|
Kesuksesan
sering melahirkan kesombongan manusia. Sebab merasa diri paling hebat,
terbaik, kaya dan ingin selalu dihormati. Tanpa disadari dari sini jugalah
sikap dan sifat tidak terpuji itu lahir, seperti egois, pemarah, dan suka
merendahkan orang lain.
Sebagai
orang yang sudah memperoleh kesuksessan kata lupa kerap menghiasi
orang-orang seperti ini. Lupa diri, lupa keluarga, lupa teman, lupa
saudara, dan sebagainya. Akan tetapi yang paling mengerikan ialah lupa
siapa Allah yang memberikan hidup dan jalan sehingga dapat mencapai
kesuksesan itu.
Derajat,
setatus, uang dan kekayaan merupakan hal yang utama yang didewakan dan di
tonjolkan.Tapi apakah semua itu di mata tuhan? (Mat.
19:21. inti dari jawabanya tidak sama sekali, dimata Allah semua manusia
adalah sama. Karena itulah banyak orang yang sudah memperoleh kesuksesan
hidupnya selalu jauh dari Allah, mereka lebih memuja kesusesannya dari pada
Tuhan.
Memang tidak semua orang orang yang telah
meraih kesuksesan meninggalkan Allah. Bagi orang Kristen, ketika dia meraih
kesuksesan seharusnya justru semakin dekat kepada Tuhan. Janganlah lupa
akan persekutuan dengan Kristus. Lakukanlah sesuatu dengan tulus, bukan
sekedar menjaga image atau lips service belaka.
Alkitab mengajarkan kita untuk selalu
merendahkan diri dihadapanNya (1 Kor. 4: 6 –21). Dasar inilah
sebenarnya yang ingin di ajarkan dalam kekristenan agar manusia hidup dalam
kekudusan Tuhan. Juga tidak menggunakan namaNya hanya sebagai alat untuk
berdalih. Tunjukkan lah sikap sebagaiorang Kriten yang baik dan tidak
menonjolakan diri dan iri hati. Lakukan yang terbaik hanya untuk kemuliaan
Tuhan. Bukan sekedar untuk menunjukkan kesalehan diri. Sebab, segala
sesuatu yang didasarkan pada motivasi dan keinginan daging, adalah
perbuatan sia-sia belaka.
Kesuksesan merupakan berkat dari Allah.
Pergunakanlah kesuksesan tersebut untuk melakukan pelbagai hal untuk
perluasan kerajaanNya. Jangan sekali-kali mencuri kemuliaanNya, sebab Allah
mengetahui segala sesuatu yang diperbuat anak-anakNya. Haleluya! (JJF)
|