WCDS,
 
STRATEGI PENYELAMATAN BATALYON I/ITB
 
Langkah konkrit yang bisa dilakukan agar Batalyon I/ITB dapat survive dan berkembang 
adalah sbb:
 
1.  Mengubah citra diri/image.
Caranya:
- Aktif melakukan sosialisasi ke dalam lingkungan kampus mengenai konsep pedirian, 
pendidikan dan pengembangan Batalyon I/ITB, lewat SG (Studium General) dsb.
- Menganalisa root cause/akar masalah dari menurunnya minat mahasiswa ITB untuk masuk 
ke Batalton I/ITB.  Caranya dengan melakukan survey/questioner kepada mahasiswa ITB.  
Survey/pengisian questioner bisa dilakukan paralel dengan SG (Studium General).
- Tidak bersikap ekslusif dan menjalin hubungan/relasi yang lebih baik dengan 
himpunan-himpunan dan KM/BEM, dengan berpartisipasi secara aktif dalam 
kegiatan-kegiatan mereka.
 
2.  Mensosialisasikan/mempublikasikan secara terus-menerus konsep 'Resimen 
Pendidikan'/ROTC (yang dibuat oleh P' Iftikar dkk) lewat seminar, training, forum, 
workshop dsb, agar konsep tsb bisa segera ditanggapi/diapprove dan direalisasikan oleh 
Penyelenggara ITB.
 
3.  Mendesign kurikulum pendidikan menwa-ITB yang lebih berorientasi pada peningkatan 
kompetensi menjadi manusia unggul/manusia pembelajar dan mempersiapkan/membekali 
anggota Yon I/ITB dengan skill/knowledge/concepts/tools/informations/experiences dsb 
yang dibutuhkan untuk mencapai 'better achievements' dan akhirnya diharapkan para 
anggota Yon I/ITB bisa lulus sebagai 'sarjana plus'.
NB:
Konsep Kurikulum Menwa/Program Sarjana Plus sudah dibuat oleh P' Syarif Hidayat 
(Angkatan XXII) dan pernah dipresentasikan dalam acara HANATA bulan januari kemarin.  
Kita tinggal memperkaya dan mengembangkan konsep yang sudah sangat bagus itu. 
Sayangnya saya tidak bisa hadir dalam acara itu (Halo P' Syarif Hidayat, How are you 
?, Are you here ?, Bisakah konsep anda di-email ke miling list ini ?)
 
4.  Merancang program-program pelatihan/training/course yang berkaitan dengan Learning 
Skill, Leadership and Management dll., yang bersifat 'high content', 'advanced' dan 
'interesting/menarik' untuk internal batalyon dan untuk umum (mahasiswa ITB) sebagai 
usaha promosi bagi Yon I/ITB agar mahasiswa ITB bisa mengetahui apa 'nilai 
tambah/added value' jika masuk Batalyon I/ITB (untuk kepentingan rekruitment anggota 
baru), dan bisa dikembangkan juga menjadi 'bisnis' batalyon/yayasan GWB, yang 
keuntungannya bisa menambah income/pemasukkan bagi batalyon.
 
Learning Skills:
'Quantum Learning', 'Learning Revolution', 'Spiritual Question/Transcedential 
Intelligence/kecerdasan Ruhaniah', 'Menjadi Manusia Pembelajar', 'Berpikir Lateral', 
'Effectif Presentation/Discussion Skill/Presenting skill', 'System Teknik 
Memory/Memorizing Skill', 'Mind Mapping/Make Note/Summary Skill', 'Reading 
Skill/Teknik Membaca Cepat', 'Listening Skill' dsb.
 
Leadership and Management:
'Motivasi/Achievement Motivation', 'Decision Making & Problem Analysis', 'Leadership', 
'Followership', 'Creating Exceleent', 'Effective Personality', 'Human Relation', 
'Communication Skill', 'Training for Trainer' (ada konsep baru), 'Resource 
Management', 'Time Management', dsb.
 
NB:
Kebetulan saya punya buku-buku/materi/modul untuk trainings/courses di atas (tidak 
semua, tapi sebagian besar ada).  Tinggal dari para alumni siapa yang bersedia untuk 
mempelajari dan mengajarkannya untuk adik-adik di Yon I/ITB, kita bisa bagi-bagi tugas.
Trainings/Courses-nya bisa dijadikan satu paket atau dipecah-pecah sesuai kebutuhan 
atau pasar (jika nantinya ingin dibisniskan).  Mungkin untuk umum (mahasiswa ITB), 
awalnya gratis dulu untuk promosi agar banyak yang berminat masuk ke Yon I/ITB.  
Materi training harus didesign 'high content' dan 'menarik/interesting', misalnya 
disertai dengan simulasi-simulasi di kelas dan di lapangan (untuk simulasi lapangan 
bisa dipadukan dengan ketrampilan militer, misalnya ada main perang-perangan-nya, 
menggunakan senjata cat, seperti yang dilakukan pada training leadership-nya 
AA'Gymnastiar dsb).  Nama kursusnya juga dibuat menarik misalnya 'Super Course' atau 
'Super Camp' dsb, whatever lah, dan dilakukan pada saat liburan agar peminatnya lebih 
banyak dan tidak mengganggu waktu kuliah.
 
5.  Promosi/sosialisasi/iklan yang lebih agresif dan menarik untuk 'Rekruitment 
Anggota Baru'.  Mungkin perlu dipikirkan cara-cara yang lebih 'efektif' dari yang 
sudah pernah dilakukan selama ini.
 
6.  Membuat event-event berskala nasional seperti seminar, simposium, saresehan, 
pameran dsb, untuk mempublikasikan dan mempromosikan 'paradigma' dan konsep-konsep 
baru tentang pendidikan dan pengembangan Batalyon I/ITB dan Resimen Mahasiswa secara 
umum kepada publik sacara lebih luas agar konsep-konsep baru tsb bisa ditangkap dan 
direspon secara positif atau ada feedback/folow-up konkrit dari ITB, mahasiswa, 
masyarakat, pemerintah/negara dsb.  Event ini juga bisa dipakai untuk mencari dana 
bagi Yon I/ITB.
 
7.  Membekali anggota dengan kursus-kursus jurnalistik agar memiliki kemampuan menulis 
yang lebih baik dan membudayakan kebiasaan menulis di lingkungan batalyon (untuk scope 
batalyon, alumni, kampus dan umum), agar tidak ketinggalan dan bisa bersaing dalam 
era/arus informasi modern yang perkembangnnya sangat pesat dan bisa memberikan 
kontribusi yang lebih besar bagi batalyon/korps, ITB dan umum/masyarakat lewat 
tulisan-tulisan yang berkualitas, informatif dan mengandung nilai edukatif yang 
tinggi.  Menghidupkan kembali majalah 'Ksatria Ganesa' yang kalau bisa dibagikan 
secara gratis kepada mahasiswa ITB untuk kepentingan promosi Yon I/ITB.  Mencoba 
belajar menulis artikel-artilkel di surat-surat kabar atau majalah-majalah umum dsb.
 
8.  Membuat Web Site Yon I/ITB, agar informasi tentang Yon I/ITB bisa diaccess oleh 
publik.
 
9.  Untuk kesulitan dana/anggaran batalyon saat ini (karena hanya disubsidi Rp 
250.000/bulan), bisa diatasi/dibantu sementara dengan memungut iuran tetap dari alumni 
tiap bulannya (misal minimal Rp 10.000/bulan), yang pelaksanaannya bisa dikoordinir 
oleh Korps Yon I/ITB atau Yayasan Ganesa Wira Bakti.
 
10.  Untuk bisa mewujudkan semua hal di atas diperlukan inisiatif, kreativitas, 
komitment dan kemauan yang kuat dari batalyon (komandan,staf,anggota) untuk berubah, 
belajar, berusaha, maju dan berkembang.  Dan yang kita harapkan agar adik-adik di 
batalyon bersikap lebih aktif dan proaktif untuk merealisasikan/mengimplementasikan 
ide-ide tsb (Bagaimana Komandan (P' Agung) ?).  Jangan sampai para alumni sudah spend 
time dan energy yang banyak untuk anda tapi anda semua pasif dan lamban.  NB:  Itu 
saya alami/ketahui sendiri ketika membantu P' Syarif Hidayat menyusun Kurikulum 
Menwa-ITB/Program Sarjana Plus.  P' Syarif sudah spend his time and his thinking so 
much for that, bahkan P' Syarif mengusulkan untuk membentuk engine-engine yang terdiri 
dari berbagai level/tingkat untuk membahas/mematangkan konsep tsb.  Tapi komandan 
waktu itu (bukan P' Agung) yang tinggal mengkoordinir pertemuan-pertemuannya, tidak 
jalan/macet, akhirnya semuanya dikerjakan sendiri oleh P' Syarif...so bad.  Saya
 juga sangat kecewa.  
 
Demikian usulan-usulan yang ingin saya sampaikan untuk Batalyon/Korps/Yayasan GWB.
Mohon dievaluasi/direview.
 
Terimakasih banyak atas perhatiannya.
 
Salam,
Evy Aryanti.
 
 
 
 
 
    
 
 
 
    




---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software

--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>


Kirim email ke