|
Secara alami kita dapat bersukacita
apabila sedang tidak ada masalah atau jika kita memperoleh sesuatu yang
kita inginkan. Sebaliknya, apabila keadaan atau situasi tidak seperti yang
kita inginkan, biasanya kita kecewa, sedih, jengkel, bahkan marah-marah.
Akan tetapi Firman Tuhan mengatakan bahwa kita harus bersukacita
“senantiasa” artinya selalu dan terus menerus bersukacita,
tidak tergantung kepada situasi dan kondisi.
Mengapa kita harus bersukacita
senantiasa?
|
1.
|
Karena kita sudah
beroleh anugrah keselamatan di dalam Yesus Kristus (Ef 2:8-9). Kita
beroleh keselamatan semata-mata hanya karena kasih karunia Tuhan, bukan
karena perbuatan kita, atau karena budi baik kita. Firman Tuhan dalam
Yohanes 15:16 mengatakan “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi
Akulah yang memilih kamu”. Selanjutnya dikatakan bahwa tidak ada
seorangpun yang dapat datang kepada Yesus kalau tidak ditarik oleh Bapa
(Yoh 6:44 & 65). Oleh karena itu, kita harus bersukacita
senantiasa karena kita sudah dipilih untuk masuk Sorga. Tidak ada yang
menjanjikan masuk Sorga selain yang empunya Sorga yaitu Tuhan Yesus
Kristus.
|
|
2.
|
Karena kita tidak
pernah sendirian (Yoh 14:16).
Seringkali kita bersedih apabila orang yang kita kasihi meninggalkan
kita. Semenjak Tuhan Yesus naik ke sorga untuk menyediakan tempat bagi
kita orang percaya, Tuhan memberikan Roh Kudus untuk menyertai kita
selama-lamanya. Roh Kudus itu akan selalu menolong kita dalam kelemahan
(Rm 8:26); Roh Kudus akan memberikan nasihat (Kis 21:4); Roh Kudus akan
menghibur kita dalam kesesakan (Yoh 14:26); Roh Kudus memberikan kuasa
kepada kita (Kis 1:8) yaitu kuasa untuk menjadi anak-anak Allah (Yoh
1:12), menjadi ahli waris janji-janji Allah (Rm 8:17), dan kuasa untuk
mengalahkan setan-setan dan menahan kekuatan musuh (Luk 10:19).
|
|
3.
|
Agar Tuhan memberikan
apa yang kita inginkan (Maz 37:4). Allah kita adalah Allah yang suka
memberi. Jika Yesus saja sudah Ia berikan untuk disalibkan sebagai
penebus kita dari dosa, masakan Tuhan tidak akan memberikan segala yang
kita butuhkan (Rm8:32). Syaratnya kita harus selalu bersukacita, Tuhan
senang memberi kepada orang yang bersukacita.
|
Orang yang bersukacita adalah orang yang
tahu mengucap syukur. Layaklah kita mengucap syukur selalu karena anugrah
keselamatan yang telah diberikanNya, yaitu hidup kekal. Jadi, tidak ada
alasan lagi bagi kita untuk tidak bersukacita. (DR)
|