|
Hari-hari sekarang ini banyak sekali
orang yang menggantungkan hidupnya kepada hal-hal yang sifatnya duniawi,
tak terkecuali dengan orang Kristen. Orang sering menggantungkan hidupnya
kepada kekayaannya, jabatannya, atau pangkatnya. Dalam pandangan banyak
orang hal-hal seperti itu bisa membuat mereka berbahagia.
Tetapi kenyataannya bisa kita lihat,
banyak sekali orang yang hartanya melimpah tetapi di dalam hidupnya tidak
ada kedamaian. Kekayaannya justru membuat dia gelisah, stress dan
lain-lain. Tetapi, tidak membuat orang kapok, sebaliknya rela
“menjilat” demi mendapatkan yang diinginkannya.
Dalam pembacaan renungan hari ini, Tuhan
mengingatkan supaya kita selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap apa yang
kita kerjakan dan rencanakan, dan percayalah bahwa Tuhan tidak akan
mengecewakan kita sebagai anak-anakNya. Mengandalkan Tuhan bukan berarti
kita tidak bekerja dan biarlah Tuhan saja yang mengerjakannya bagi kita,
sedangkan kita tidur-tiduran saja.
Memang Tuhan pernah bilang bahwa “Sia-sialah
kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti
yang diperoleh dengan susah payah sebab Ia memberikannya kepada yang
dicintaiNya pada waktu tidur” (Mzm.127:2). Mengandalkan Tuhan itu
berarti bahwa kita menyerahkan seluruhnya kepada Tuhan. Karena kalau
rencana Tuhan yang jadi pasti itu yang terbaik bagi kita. Seperti doa Yesus
di taman Getsemani, yang menyerahkan semuanya kepada Bapa (Mat. 28:39).
Percayalah bahwa Tuhan tidak akan
membiarkan kita. Karena bila kita percaya kepada Tuhan dan menyerahkan
seluruh pergumulan dan rencana kita kepadaNya, maka Tuhan akan menuntun
kita kepada rencanaNya yang indah dalam hidup kita. Janji-janji Tuhan akan
di genapi dalam kehidupan kita, dan percayalah bahwa Tuhan pasti akan
menepati janjiNya. Dia bukanlah pribadi yang seringkali ingkar janji,
tetapi kita akan menerima janji-janji Tuhan itu apabila kita hidup menurut
rencanaNya dan selalu mengandalkan Tuhan dalam segala hal. (FL)
|