Masalah penelitian untuk cost recovery ada saatnya nanti. Itu pun dalam kewenangan BPMIGAS. Semua data tentu akan diteliti. Yang sekarang lebih penting adalah memang penelitian dari mana sumber lumpur di permukaan itu. Sebab, ini akan menentukan tindakan selanjutnya untuk mengatasinya. Kalau dari kemarin2 sudah diketahui dengan pasti asal semburannya, tentu relieve well telah dibor. Kalau kasusnya lain, dan ini mungkin yang berlaku untuk Banjar Panji, tentu tak sesederhana itu.
Semua tim bergerak, tim subsurface mencari asal sumber lumpur. Tim surface menanggulangi semburan lumpur dengan menggali kali2 baru, membendung, dll. Untuk informasi saja, ini tak sesederhana blow out Randublatung yang baru2 ini terjadi. Salam, awang -----Original Message----- From: heri ferius [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Tuesday, June 13, 2006 4:20 PM To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] Informasinya benar (Banjar Panji Mud-Extrusion) Catatan saya dari berberapa milis ini: 1. Sayang sekali info FS dimana @ .....DD ?. 2. Apakah di Banjar Panji adalah ekstrusi liquefied clay yang berasal dari Upper Kalibeng clay di kedalalaman 4000-6000 ft apa sudah dicover oleh casing ?. 3. Dari hasil LOT di shoe casing terakhir dan perjalanan profil MW versud depth menunjukkan tak perlu set casing baru di sekuen bawahnya , sementara LOT hanya dilakuan beberapa feet dibawah FS, bukan berarti aman sampai target. 4. Sampai kedalaman 9000Ft, pihak Lapindo diingatkan lagi untuk set casing karena semua orang di lokasi sudah ketar-ketir apabila terjadi semburan, blm ada proteksinya, lagi2, Lapindo menolaknya. 5. Akhirnya di +/- 9200, terjadi loss total (indikasi telah masuk formasi gas), tentu akan terjadi instabilitas lobang bor terutama pada clay Kalibeng . 6. Saat itupun sebenarnya keadaan masih bisa dikendalikan, harusnya langsung dipompakan cement untuk plug sumur, lagi2 Lapindo masih berpikir untuk menyelamatkan sumur yg sudah di bor. 7. Apa di cement plug secara kontinue sampai kedalam casing, sebelum di Abandoned?. Bila tidak, tentu pressure dari bawah sebagai pendorong bisa connect dengan liquefied clay dr Kalibeng dan akan menerus ke fracture2 yang menerus sampai ke permukaan. 8. Sekarang rig sudah keluar, yang bisa dilakukan hanya meneliti ?, sementara lumpur panas liquefied clay terus mengalir dan dialirkan ke ....????? Semoga diteliti seobjekif mungkin, apalagi menyangkut cost recovery, kasihan rakyat, korban gempa saja belum dapat ini itu. Salam HF 1393 ----- Original Message ----- From: "Budi Brahmantyo" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Tuesday, June 13, 2006 1:59 PM Subject: RE: [iagi-net-l] Informasinya benar (Banjar Panji Mud-Extrusion) > Hm...setahu saya likuefaksi umumnya hanya terjadi pada pasir yang jenuh > air, tidak pada lumpur, dan biasanya hanya terjadi saat digoncang gempa. > Setelah goncangan hilang, ia akan kembali menjadi pasir yang pasif. > Lumpur panas yang terus mengalir karena likuefaksi? Terlalu mencari > alasan... > > BB > > >> Informasinya belum tentu benar ? Tak ada yang serakah. Media massa >> memang sumber informasi, tetapi belum tentu akurat. >> >> Kemarin sore, pukul 16.00, datang telepon dan sms dari Metro TV untuk >> mewawancarai saya di acara mereka pukul 18.00 tentang semburan lumpur di >> sumur Banjar Panji-1 Lapindo Brantas. Tetapi, terpaksa saya tolak karena >> pada saat yang sama tim BPMIGAS dan Lapindo mesti ke Komisi VII DPR >> untuk urusan yang sama. >> >> Apa yang tengah terjadi dengan semburan lumpur di Banjar Panji-1 ? Tidak >> ada yang bisa memastikan, sehingga penanganannya pun tak semudah blow >> out seperti yang pernah terjadi di beberapa sumur (Randublatung, >> Pasirjadi, Anggur, dll.). Mari kita lihat faktanya dulu. >> >> Kita punya fakta-fakta : lumpur yang tersembur adalah lumpur subsurface >> (bukan lumpur pengeboran), analisis nannofosil di lumpur menunjukkan >> umur sekitar Pliosen - sama dengan kandungan fosil di kedalaman >> 2000-6000 ft di sumur tersebut, ppm cloride sekitar 10.000, lumpur >> mengandung material volkanik, di awal2 semburan lumpur mengeluarkan gas >> H2S, temperatur lumpur sekitar 40-50 deg C. Saat kejadian gempa Yogya 27 >> Mei 2006, dua stasiun BMG di Surabaya mencatat goncangan di Surabaya >> II-III MMI dengan momen magnitude 3-3.9 Mw (skala Richter lebih kecil >> sedikit); di stasiun Karangkates tercatat III-IV MMI dengan magnitude >> 4-4.9 Mw. Data seismik regional di wilayah ini menunjukkan beberapa >> gejala diapir. Ada lima titik semburan lumpur dan semuanya di luar titik >> sumur, permulaan semburan terjadi sejak Senin 29 Mei 2006-Kamis 1 Juni >> 2006. >> >> Sesar regional di wilayah ini adalah strike-slip berarah BD-TL yang >> memotong sampai ujung barat Madura dan ke selatan sampai ke Pegunungan >> selatan. Flower structuring bisa diinterpretasikan terjadi juga di >> wilayah Banjar Panji. Mengapa BPMIGAS dua tahun lalu menyetujui pemboran >> sumur ini ? Karena : sumur ini merupakan sumur pertama yang akan dibor >> Lapindo Brantas untuk mengetes deep prospect di Kujung I atau Prupuh >> reef, petroleum system-nya memenuhi syarat, analogue discoveries sudah >> sangat banyak (Banyu Urip, Mudi, Sukowati, BD, dll.), kalau sumur ini >> sukses rentetan implikasi kesuksesannya akan panjang. Drilling hazard ? >> Ada tentu, overpressure dari diapir dan kita sudah tau sebab ini wilayah >> rapid sedimentation di sekuen Pliosen. >> >> Sumur dibor, ada beberapa hambatan overpressure, tetapi bisa diatasi. >> Set casing, hasil LOT di shoe casing terakhir dan perjalanan profil MW >> versud depth menunjukkan tak perlu set casing baru di sekuen bawahnya >> sampai menembus target utama Prupuh (Set casing begitu masuk target >> karbonat sudah sangat biasa dilakukan di Salawati Basin, no problem). >> Target utama Prupuh ditembus (mungkin sudah tembus, walaupun turun cukup >> signifikan dibandingkan prognosis) dan loss (biasa terjadi kan di porous >> reef yang baru terbuka). Sumur distop mengatasi loss dan beberapa >> pekerjaan pipe sticking. Lalu keluarlah semburan lumpur, gas, air >> pertama beberapa ratus meter dari kepala sumur, saat itu sudah dua hari >> lewat gempa Yogya. Dan semburan2 pun berentet terjadi sampai lima lokasi >> membentuk deretan yang lebih kurang BBD-TTL. Tentu saja rig segera >> dievakuasi dan BOP ditinggalkan di kepala sumur. Setelah itu, adalah >> cerita mengatasi banjir lumpur panas. >> >> Dari mana sumber lumpur itu ? Ini penafsiran saya berdasarkan hard data >> analisis lumpur, data geologi sumur, geologi regional, data seismik, dan >> analog dengan kejadian yang mirip2 di Porong (purba), Maumere, South >> Caspia, dan Peloponnesus Basin di Yunani. >> >> Yang tengah terjadi di Banjar Panji adalah ekstrusi liquefied clay yang >> berasal dari Upper Kalibeng clay di kedalalaman 4000-6000 ft yang >> terlikuifikasi akibat clay tersebut mengalami sediment failures, >> kehilangan shear strength-nya, kehilangan bearing capacity-nya. Semburan >> terjadi karena liquefied clay ini punya tekanan hidrostatik dan pore >> pressure, lapisan liquefied clay ini terpotong-potong sesar2 kecil >> (fissures) yang sampai ke permukaan. Sesar2 ini adalah vents, sekali >> menemukan vents maka akan terjadi release pressure agar terjadi >> equilibrium. Suatu liquefaction akan mengalami tiga macam failures : >> lateral spreads, flow failures, loss of bearing strength. Ini semua >> telah terjadi di Banjar Panji. >> >> Pertanyaannya : mengapa sampai tiba2 terjadi liquefaction ? Semua kasus >> liquefaction yang pernah dilaporkan terjadi dan pernah ditulis di paper2 >> atau textbook adalah karena adanya sudden cyclic shocks/sudden cyclic >> loads. Gempa adalah penyebab utama. Penyebab lain bisa storm waves, >> rock slides, influx ground water yang tiba2. >> >> Sebelum liquefaction, tanah atau litologi akan kompak dan punya daya >> dukung oleh pembebanan, secara mikroskopis, kompaksinya akan dihasilkan >> oleh grains to grains batuan yang saling bersentuhan, ia akan rigid, >> punya tekanan hidrostatik sebesar kedalaman lapisan ini terdapat, pore >> pressurenya akan terjaga di bawah hidrostatic pressure. Tetapi, bila ada >> sudden clyclic loads yang cukup besar, interstitial pore water akan >> bertambah tekanannya minimal menyamai hidrostatik pressure-nya, dan >> mulailah tekanan air dari pori mengganggu grain to grain touch lalu >> merusakkannya. Kompaksi langsung hilang, bearing capacity hilang, shear >> strength hilang, sediment failures, ia akan segera jadi dense slurry - >> bubur pekat- yang berkelakuan seperti fluida. >> >> Mengapa gempa bisa menyebabkan liquefaction ? Karena P dan S wave-nya >> akan mendistorsi struktur granular pori, sehingga ruang pori akan >> runtuh. Kolaps pori ini akan menghilangkan grain to grain contact >> (bayangkan bangunan rumah yang runtuh, di skala butiran batuan pun >> itulah yang terjadi). Kalau pori runtuh, terjadilah fluidisasi. Di >> samping itu, P wave diketahui meningkatkan pore water pressure pada >> setiap passage of shock waves. >> >> Dalam kasus Banjar Panji, saya percaya gempa Yogya mereaktivasi sesar2 >> di atas Prupuh di sekuen Mio-Pliosen sampai Plistosen (Semilir/Lower >> Kalibeng ? Upper Kalibeng, dan Pucangan). Gelombang gempa ini telah >> menjadi sudden cyclic loads memicu liquefaction di Upper Kalibeng >> kedalaman 4000-6000 ft karena sekuen inilah yang paling labil dan siap >> kehilangan bearing capacitynya. Lalu, liquefied clay ini menyembur ke >> permukaan via venting faults membawa H2S dari Prupuh carbonates yang >> baru terbuka karena terhubung oleh sesar juga. Apakah ada efek drilling >> operation dalam kasus semburan lumpur ini ? Harus ditanyakan dulu, >> apakah tumbukan bit atau overpull torque bisa menggenerasikan P dan S >> wave seperti yang digenerasikan earthquake yang akan membuat sediment >> failures ? >> >> Kesimpulan saya berbeda dengan Media Indonesia, kondisi geologi dan >> gempa lah yang lebih dominan mendorong ekstrusi lumpur di Banjar Panji. >> Tak ada lumpur disemburkan dari titik sumur, semua lumpur keluar dari >> sesar2 di sekelilingnya. Tentu, kegiatan drilling juga punya andil - >> tapi bukan faktor dominan. >> >> Di Yogyakarta, dilaporkan juga di rekahan2 baru yang merentang di >> jalan-jalan raya dan wilayah perumahan penduduk, terjadi ekstrusi >> lumpur. Liquefaction adalah gejala biasa suatu gempa. >> >> Kesimpulan saya tentu bisa berbeda dengan yang lain. Silakan dicermati. >> Hanya, bencana tetap bencana, saya juga sedih, kok berturut-turut,...dan >> saya melihat, tak akan mudah mengatasinya... >> >> Salam, >> awang >> >> -----Original Message----- >> From: Syaiful Jazan [mailto:[EMAIL PROTECTED] >> -----Original Message----- >> From: OK Taufik [mailto:[EMAIL PROTECTED] >> Sent: Tuesday, June 13, 2006 8:25 AM >> To: [email protected] >> Subject: Re: [iagi-net-l] 'Semburan' Lumpur dan gas didekat jaln tol SBY >> >> Diambil dari http://www.media-indonesia.com/ >> >> Bagian Komentar Editorial >> >> TRUE STORY-1 >> >> Mudah2an dengan tulisan ini bisa menjelaskan sejarah kejadiannya: >> Master plan untuk sumur ini adalah pada kedalaman 8500 Ft akan di set >> cassing dan di-cement, sehingga apabila terjadi semburan gas, kondisi >> sumur sudah aman karena arah semburan tdk akan ke formasi (menyamping) >> tapi bisa diarahkan ke atas dan semburan gas tsb mudah untuk di "kill" >> (kill well). Tetapi, pihak Lapindo tetap ngotot untuk terus ngebor >> sampai formasi limestone (gas) ditemukan tanpa memikirkan saftey-nya >> jika terjadi semburan. Dalam hitung2an bisnis artinya:masih ingin ketemu >> formasi gas yg lebih besar. Sampai kedalaman 9000Ft, pihak Lapindo >> diingatkan lagi untuk set casing karena semua orang di lokasi sudah >> ketar-ketir apabila terjadi semburan, blm ada proteksinya,lagi2, Lapindo >> menolaknya.Akhirnya di +/- 9200, terjadi loss total(indikasi telah masuk >> formasi gas) dan mulai terjadi kepanikan. Saat itupun sebenarnya keadaan >> masih bisa dikendalikan, harusnya langsung dipompakan cement untuk plug >> sumur, lagi2 Lapindo masih berpikir untuk menyelamatkan sumur yg sudah >> di bor dengan biaya $$$million. Jujur saja, untuk menghentikan semburan >> lumpur harus dilakukan pengeboran miring ke arah formasi gas tsb,utk >> proses ini akan butuh biaya $$$million dan baru bisa dilakukan setelah >> peralatan penunjang ada (rig, cement unit, dll), mungkin 3-4 bulan >> lagi,tergantung kecepatan Lapindo utk menyiapkan dana, teknisi, kontrak, >> dll untuk mulai pengeboran miring.Untuk mengaitkan gempa sbg penyebabnya >> adalah mungkin, tapi itu hanya 1% kemungkinannya.Mudah2an tulisan ini >> bisa memberikan gambaran secara lebih jujur ke media tanpa harus ada yg >> ditutup-tutupi. >> __________________________________________________ Apakah Anda Yahoo!? Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam http://id.mail.yahoo.com --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- -- No virus found in this incoming message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.8.3/362 - Release Date: 6/12/2006 -- No virus found in this outgoing message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.8.3/362 - Release Date: 6/12/2006 --------------------------------------------------------------------- ----- PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru ----- Call For Papers until 26 May 2006 ----- Submit to: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

