saya jadi Ingat sebuah hadis kudsi yg diriwayatkan oleh Ja`far ash-Shadiq 
-masih keturunannya-; Kami turunkan kepada manusia dua rasul (utusan); rasul 
lahir yaitu para nabi (termasuk Nabi saw dan wahyu yg dibawanya) dan akal.
   
  dgn akalx saja sebenarnya manusia bisa sampai pada kebenaran, krnx sekalipun 
tinggal sendirian di pedalaman hutan Amazon taklif (kewajiban beragama) tetap 
akan ada. Tuhan akan tetap bertanya (meminta pertanggungjawaban) kenapa ia 
beragama atau tidak beragama.
   
  ini sesuai dgn hadis Nabi Saw,  tidak beragama orang yg tidak menggunakn 
akalnya (laa dina liman laa aqla lahu)
   
  Cak Nur -almarhum- pernah mengatakan; -kurang lebih- Islam itu agam rasional 
bahkan sangat menganjurkan penggunaan akal untuk menemukan kebenaran, tapi jgn 
pernah terjebak pada rasionalisme dimana akal dijadikan sebagai segala2x
   

temon_brangti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Terima kasih atas pernyataan ketololannya. Kita berdua tidak berada 
pada zaman dimana Qur'an dikumpulkan. Sangatlah gegabah menyimpulkan 
sahabat utsman sebagai seorang yang berkhianat pada amanat 
rasulullah.

Bila Anda meragukan pengetahuan saya, sungguh sangat wajar karena 
saya memang terbatas dan bolehlah dikatakan sama sekali bodoh. 
Sungguh jauh berbeda dengan saudara as as yang berwawasan luas dan 
mumpuni. Tapi karena Al-qur'an yang anda ragukan kebenarannya, 
biarlah Al-Qur'an sendiri yang menjawabnya.

Q. S Al-Hajj :
Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang. (75) 
Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu 
mengetahui, (76) sesungguhnya Al Qur'an ini adalah bacaan yang 
sangat mulia, (77) pada kitab yang terpelihara [Lauh Mahfuzh], (78) 
tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan. (79) 
Diturunkan dari Tuhan semesta alam. (80) Maka apakah kamu menganggap 
remeh saja Al Qur'an ini?, (81) kamu [mengganti] rezki [yang Allah 
berikan] dengan mendustakan [Allah]. (82) Maka mengapa ketika nyawa 
sampai di kerongkongan, (83) padahal kamu ketika itu melihat, (84) 
dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu. Tetapi kamu tidak 
melihat, (85)

Q.S Al-Baqarah :
Alif laam miim . (1) Kitab [Al Qur'an] ini tidak ada keraguan 
padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa , (2) [yaitu] mereka 
yang beriman kepada yang ghaib yang mendirikan shalat [6] dan 
menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, 
(3) dan mereka yang beriman kepada Kitab [Al Qur'an] yang telah 
diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu 
serta mereka yakin akan adanya [kehidupan] akhirat. (4) Mereka 
itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah 
orang-orang yang beruntung (5)

Dan jika kamu [tetap] dalam keraguan tentang Al Qur'an yang Kami 
wahyukan kepada hamba Kami [Muhammad], buatlah satu surat [saja] 
yang semisal Al Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain 
Allah, jika kamu orang-orang yang benar. (23) Maka jika kamu tidak 
dapat membuat [nya] dan pasti kamu tidak akan dapat membuat [nya], 
peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, 
yang disediakan bagi orang-orang kafir. (24)

Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk 
atau yang lebih rendah dari itu Adapun orang-orang yang beriman, 
maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, 
tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan 
ini untuk perumpamaan?" Dengan perumpamaan itu banyak orang yang 
disesatkan Allah dan dengan perumpamaan itu [pula] banyak orang yang 
diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali 
orang-orang yang fasik, (26) [yaitu] orang-orang yang melanggar 
perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa 
yang diperintahkan Allah [kepada mereka] untuk menghubungkannya dan 
membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi. 
(27) Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, 
lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-
Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan? (28)

Asy-Syuaraan:
Thaa Siin Miim (1) Inilah ayat-ayat Al Qur'an yang menerangkan. (2) 
Boleh jadi kamu [Muhammad] akan membinasakan dirimu, karena mereka 
tidak beriman. (3) Jika Kami kehendaki niscaya Kami menurunkan 
kepada mereka mu'jizat dari langit, maka senantiasa kuduk-kuduk 
mereka tunduk kepadanya. (4) Dan sekali-kali tidak datang kepada 
mereka suatu peringatan baru dari Tuhan Yang Maha Pemurah, melainkan 
mereka selalu berpaling daripadanya. (5) Sungguh mereka telah 
mendustakan [Al Qur'an], maka kelak akan datang kepada mereka 
[kenyataan dari] berita-berita yang selalu mereka perolok-olokan. 
(6) 

Maka karena itu serulah [mereka kepada agama itu] dan tetaplah 
sebagaimana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa 
nafsu mereka dan katakanlah: "Aku beriman kepada semua Kitab yang 
diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara 
kamu. Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami 
dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan 
kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah kembali 
[kita]" (15)

Beberapa fakta tentang Qur'an yang saya tahu adalah bahwa setelah 
Rasulullah wafat, ada 4 salinan Al-qur'an yang ditulis dengan dialek 
masing-masing penyalinnya, salah satunya adalah Ummul Mukminin Hafsa 
ra. Pada awalnya Rasulullah mengizinkan shabat menulis dengan dialek 
mereka masing-masing tapi kemudian dialek itu malah dikhawatirkan 
dianggap Qur'an yang asli. Karena alas an itulah Ustman mambakar 
ketiga salinan dan menyusun Qur'an berdasarkan sumber yang terdekat 
dengan Rasulullah yaitu Ummul Mukminin Hafsa ra. 

Sejak saat itu, untuk tetap menjaga keaslian Al-Qur'an, Walaupun 
diterjemahkan dalam bahasa apapun, bahasa asli Al-Qur'an akan tetap 
terpelihara.

Al Hajj :
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya 
Kami benar-benar memeliharanya . (9)

Sekali lagi terima kasih saudara As as karena membuat saya semakin 
sadar kalau manusia begitu jauh dari pemahaman terhadap diri dan 
sejarahnya. Maafkan kelancangan saya yang bodoh ini.

Memasuki Bulan suci Ramadhan ini saya juga bermaksud meminta maaf 
pada semua anggota milis bila ada perkataan saya yang tidak pada 
tempatnya. Semoga semua hati dilapangkan.

--- In [email protected], as as <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kamu, Selo, memang tolol, sama dengan para fanatikus lain yang 
memikir dengan dengkul tanpa menggunakan otak dan perasaan yang 
dikaruniakan oleh Allah.
> 
> Allah, adalah Tuhan saya yang melindungi saya dan yang selalu 
menolong saya..
> 
> Kamu, pasti tak pernah belajar, bagaimana mushaf itu dikumpulkan. 
Semula ada banyak mushaf, lalu dibentuk panitia, lalu disodorkan 
hanya satu mushaf, sedang mushaf lain dimusnahkan. Usman diprotes 
oleh sahabat Rasulullah, ialah Abu Dzar al Ghifari yang sangat 
jujur, tapi, hasilnya, Abu Dzar justru dimakzulkan oleh Usman. Bukti 
campur tangan Usman yang tidak bertanggung jawab.
> 
> Pada waktu ini ada mushaf yang dimiliki kaum syi'ah di pedalaman, 
yang lain daripada mushaf Usmani.
> 
> Rasulullah tidak pernah mengajarkan mengenai rukun iman. Rukun 
iman disusun oleh ulama kemudian, yang juga, beda dengan rukun 
imannya kaum syiah. Saya sendiri bukan syiah.
> 
> Ulama o'on, yang .membuat kriteria murtad seperti yang kamu anut 
itu.
> 
> Allah , tentu tak pernah bikin ayat yang mendukung perkawinan Nabi 
dengan Hafsah.
> 
> Dan ratusan ayat yang perlu ditinjau kembali.
> 
> Orang2 o'on juga meyakini kalau kepala Rajamala itu dapat memberi 
berkah secara ainul yakin dan ilmul yakin, sama seperti cara kamu 
meyakini yang identik dengan para fanatikus lainnya, yang akan 
mendirikan negara khilafah di Indonesia.
> 
> Saya tidak bodoh seperti yang kamu katakan. Kamulah, terbukti 
bodoh, yang berfikir menggunakan dengkul.
> 
> Bumi yang dihamparkan itu, pasti tidak bulat, tolol, terbukti lagi 
kamu tak bisa berfikir jernih.
> 
> Kamu cuma yakin seperti fir'aun yakin, penuh kesombongan, tidak 
menggunakan akal dan perasaan.
> 
> 
> temon_brangti <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote: Anggaplah saya memang tolol, 
pada kenyataann ya memang sedikit 
> sekali yang saya tahu dari dunia dan diri saya sendiri. Lalu apa 
> yang Kau tahu tentang Allah?
> 
> Kau begitu yakin bahwa Allah tidak mungkin memaparkan semua itu, 
> lalu yang mana yang kau sebut murtad ? murtad dari sudut pandang 
> siapa? Bagi setiap muslim, menafikan salah satu dati rukun Iman, 
dan 
> salah satunya adalah iman terhadap kitab sudah cukup 
dikategorikan 
> tidak beriman.
> 
> Tentu saja saya yakin (ilmul yakin) tentang apapun yang tertera 
di 
> Qur'an. Sesuatu diyakini secara keilmuan/ pengetahuan yang 
> disodorkan, penglihatan (ainul yakin) dan keyakinan yang dialami 
> sendiri (haqul yakin). 
> 
> Kenallah dirimu sendiri bila kau ingin mengenal Tuhan, tapi bila 
kau 
> mengira telah mengenal Tuhan maka satu-satunya yang kau ketahui 
> adalah kenyataan bahwa dirimu sangatlah bodoh.
> 
> Oh, ya, sejauh yang saya baca dari Al-Qur'an saya belum pernah 
> membaca bahwa Allah menyatakan bumi datar. Yang pernah saya baca 
di 
> An-Naba adalah Bumi yang dihamparkan, itu bukan berarti datar. 
> Mungkin yang juga harus anda benahi adalah kemampuan menangkap 
makna.
> 
> bukti apa yang kau punya as as ?
> 
> "Dan walaupun berkumpul seluruh manusia dan Jin mencoba membuat 
> sesuatu seperti Al-Qur'an maka tak akan mungkin mereka bisa 
> melakukannya walau seayatpun"
> 
> Wallahu a'lam
> Wa astaghfirullah
> 
> --- In [email protected], as as <as2004as_as@> wrote:
> >
> > Selanjutnya Selo
> > Apakah kau akan murtad bila terbukti itu semua buatan manusia ?
> > Itulah suatu kelemahan, Selo
> > Artinya kau sama sekali tidak menghargai semua upaya Rasulullah.
> > Aku tak akan murtad, meskipun itu bukan wahyu.
> > Aku sangat menghargai dan menjunjung tinggi semua efforts 
beliau.
> > 
> > as as <as2004as_as@> wrote: Hehehe
> > Kok marah
> > Emangnya sudah baca sampai katam apa belum.
> > Kalau sudah
> > Apa mungkin Allah bilang bumi ini datar
> > Apa mungkin Allah bilang
> > Malaikat itu sayapnya dua dua atau tiga tiga
> > Apa mungkin Allah bilang
> > bintang terletak pada langit yang dekat
> > meteor untuk nglempar setan.
> > Pakai akal yang diberi Allah, Selo
> > Jangan cuma taklid ama ulama o'on.
> > 
> > temon_brangti <temon_brangti@> wrote:
> > APA YANG KAU MAKSUD KARANGAN MANUSIA 
DAN 
> KEBOHONGAN PUBLIK ?!!!
> > HATI-HATI AS AS, ANDA MULAI MEMBUKA KEDOK ANDA SENDIRI DAN 
> TELUNJUK 
> > MALAH AKAN TERTUJU PADAMU SENDIRI
> > --- In [email protected], as as <as2004as_as@> wrote:
> > >
> > > Sudah jelas karangan manusia, kok diakukan sebagai wahyu.
> > > Istilah zaman sekarang adalah 'pembohongan publik'.
> > > 
> > > qalam26 <[EMAIL PROTECTED]> 
> > wrote: 
> > &#61641;&#61519;&#61683;&#61601;&#61646;&#61488; 
> > &#61611;&#61473;&#61476;&#61475; 
> > 
> 
&#61639;&#61536;&#61627;&#61557;&#61512;&#61687;&#61553;&#61607;&#615
> > 81;&#61497;&#61476;&#61475; 
> > 
> 
&#61641;&#61519;&#61578;&#61647;&#61549;&#61607;&#61581;&#61497;&#614
> > 76;&#61475; &#61639;&#61642;&#61640;
> > > 
> > > KEDUDUKAN WAHYU DAN AKAL
> > > 
> > > Manusia adalah mahluk yang memiliki akal. kecerdasan akal 
> > > manusialah yang telah menempatkan manusia pada posisi yang 
> mulia 
> > di 
> > > dunia dibandingkan dengan hewan dan tumbuhan. Dengan 
kemampuan 
> > akal 
> > > inilah manusia dapat mengembangkan ilmu alam dan teknologi. 
> Namun 
> > > akal tidak serta merta mampu membuat manusia memahami 
hakikat 
> > > eksistensinya. Hakikat eksistensi manusia tidak dapat di 
capai 
> > dengan 
> > > menggunakan refleksi dan perenungan rasional semata. 
> > > Hikmah dibalik eksistensi manusia didunia tidak pernah 
bisa 
> > > difahami dan dicapai dari penalaran rasional belaka dan 
> imajinasi 
> > > hawa nafsu, oleh karenanya manusia seringkali tersesat 
dalam 
> > memahami 
> > > fenomena alam seperti gunung matahari dan bulan yang mereka 
> > anggap 
> > > sebagai sesembahan dan tuhan. Mungkin saat ini manusia 
> menyembah 
> > > Materi (uang, Harta, Sex dan kekuasaan).
> > > Manusia juga tersesat dalam memaknai posisi dan 
kedudukannya 
> > dirinya 
> > > didunia, ia beranggapan bahwa dunia hanyalah untung-rugi 
> > material, 
> > > tujuan menghalalkan cara, yang kuat yang bertahan yang 
lemah 
> > > terseleksi oleh alam, hak ada dalam kekuasaan, Tujuan hidup 
> > adalah 
> > > kehendak berkuasa, hidup adalah mencari kenikmatan. Sekali 
> lagi 
> > semua 
> > > ini tidak memiliki dasar apapun kecuali hawanafsu manusia 
yang 
> > > dikokohkan oleh akal. 
> > > Akal merupakan ciptaan tuhan, karena tidak mungkin 
> keteraturan 
> > yang 
> > > amat mendetail hingga tingkat matematis dari hukum alam itu 
> ada 
> > > kecuali dengan adanya tuhan sebagai pencipta dan pengatur 
> > sekalian 
> > > alam beserta hukum-hukumnya.
> > > 
> > > Manusia tidak menciptakan dirinya sendiri dan tidak 
tercipta 
> dari 
> > > ketiadaan
> > > 
> > > &#61687;&#61520;&#61554;&#61478; 
> > 
> 
&#61480;&#61475;&#61553;&#61664;&#61481;&#61646;&#61501;&#61668;&#615
> > 62; &#61684;&#61536;&#61647;&#61506; 
> > &#61646;&#61582;&#61686;&#61581;&#61560;&#61678; 
> > &#61502;&#61668;&#61683;&#61651;&#61560;&#61611; 
> > &#61687;&#61520;&#61554;&#61478; 
&#61667;&#61518;&#61672;&#61540; 
> > 
> 
&#61594;&#61539;&#61553;&#61664;&#61481;&#61646;&#61501;&#61627;&#615
> > 61;&#61570;&#61688;&#61497;&#61476;&#61475; 
> > &#61639;&#61644;&#61646;&#61640; 
> > > 35. Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah 
mereka 
> yang 
> > > menciptakan (diri mereka sendiri)?
> > > 
> > > Hakikat dari eksistensi manusia hanya dapat difahami dengan 
> > > perantaraan wahyu dari tuhan (Alloh.SWT). Filsafat yang 
dibuat 
> > oleh 
> > > manusia sebagi upaya pencarian makna dan hikmah dari 
> eksistensi 
> > > manusia tidak akan mencapai suatu kepuasan dan ketetapan 
hati, 
> > karena 
> > > akal tidak berfungsi untuk menetapkan hukum dan penetapan 
> makna 
> > hidup,
> > > yang berhak menentukan hukum dan makna hidup adalah tuhan 
dan 
> > tuhan 
> > > tidak membiarkan ciptaannya itu hidup tanpa di beri 
petunjuk 
> > (wahyu).
> > > 
> > > &#61476;&#61556;&#61506;&#61557;&#61554; 
> > 
&#61664;&#61517;&#61688;&#61481;&#61550;&#61501;&#61561;&#61562; 
> > 
&#61603;&#61536;&#61637;&#61543;&#61688;&#61498;&#61476;&#61475; 
> > 
> 
&#61565;&#61607;&#61522;&#61517;&#61565;&#61476;&#61475;&#61557;&#615
> > 54; &#61598;&#61559;&#61646;&#61481; 
> > 
> 
&#61640;&#61538;&#61554;&#61663;&#61577;&#61671;&#61495;&#61687;&#616
> > 72;&#61557;&#61579;&#61647;&#61497; 
> > &#61639;&#61646;&#61647;&#61640; 
> > > 56. dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan 
supaya 
> > mereka 
> > > mengabdi (menyembah) kepada-Ku.
> > > 
> > > Manusia dan akalnya diciptakan oleh tuhan untuk menjalankan 
> > syariat, 
> > > hukum dan mengibadahi tuhan. Dan tidak perlu lagi manusia 
> membuat-
> > > buat makna dan hukum selain yang telah ditetapkan oleh 
alloh. 
> > Akal 
> > > diciptakan oleh tuhan agar manusia dapat memahami Wahyu dan 
> bukan 
> > > untuk menentang dan menandingi wahyu. 
> > > Salah satu produk akal adalah filsafat, pada batas-batas 
> > > tertentu filsafat mungkin berarti, tapi filsafat sebagai 
> bentuk 
> > > pencarian eksistensi kehidupan manusia secara umum dan 
mutlak 
> > adalah 
> > > suatu bentuk kesalahan. Karena makna hidup tidak dapat 
> difahami 
> > oleh 
> > > akal yang terlepas dari bimbingan wahyu dan petunjuk alloh. 
> > > Katakan siapa yang lebih memahami akan hakikat dan makna 
> hidup ?
> > > apakah manusia? Alam ?
> > > Atau Pencipta manusia dan Alam yang selalu mengawasi 
manusia 
> > diatas 
> > > langit?
> > > Apakah mahluk yakni akal dapat menghakimi tuhan sebagai 
> pencipta 
> > > dirinya? 
> > > 
> > > &#61594;&#61529;&#61550;&#61501;&#61561;&#61563; 
> > 
> 
&#61562;&#61536;&#61627;&#61564;&#61601;&#61523;&#61517;&#61565;&#614
> > 76;&#61475; &#61536;&#61647;&#61506; 
> > 
&#61495;&#61552;&#61560;&#61695;&#61685;&#61660;&#61596;&#61522; 
> > &#61475;&#61555;&#61580;&#61646;&#61482;&#61555;&#61689; 
> > &#61557;&#61553;&#61672;&#61540; 
> > &#61650;&#61519;&#61579;&#61637;&#61633;&#61561;&#61562; 
> > &#61655;&#61691;&#61692;&#61646;&#61495;&#61589;&#61506; 
> > &#61639;&#61645;&#61640; 
> > > 4. Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia 
> menjadi 
> > > pembantah yang nyata.
> > > (An-Nahl: 4)
> > > 
> > > Itulah sebuah tragic dimana mahluk yang berasal dari air 
yang 
> > > hina (mani), lalu mencoba melawan tuhan dengan akal yang 
juga 
> > > ciptaannya? Sungguh ironis...
> > > Kadang aku melihat filsafat sebagai upaya perlawanan 
manusia 
> > terhadap 
> > > tuhan, yakni dengan mengklaim bahwa akalnya dapat mencapai 
> > kebenaran 
> > > dan esensi dari eksistensi tanpa bimbingan tuhan (wahyu/Al-
> > quran). 
> > > Lalu sebuah kesombongan besar dari manusia dengan 
mengatakan 
> > > bahwa rasio adalah pusat dari keberadaannya (RASIONALISME), 
> dan 
> > > menjadi tolak ukur dari segala sesuatu.. yakni moral, etika 
> dan 
> > hukum.
> > > Sekali lagi semua itu adalah sebuah kesombongan manusia, 
ia 
> > > menganggap dirinya serba cukup 
> > > 
> > > &#61512;&#61560;&#61560;&#61486; •&#61538;&#61646;&#61481; 
> > 
> 
&#61562;&#61536;&#61627;&#61564;&#61601;&#61523;&#61517;&#61565;&#614
> > 76;&#61475; 
> > 
> 
&#61475;&#61651;&#61560;&#61686;&#61684;&#61660;&#61557;&#61578;&#615
> > 55;&#61497; &#61639;&#61647;&#61640; 
&#61538;&#61554;&#61478; 
> > &#61671;&#61550;&#61475;&#61557;&#61668;&#61607;&#61585; 
> > 
> 
&#61475;&#61651;&#61551;&#61535;&#61688;&#61683;&#61556;&#61511;&#616
> > 83;&#61593;&#61476;&#61475; &#61639;&#61648;&#61640; 
> > > 6. Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui 
> batas,
> > > 7. karena Dia melihat dirinya serba cukup. (al-Alaq 6-7)
> > > 
> > > Manusia telah melampaui batas karena menganggap akalnya 
dalam 
> > > bentuk filsafat itu cukup dan mampu mencapai kebenaran 
tanpa 
> ada 
> > > bimbingan dari Alloh. Atau ia melampaui batas karena ia 
telah 
> > > menggagap wahyu dari tuhan ini tidak sempurna sehingga ia 
> perlu 
> > untuk 
> > > mencari-cari lagi akan kebenaran dan makna hidup dari yang 
> diluar 
> > > wahyu yakni akalnya (filsafat). 
> > > Tuhan menciptakan akal bukan untuk menentang dan menyerang 
> wahyu 
> > > atau menciptakan aturan hukum sendiri yang terlepas dari 
> petunjuk 
> > > tuhan (wahyu). Tapi akal diciptakan Tuhan agar manusia 
manusia 
> > mampu 
> > > memahami dan menjalankan aturan dan hukum yang ada didalam 
> wahyu 
> > > tersebut. 
> > > Sungguh filsafat adalah jalan panjang yang gelap, rumit 
dan 
> > > berliku-liku sangat mengerikan dimana kita terjebak dalam 
> sebuah 
> > > imajinasi dari penulis yang tidak berujung pangkal, mengapa 
> kita 
> > > tidak mencari jalan yang mudah yakni ISLAM DAN SUNNAH.
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > ---------------------------------
> > > Boardwalk for $500? In 2007? Ha! 
> > > Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's 
economy) 
> at 
> > Yahoo! Games.
> > >
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > ---------------------------------
> > Ready for the edge of your seat? Check out tonight's top picks 
on 
> Yahoo! TV. 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > ---------------------------------
> > Boardwalk for $500? In 2007? Ha! 
> > Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) 
at 
> Yahoo! Games.
> >
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ---------------------------------
> Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! 
Travel.
>



                         

       
---------------------------------
Building a website is a piece of cake. 
Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online.

Kirim email ke