salam... numpang komen yah

saya juga baru dalam dunia travel ini, dulu saya memandang traveling itu hobby
yang mahal. tapi setelah kenal yang namanya backpaker, sepertinya menjadi
sesuatu hal mungkin untuk dicapai.

saya sendiri kurang mengerti filosofi backpaker itu sendiri, yang saya pahami
saya jalan2 hanya di saat off hour 2-3 hari (kalo kata teman saya itu bukan
Backpaker namanya), no hotel no shopping. apalagi sekarang dunia mulai ramah
dengan banyaknya kenalan2 dari dunia maya yang bersedia menemani menjadi guide
lokasi yang bersangkutan.

mungkin saya tidak sepenuhnya menjadi backpaker, hanya mengadaptasi sedikit dari
gaya hidup backpaker itu sendiri untuk memuaskan hobby saya. hobby saya
sebenarnya adalah potograpy, tapi antara potograpy dan travelling bukan sesuatu
yang  terpisahkan.

Salam...



________________________________
From: sesilia susi <[email protected]>
To: [email protected]; [email protected]
Sent: Mon, July 26, 2010 8:09:07 PM
Subject: Re: [indobackpacker] Re: Mengukur Traveling: Kualitas dan Kuantitas



Saya setuju dengan the coolest. Basa basi kadang penting untuk membuka
percakapan bagi 2 orang yg tidak saling kenal.
Saya rasa, justru orang2 yg suka travelling itu banyak temannya. Para traveller
rata2 bukan orang yg pendiam dan cuek, tapi cenderung ramah, gampang menyapa dan
peduli dg makhluk lain.

Btw, biarin aja ada traveller yg sukanya cuma foto2 doang, love luxury dan tidak
belajar apa2. Nanti lama2 juga dia akan menemukan apa tujuan dari travellingnya.
Krn dari setiap perjalanan, kita pasti akan belajar sesuatu, entah apapun itu.

Bagi saya, apapun itu sejauh nyaman&berguna buat kita dan tidak mengganggu orang
lain...lanjut aja cui.....:-)

Salam damai.

Kirim email ke