|
Dalam penglihatannya, nabi Zakharia
melihat malaikat dengan alat pengukur untuk mengukur Yerusalem. Dan
didapatkan seperti padang
terbuka, berarti siapa saja dapat masuk ke dalamnya. Padang
terbuka itu milik umum, tetapi kalau sudah dipagari akan jadi milik
seseorang. Dan Allah sendiri akan menjadi pagar atau tembok yang
mengelilingi Yerusalem.
Dia sebagai tembok yang berapi yang
mengelilingi Yerusalem, Dia juga yang akan mengelilingi kita. Kalau Dia
yang menjadi tembok berapi bagi kita, lalu mengapa kita harus takut dan
kuatir? Rambut di kepala saja dihitung dan takkan gugur tanpa Dia
mengijinkannya. Dialah naungan bagi umatNya, dan naunganNya itu
diberikanNya dalam tiga hal yang perlu dipagariNya dengan tembok api.
|
1.
|
GerejaNya atau pekerjaanNya.
Memang saat ini keadaan dunia susah, edan, dan penuh dengan kenajisan,
tetapi pada zaman akhir nanti gerakan Roh Allah akan terjadi secara
dahsyat dan Allah akan mencurahkan RohNya (Kis. 2;17-19) di atas segala
manusia. Gerakan Allah saat ini terjadi di mana-mana, Tuhan sedang
membuat perkara besar. Dia menjaga pekerjaanNya, jika Tuhan yang memulai
Tuhan juga yang akan menyempurnakanNya. SasaranAllah ialah membawa banyak
orang menggabungkan diri menjadi umatNya.
|
|
2.
|
Manusia (umat Tuhan).
Jikalau umat manusia saja dapat Dia pelihara, apakah lagi kita umat yang
menjadi biji mataNya. Allah juga menghadirkan Yesus Kristus di kayu salib
supaya mengalir rahmat dan anugerah bagi manusia. Karya atau perbuatanNya
bagi manusia boleh dikatakan spektakuler, dan kalau karya spektakuler
saja bisa Dia buat apakah lagi soal makan dan minum (Mat. 6:25). Dia memagari tubuh, jiwa dan roh kita. Kita harus
memiliki keyakinan bahwa hanya Tuhan sendiri yang sanggup memelihara dan
menjaga hidup kita.
|
|
3.
|
Allah memagari apa
yang kita miliki. Apa yang kita miliki Dia juga pagari dengan tembok
berapi. Dalam ayat 4 dikatakan tentang “hewan” di dalamnya.
Hewan berbicara tentang milik (harta). Mungkin anda seorang pengusaha,
pedagang, karyawan, atau karyawati. Apa yang ada sekarang ada, atau
segala sesuatu yang Allah berikan pada kita, Dia akan pagari dengan
tembok berapi. Kalau sudah begitu, siapa yang berani menjamahnya?
|
Kristuslah tembok berapi itu, mak pagari
hatimu supaya tidak takut dan ada damai di tengah keadaan yang menakutkan.
Jika Dia kita andalkan, maka kita akan melihat hari-hari ke depan yang
penuh dengan kemenangan. (Ariel)
|