-----Original Message-----
From: Awang Harun Satyana 
Sent: Tuesday, June 13, 2006 3:03 PM
To: '[EMAIL PROTECTED]'
Subject: RE: [iagi-net-l] Informasinya benar (Banjar Panji Mud-Extrusion)

Ferdi,

1. Ada, sumur Porong-1 yang dibor di timurlaut sumur ini, menembus formasi yang 
sama. Sumur dibor di tepi suatu struktur yang collapse dengan semua reflektor 
seismik tertarik ke bawah. Di bagian paling atas reflektornya mendatar. Saya 
menafsirkan Huffco Brantas dulu membor sumur ini di dekat mud volcano yang 
telah mengalami cratering yang menarik semua reflektor melengkung ke bawah. 
Zone free of reflector di struktur ini saya pikir feeder pipe diapir yang di 
atasnya jadi mud volcano. Dasar feeder pipe ini sekuen Upper/Lower Kalibeng. 
Teman2 Lapindo dan paper2 dari Lapindo biasanya menyebut struktur ini collapse. 
Setelah mengkaji kasus Banjar Panji ini, saya membayangkan bahwa dulu, zaman 
Pliosen/Plistosen, Porong mengalami hal yang sama seperti Banjar Panji sekarang 
: ekstrusi lumpur dari mud volcano. Kemudian, seluruh struktur collapse karena 
mud telah kehilangan daya dukungnya, kantong lumpur telah habis terekstrusi, 
tentu slumping yang akan terjadi di atas. Crater di gunungapi pun akan 
terbentuk kalau terjadi pengosongan/perpindahan magma di bawah.

2. Kalau benar sumber utamanya dari 4000-6000 ft, clay Upper Kalibeng di situ 
jelas kompak dengan burden pressure setebal itu, tetapi juga dulunya Upper 
Kalibeng clay diendapkan di suatu regim rapid sedimentation, jadi ia pun 
overpressured. Sesar2 sebagian terjadi sebagai compensating faults di wilayah 
subsidence (biasa terjadi), juga sebagian sebagai splay dari strike-slip BD-TL. 
Saat ada gempa, grain to grain touch di mineral lempung rusak karena terdorong 
oleh confined waters yang overpressured tiba2 meningkat tekananya di atas 
tekanan hidrostatik. Dari titik ini terjadi liquefaction sekaligus dewatering 
sebab ini overpressured clay.

3. Kasus liquefaction antara lain dilaporkan di gempa Maumere, ada di 
Proceedings PIT IAGI 2002 (Kris Budiono, 2002). Kasus mud extrusion yang 
berhubungan dengan diapir dan mud volcano dibahas di Etiope et al. (2006) dan 
Stewart dan Davies (2006) - AAPG Bulletin May 2006 untuk kasus di basin Yunani 
dan South Kaspia. Kedua basin ini ada di regim tektonik yang sama dengan di 
Jawa Timur : active margin. Mud volcano aktif ada di Ware and Irham (1997)- 
Proceedings IPA Petroleum System Symposium untuk kasus Timor.

Salam,
awang



-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, June 13, 2006 2:38 PM
To: Awang Harun Satyana
Subject: RE: [iagi-net-l] Informasinya benar (Banjar Panji Mud-Extrusion)

Pak Awang

Menarik sekali ceritanya

Ada beberapa pertanyaan

1.Apakah di beberapa well lain yang didrill menembus formasi yang sama
tidak terjadi hal seperti ini...?

2.Maksud Pak Awang dengan liquefaction
apakah awalnya shale tersebut adalah normal shale (tidak mengalami
liquefaction ) dan kemudian gelombang gempa  bisa menghancurkan shale
tersebut menjadi shale yeng terliquefaction...? Apakah hal itu mungkin
terjadi  dalam kondisi overburden(4000-6000ft),  mengingat elastisitas
shale yang cukup tinggi.
Ataukah sebenarnya memang kondisi shalenya sendiri pada awalnya sudah
mengalami liquefaction (rapid sedimentation proses) dan gempa hanya membuka
fault yang telah ada sebelumnnya sehingga menyebabkan shale yang memang
dalam kondisi liquefaction ini keluar...?

3. Mungkin ada paper yang menulis tentang liquefaction karena gempa...?

Regards

Kartiko-Samodro
Telp : 3852



 

-- 
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.8.3/362 - Release Date: 6/12/2006
 

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke