|
Sebagai orang yang sudah mengenal Tuhan,
kesetiaan itu harus selalu diterapkan. Namun pada saat sekarang ini mengapa justru kesetiaan
itu memudar bagi orang-orang yang percaya? Manusia sudah disibukkan dengan
urusan pribadi masing-masing, sehingga waktu untuk Tuhan diabaikan begitu
saja, dan hari-hari mereka terbuang dengan percuma karena terlalu sibuk
dalam kesia-siaan belaka.
Yesus
sendiri dalam hidupnya waktu berada bersama murid-murid-Nya selalu
meneladani hal yang baik dan Yesus rela memberikan nyawa-Nya. Dia sangat
setia pada semua orang. Buktinya, Dia telah menyelamatkan kita (Yoh.3:16).
KesetiaanNya juga dibuktikan lewat karya yang sampai sekarang dapat kita
nikmati. Kesetiaan yang Allah berikan berbeda dengan kesetiaan yang manusia
berikan. Manusia cenderung tidak setia, sementara Yesus tidak pernah lalai
dalam menepati janji.
Mengapa
banyak orang tidak setia kepada Tuhan? mungkin itu dikarenakan banyaknya
masalah dan pergumulan hidup yang dihadapi dan juga orang bisa tidak setia
kepada Tuhan karena hartanya banyak atau karena kesenangan dunia ini. Lewat
kelimpahan harta yang didapatnya mungkin dia berkata : “Tidak perlu
lagi aku setia kepada Tuhan karena aku sudah berkelimpahan, perkataan
seperti itu sangat keliru. Kalaupun kita berkelimpahan di dalam harta,
janganlah kita lupa bahwa si pemberi harta itu adalah Tuhan Yesus.
Mengapa
kita harus setia sampai mati kepada Tuhan? Karena Dialah Allah yang setia
(2Tim.2:13), juga karena Dia begitu baik bagi kita (Mzm.103:1-4). Jadi
selagi kita diberi kekuatan dan kesehatan dan kecukupan bahkan
berkelimpahan, marilah tanamkan dan terapkan kesetiaan itu dalam kehidupan
kita sehari-hari. Walaupun kita disibukkan dengan pekerjaan atau apapun
namanya, tetaplah setia sampai mati dalam mengiringTuhan. Sebab, kalau kita
setia, Dia akan memperhitungkan kesetiaan kita. Dan jerih payah kita selama
ini menjadi tidak sia-sia. Jangan pernah mengendurkan kesetiaan pada
Kristus, sebab berbagai kemenangan gemilang. (fl)
|