|
Pengudusan merupakan kasih karunia
Allah; Melalui kasih karunia itu orang percaya menjadi kudus atau suci serta
mendapat kausa untuk mengalahkan dosa. Dikuduskan artinya disucikan,
diceraikan dari segala yang jahat dan najis. Sebab tidak ada kesucian di
dalam manusia dan sumber kesucian hanyalah Allah sendiri. Manusia tidak
dapat menguduskan dirinya sendiri, hanya dapat dikerjakan oleh Allah,
setelah kita menyerahkan dan mempersembahan seluruh hidup kita bagiNya.
Setelah kita mengambil keputusan dan
mengalami proses pertobatan maka Allah menghadirkan Roh KudusNya untuk
tinggal dan memenuhi hidup kita. Ini Merupakan suatu pekerjaan terpenting
Roh Kudus di dalam kita. Pokok kekudusan kita kita adalah Kristus sendiri
tetapi Ia kerjakan didalam kita melalui Roh KudusNya; berdoalah agar Tuhan
mengurapi kita dengan Roh Kudus. Ada
tiga keputusan penting yang harus kita lakukan untuk dapat masuk kedalam
kehidupan yang kudus yaitu:
|
1.
|
Menjauhkan diri dari
dunia dan dosa. Memang kita harus menjauhkan diri dari segala yang najis
dan dari kasih kepada dunia. Kita harus melepaskan pegangan kita pada
dosa dan dunia ini, dan memulai menjalani pola hidup yang selaras dengan
yang dikehendaki oleh Tuhan. Dosa dan dunia menyeret kita menjadi seteru
Allah.
|
|
2.
|
Harus mati dan
bangkit bersama dengan Kristus. Di samping menjauhkan diri dari dunia dan
dosa , kita harus masuk di dalam persekutuan dengan kematian dan
kebangkitan Kristus. Sebab hanya ada satu tempat dimana manusia mendapat
kelepasan dari kehidupan yang lama, dan masuk dalam kekudusan yaitu ada
pada kayu salib Kristus. Kematian bersama dengan Kristus membawa kita
masuk dalam hidup baru, hidup dalam kemenangan, Kristus yang sudah
bangkit akan mendiami hidup kita. Setiap kita yang sudah dipersekutukan
di dalam kematian dan kebangkitan Kristus, tidak lagi dikuasai oleh dosa
melainkan hidup di bawah kasih karunia dan menjadi hamba kebenaran (Roma 6:14,18), dan hidup kudus.
|
|
3.
|
Menyerahkan dan
mempersembahkan diri kepada Allah. Setelah kita lakukan kedua hal di atas
yang berikut kita harus dapat menyerahkan diri seluruhnya kepada Allah
sebagai korban persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan
kepada Allah atau korban yang benar. Dengan kesadaran bahwa kita sudah
dibeli dengan harga tunai dan sebab itu kita patut memuliakan Allah
dengan tubuh kita, diantaranya tubuh yang selalu dalam kekudusan.
|
Akhirnya, marilah kita menjadi umat
Tuhan yang selalu menjaga kekudusan hidup, sebab tanpa hidup kudus kita
tidak layak bersekutu dengan Tuhan. (JHW)
|