Mungkin yang berpendapat bahwa 51% saham Freeport yang diambil alih atau
dibeli tidak akan  membawa keuntungan karena  dianggap  setelah kurang
lebih 50 tahun dikeruk, tidak banyak lagi   cadangan tembaga, emas dan
peraknya. Disamping itu harga emas dikatakan tidak lagi stinggi  seperti
setaun atau dua tahun lalu. Barangkali juga ada faktor yang dilihat ialah
hutang luarnegeri yang cukup besar dan dimana selama ini APBN selalu
defisit. Jadi bagi negara dianggap  hal yang problematik. Kalau seandainya
pembelian 51%saham dimaksudkan untuk kemudian dimiliki pihak  partikulir ,
jadi bukan untuk negara, masalahnya akan berbeda.

Kirim email ke