Sorry,
Yang saya maksud memang P'Ongku.
Ma'af salah ketik.  Jangan marah ya P'Ongku.
Wah P'Priyo hobi nonton sinetron juga ? ...hahaha.
 
Evy
 
Priyo Pribadi Soemarno <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Evy ,
mungkin yang adinda maksudkan adalah Ongku , bukan Ongki (yang main 
sinetron ,....he, he,he,)
Pembicaraan semakin menarik , perlu di cari pointersnya .
Salam hangat , saya sudah ingat , Evy yang datang waktu SPC di Kampus ITB 
bulan Maret yang lalu .
Terus berjuang .
Wassalam ,
Priyo PS
----------------------------

>From: EVY ARYANTI 
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: [yonsatu] Re: [anggota] Re: Perasaan Kebangsaan
>Date: Thu, 7 Aug 2003 19:28:57 -0700 (PDT)
>
>Wah, kelihatannya perdebatannya makin seru nih. Ilmunya pada keluar semua. 
> Saya ikutan lagi di bagian terakhirnya aja deh, untuk bikin 
>kesimpulannya. Mungkin akan lebih seru lagi jika topiknya diperluas ke 
>area yang lain (politik, sosbud dsb).
>Salam untuk P'Ongki.
>
>Evy.
>[EMAIL PROTECTED] wrote:
>
>
>
>
>
> > Dalam pandangan saya, pola fikir para pengambil keputusan masih
> > terpaku pada "quick yielding", sehingga tentu pandangannya akan
> > mengarah kepada trading business, kalau tidak mau disebut lebih miris
> > lagi mengarah pada broker business.
>
>Masak sih ?
>Apakah Regulasi dibidang telekomunikasi kita sekarang di tangani oleh
>Singapore ?
>Apakah regulasi Semen kita sekarang ditangani Mexico ?
>---------
>Saya fikir arahnya bukan kesana. Dalam kasus Indosat dan Semen Gresik
>menjadi milik Singapura dan Mexico (mayoritas ?) bukan berarti regulasi
>dalam industrinya di atur Singapura dan Mexico. Namun control terhadap
>wealth daripada perusahaan tersebut menjadi di tangan pemilik baru
>tersebut. Seandainya privatisasinya hanya sampai batas 49 % maximum kontrol
>tetap ada di sini.
>
>Yang saya maksud dengan pola fikir quick yielding terlihat dari beberapa
>kebijakan dalam pengembangan industri. Salah satu contoh dalam hal CPO,
>kita (baca PTPN dan swasta nasional lainnya) cenderung memproduksi buah
>sawit dan mengolah jadi CPO/PKO di CPO/PKO mill, bukan refined product atau
>turunannya. Demikian juga dengan Oil and Gas, kita cenderung mengembangkan
>produksi untuk menjual/mengexport crude instead of refined product dan
>turunannya. Refined product dan turunan ini nantinya akan kita impor
>kembali dari luar, seperti Singapore (untuk kasus oil and gas), dan Belanda
>atau Malaysia (dalam kasus minyak nabati). Lihat kejadian sekitar tahun
>1990 an, dalam kasus minyak nabati. Begitu kampanye US tentang jeleknya
>minyak sawit buat kesehatan (untuk memproteksi minyak soyabean mereka)
>gagal dan ternyata refining dan oleochemical plant mereka kekurangan bahan
>baku karena produksi soyabean sudah maksimal, mereka melirik SE Asia untuk
>sumber bahan baku (baca CPO). Reaksi Indonesia dan Malaysia berbeda.
>Malaysia bereaksi dengan membangun industri Oleochemical di Port Klang, dan
>tetap menguasai industri hulu, yang makin ke hilir makin sedikit share
>Malaysianya, tetap mereka tetap 100 % menguasai kebun sawit. Hasilnya
>sekarang, Malaysia menjadi produsen oleochemical terbesar di dunia (yang
>berasal dari CPO). 70 % CPO Malaysia diolah menjadi produk derivative yang
>berdaya jual tinggi dengan presentasi kontrol 70 % juga, dan 30 % diolah
>jadi minyak goreng dan produk konsumsi langsung lainnya untuk kebutuhan
>domestik. Karenanya Malaysia menjual ke luar adalah dalam bentuk produk
>derivative. Sementara kita hanya mengolah kurang dari 10 % menjadi produk
>derivative, dan sekitar 30 % untuk minyak goreng, sisanya kita ekspor dalam
>bentuk "real crude palm oil", bukan refined. Karena bagi kita it's faster
>to sell the CPO.
>
> > Sudah selayaknya kita berkaca ke negara-negara tetangga seperti Korea,
> > atau bahkan Malaysia, yang dengan gigih dan sangat berfihak kepada
> > industri mereka selama kurun waktu 15 - 25 tahun terakhir. Sepertinya
> > selama ini(atau paling tidak akhir-akhir sejak orde baru runtuh), kita
> > lebih berkaca kepada Singapura dan Hongkong, yang mengandalkan trading
> > dan services. Negara kita adalah negara besar dengan 200 juta
> > penduduk, tidak bisa hanya mengandalkan trading and services.
> > Singapura dan Hongkong yang kecil tentu bisa mengandalkan ini, dengan
> > asumsi bahwa production center mereka adalah negara-negara sekitarnya.
>
>Sudah lihat China yg habis-2x an melakukan privatisasi ?
>Penduduk dan luas negaranya berlipat dari kita lho.
>-------------
>China memprivatisasi industrinya dengan segala keberfihakannya. Tolong
>simak pola privatisasi mereka yang sangat berbeda dengan kita.
>Soal industri strategis, bahkan negara maju pun tidak memprivatisasi
>industrinya. Framatome (industri nuklir Perancis) adalah BUMN, Air France
>adalah BUMN, demikian juga dengan yang lain-lain. Ingat kasus privatisasi
>Thomson CSF sekitar tahun 1990 an, yang tadinya sempat terjual ke Jepang,
>di protes habis warganya, dan akibatnya dua hari kemudian deal itu
>dibatalkan. Namun setelah Thomson di "privatise" sebagian ke pengusaha
>nasional atau publik Perancis, rakyat tidak protes lagi. Lihat juga
>bagaimana Boeing disubsidi pemerintah, bagaimana petani di negara maju
>disubsidi pemerintah, dst.
>
>
>Sudah lihat bagaimana BUMN di Singapore beroperasi ?
>----------
>Know very well bagaimana BUMN Singapore beroperasi, kebetulan perusahaan
>kami yang di Singapore banyak bekerja dengan BUMN Singapore. Keberfihakan
>pemerintah Singapura sangat-sangat besar. Jangan harap anda sebagai
>perusahaan asing bisa bekerja di bisnis konstruksi di dalam negeri
>Singapura tanpa melibatkan dan ada di bawah BUMN-BUMN tersebut. Kami banyak
>bekerja di LTA dan PUB, termasuk MRT Singapore dan juga Water Plant serta
>Changi Airport, kecuali anda datang sebagai FDI dan anda bangun plant anda
>sendiri. Itupun tunggu dulu, tergantung apakah perusahaan Singapura tidak
>ada yang berminat. Regulasinya mereka buat sedemikian rupa dengan cara-cara
>yang "sophisticated", mulai dari penetapan standar, baik untuk proses,
>management mutu, qualifikasi karyawan, dsb.dsb.
>
>
>Singapore memang kecil, cuma segede Jakarta Barat doank, coba tengok
>apakah ada Kabupaten di negara kita yg gedenya se Jakarta Barat yg punya
>kapabilitas spt Singapore ?
>-----------
>Betul bung,.. tapi jangan lupa kabupaten di dalam provinsi, provinsi di
>dalam NKRI, ada tk-II ada tk-I, ada Pusat. Ini tidak beridir sendiri.
>Kalaulah dia berdiri sendiri mungkin akan ada "Singapura-singapura" kecil
>di nusantara. Tapi kita juga tidak inginkan itu khan ? Kita tetap mau NKRI,
>karena kita merasa saudara semua. Kalau semua modal orang Indonesia ditarik
>dari Singapura, dan kalaulah seandainya ada perjanjian ekstradiksi antara
>NKRI dan Singapura, mungkin Singapura tidak akan semaju ini (?). Can you
>imagine ?? Ekonomi mereka bisa collapse atau paling tidak limbung.
>
>
>Pemerintah pada khitahnya ngurusin regulasi/kebijakan, boleh saja dia
>menyuntik modal, membuat perusahaan negara jika memang diperlukan, tp
>hanya sementara pada saat diperlukan, nanti jika sdh running well, cabut
>lagi dari situ. Mirip-2x Modal Ventura atau Bank Syariah gitulah.
>--------
>Setuju 100 % dan inilah yang saya katakan sebelumnya,berikan batas waktu
>yang tegas, kontrol, dan hukum kalau sudah lewat batas waktu. Bukan seperti
>kasus ATPM di Indonesia, bukan pula seperti kasus Pertamina yang sudah ada
>(meskipun nama bisa berubah) sejak Indonesia belum merdeka. Sampai dimana
>kemampuan industri nasional dalam perminyakan ?? Pipa casing, pipa bor
>(drill pipe) dan bahkan production tubing pun mungkin industri nasional
>belum bisa buat. Belum lagi kita bicara valves, logging tools, dsb. Kenapa
>?? Karena Citra Tubindo, atau Bakrie Pipe, atau lainnya disuruh bersaing
>langsung dengan Nippon Steel dan atau Poscon yang sudah punya pangsa pasar
>di internasional. Skala ekonomi mereka sudah capai, industri kita baru
>dibangun. Nippon steel bisa rugi di satu proyek di Indonesia, tapi untung
>besar di North Sea dan atau Afrika misalnya. Pipa kita untuk sementara
>belum di accept oleh North Sea market, perlu waktu dan perlu market
>investment. Di hilir juga demikian. Di pipeline distribution misalnya,
>meskipun ada "embrio" SCADA system yang dikembangkan LEN atau telemetry
>system yang dikembangkan LIPI. Pertamina (yang nota bene BUMN sebagai
>pengelola seluruh distribusi) meminta produk-produk ini bersaing dengan
>Foxboro, Siemens, Yokogawa, Honeywell, dan sebagainya. Disinilah dibutuhkan
>keberfihakan. Untuk berapa lama ??? Mari kita tetapkan batas waktu,
>dibantu, dimonitor, dan diberi stimulus-stimulus. Untuk berfihak itu ada
>harganya, ada pengorbanan, dsb.
>
>Keberfihakan ini juga meluas ke masyarakat luas. Kita akan lebih bangga
>kalau produk yang kita pakai adalah "merek" impor, meskipun hakikinya
>barang tersebut cuma ditempeli label merek impor melalui lisensi.
>Bandingkan dengan Malaysia, yang kebanyakan bangga akan identitas
>nasionalnya, dengan semboyan merakyat : "Malayu boleh, Malayu berjaya".
>Bandingkan dengan Korea, bandingkan dengan China, dsb. Akibatnya, kita
>adalah bangsa pemakai dan pengguna yang loyal dan bangga akan itu.
>
>Saya jadi ingat kata-kata pak Sampoerno (dosen ITB) dulu dalam sebuah
>pelajaran di TPB : "Selamat Miskin, dan Selamat Terjajah".
>
>
>
>--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
>Online archive :
>Moderators :
>Unsubscribe :
>Vacation :
>
>
>
>
>
>
>
>--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
>Online archive :
>Moderators :
>Unsubscribe :
>Vacation :
>
>
>
>---------------------------------
>Do you Yahoo!?
>Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software
>
>--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
>Online archive : 
>Moderators : 
>Unsubscribe : 
>Vacation : 
>
>

_________________________________________________________________
Add photos to your messages with MSN 8. Get 2 months FREE*. 
http://join.msn.com/?page=features/featuredemail


--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : 
Moderators : 
Unsubscribe : 
Vacation : 




---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! SiteBuilder - Free, easy-to-use web site design software

--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>


Kirim email ke