa besar KOMISI yang bisa masuk kantong sendiri, bagaimana 
kesejahteraan rakyat tidak peduli, ... begitulah akhirnya rakyat banyak tetap 
menderita kemiskinan, ekonomi nasional belum berhasil keluar dari lembah 
keterpurukkan sampai sekarang. 

Yang menjadi problem Freeport kalau dihentikan KK di tahun 2021, sudah bisa dan 
mampukah RI meneruskannya sendiri? Pertanyaan yang harus diperhitungkan serius 
oleh pemerintah untuk menjamin kelanjutan kerja buruh Freeport yang jumlahnya 
belasan atau puluhan ribu itu! Kalau masih belum mampu, tentu ada 2 cara, 
melanjutkan KK Freeport atau menemukan modal-asing lain. Nampaknya RI memilih 
Freeport bisa meneruskan dgn bisa memberikan keuntungan LEBIH BESAR pada RI! 
Saya tidak tahu bagaimana perhitungan rinci RI mengambil cara minta 51% saham 
dan menaikkan pajak penghasilan/keuntungan Freeport sebagai jalan yang dianggap 
paling baik, dengan membiarkan Freeport menerusakan usaha sampai 2041. Dan 
jelas, areal operasi tambang diperluas entah sampai kemana-mana! Dan sangat 
saya sesalkan, ... dalam perjanjian perpanjangan KK itu, kemungkinan juga tidak 
menegaskan KEHARUSAN pihak Freeport mengoper teknologi penampangan pada pihak 
pekerja Indonesia! Agar pihak Indonesia bisa menjalani sendiri usaha tambang 
emas itu sebelum emasnya habis diangkut ke AS!

Salam,
ChanCT


From: Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45] 
Sent: Saturday, September 2, 2017 2:59 AM
To: Yahoogroups 
Subject: [GELORA45] Kuasai 51% Saham Freeport, Indonesia Tak Memiliki Untung

  
Kelihatannya banyak yang bermata jernih bisa melihat hal simple seperti ini.

---
Ketiga, Redhi menilai pembelian saham divestasi di masa akan berakhirnya 
Kontrak Karya (KK) merupakan kebijakan yang sesungguhnya merugikan bagi 
Indonesia, karena tanpa membeli saham divestasi pun maka pada tahun 2021 atau 
setelah KK berakhir maka wilayah eks PT Freeport menjadi milik Pemerintah 
Indonesia.

...
30 August 2017 09:10 WITA
Kuasai 51% Saham Freeport, Indonesia Tak Memiliki Untung

Editor: Adil Patawai AnarRAKYATKU.COM - Pengamat Energi dan Sumberdaya Alam 
Universitas Tarumanegara, Ahmad Redhi menilai disetujuinya poin kesepakatan 
melalui perundingan antara PTFI dan Pemerintah, sesungguhnya tidak memberikan 
keuntungan bagi Pemerintah Indonesia. Hal ini karena, poin-poin kesepakatan 
perundingan mengandung masalah.

Ia menilai, Pemberian IUPK kepada PT Freeport tidak sesuai dengan UU Minerba. 
Menurut UU Minerba IUPK dapat diberikan melalui penetapan WPN yang harus 
disetujui DPR. IUPK pun diprioritaskan diberikan kepada BUMN.

Kedua, Pembangunan smelter merupakan kewajiban lama PT Freeport yang di waktu 
yang lalu pun diperjanjikan oleh PT Freeport untuk dibangun. Namun hingga saat 
ini belum ada progres terkait hal tersebut.

"Toh hingga detik ini pun tidak terbangun. Harusnya pemerintah punya langkah 
strategis untuk bisa menekan Freeport untuk bisa konsekuen dengan janji ini," 
ujar Redhi, dilansir republika.co.id, Rabu (29/8/2017).

Ketiga, Redhi menilai pembelian saham divestasi di masa akan berakhirnya 
Kontrak Karya (KK) merupakan kebijakan yang sesungguhnya merugikan bagi 
Indonesia, karena tanpa membeli saham divestasi pun maka pada tahun 2021 atau 
setelah KK berakhir maka wilayah eks PT Freeport menjadi milik Pemerintah 
Indonesia.

Terkait divestasi saham oleh PT Freeport, sesungguhnya dalam KK perpanjangan 
1991 sudah ada kewajiban divestasi saham PT Freeport yang harusnya pada tahun 
2011 sudah 51 persen dimiliki pemerintah, namun faktanya hingga detik ini 
kewajiban divestasi 51 persen ini tidak juga direalisasikan PT Freeport.

Ia menilai, hasil perundingan ini malah bentuk mengukuhkan kembali PT Freeport 
untuk mengeksploitasi SDA Indonesia yang kemanfaatannya bagi bangsa Indonesia 
sangat rendah. 
"Pemerintah sekarang pun menjadi pewaris potensi masalah PT Freeport 
sebagaimana tahun 1967 dan 1991 ketika Orde baru mewariskan masalah PT Freeport 
kepada generasi saat ini," ujar Redhi.









Kirim email ke