Wawancara dengan seorang aktivisMarxis Tiongkok (3) Oleh José Ruiz Andrés,
Beijing(China) 20/06/15 Politik Internasional J.R.Andres: Tkk berangsur-angsur menjadisebuah kekuatan besar dalam masalah politik internasional, termasuk didaerah-daerah jauh seperti Amerika Latin atau Afrika. Itu membangkitkankecurigaan di Eropa, dari pihak “kelas yang berkuasa” dan juga dari kalangan “kiri”.Apakah Tkk sebuah kekuatan imperialis? Hongbing: Tak diragukan lagi, Tiongkokakan menjadi kekuatan kapitalisme besar, mengingat bobot ekonomi, pengaruhgeografis dan penduduknya. Tiongkok sudah mulai mengeksport, kenyataannyasudah merupakan negeri exportir terbesar di dunia, tidak saja eksport produkdan manufaktur tapi juga modal, ke negeri-negeri maju dan yang sedangberkembang. Saya mengkategorisasi Tkk sebagai kekuatan kapitalis yang sedangberkembang, artinya sedang berkembang ke arah kekuatan kapitalis besar. Namun,Tkk masih berbeda dengan negeri-negeri imperialis tradisional, misalnya dalamhubungannya dengan tingkat“savoir-faire” (“kecakapan”) dan perkembangan teknologi asli-nya sendiri. Dalamhal ini masih cukup jauh dibanding dengan ekonomi besar negeri-negeri maju.Meskipun kekuatan militerTiongkok sedang berkembang cepat, masih jauh ketinggalan dari AS danlagi pula tidak memiliki kekuatan cukup untuk beroperasi di negeri-negeri yangjauh letaknya. Tatiana: Kenyataan tahun 2016menunjukkan Tiongkok terus mengembangkan kekuatan militernya untuk menghadapiAS yang sudah tentu tidak akan mau dengan suka rela menyerahkan posisihegemoninya dalam ekonomi dan perdagangan dunia. “Pivot” (peralihan titikberat) strategis AS dari Timur Tengah ke Asia Timur menunjukkankontradiksi dan persaingan antara AS danTiongkok akan terus meningkat. Agresivitas AS dihadapi Tiongkok denganmemperkuat dirinya secara militer dan terus berusaha menguasai ekonomi danperdagangan di Asia. Klaim Tkk atas Laut Tkk Selatan telah menimbulkan gesekandengan Filipina, Vietnam, Malaysia dan Brunei. “Dunia sudah berkembang dansituasi lain dari pada abad yang lalu” selalu digunakan kaum revisionis sebagaialasan untuk “menelanjangi’ rakyat dari senjata ampuhnya, yaitu teorirevolusioner Marxisme-Leninisme-FMTT. Padahal penindasan dan penghisapan justrusemakin dalam dan meluas, perang agresi imperialis terus berkobar, tapi kaumrevisionis mengharapkan rakyat menerima penghisapan sebagai sesuatu yangbermanfaat dan diperlukan bahkan untuk membangun “sosialisme dengan ciri Tkk”. J.R. Andres: Kaum kiri di Eropa sekarangterpecah dalam menghadapi berbagai konflik internasional, misalnya: Ukrania,Suriah, Revolusi Berwarna, Semi Arab… Juga “Revolusi Payung” atau “Revolusi Bunga Matahari” menjadi sumber perpecahan. Bagaimana posisi anda berkaitan dengangerakan-gerakan tersebut? Apa sama dengan gerakan seperti di Xinjiang atauTibet? Hongbing: Krisis sosial ekonomisekarang berakar dalam sekali dalam sistim kapitalis. Kaum muda, grup minoritasetnis atau minoritas opsi gender sangat terpukul dan tertindas oleh sistim ini.Setelah gerakan komunis di abad yang lalu ambruk, ideologi borjuis dandoktrin-doktrin liberalnya terus mendominasi pikiran mayoritas orang. RevolusiPayung di Hongkong dan Revolusi Bunga Matahari di Taiwan mencerminkan kemarahanbesar terhadap ketidak-adilan sistim ini, tapi mereka tidak menggunakan metodeyang tepat untuk menghadapi masalah-masalah ini. Mereka tidak mengakui bahwakelas buruh adalah kekuatan perubahan pokok dalam sistim yang sekarang ini dangerakan ini hidup berkat mahasiswa tertentu dan penipuan borjuis kecil. By theway, di gerakan-gerakan itu juga terdapat unsur-unsur diskriminasi, misalnya,wacana yang bersangkutan dengan orang Tiongkok daratan. Tapi saya pikir Revolusi Payung dan Revolusi Bunga Matahari sangatberbeda dengan gerakan di Xinjiang dan Tibet. Yang pertama adalah gerakansocial yang secara relatif bersifat otonom sedangkan yang terakhir adalahgerakan nasional yang sangat dipengaruhi oleh AS dan imperialisme Barat. Sayapikir seorang sosialis harus mendukung semua yang tertindas (kaum muda, grupminoritas etnik, minoritas dengan orientasi gender) dan hak-hak dasar mereka.Kita harus menunjukkan solidaritas dan memberi bimbingan kepada perjuangan ituguna mencapai hari depan sosialis. Yang tidak boleh kita lakukan adalahmendukung separatisme pro-Barat yang disubsidi oleh imperialisme Amerika yangtuntutannya sudah tentu bertentangan dengan keadilan social dan sosialisme. J.R. Andres: Mari kita bicara tentangafinitas/kesamaan dengan gerakan di negeri tetangga. Apa pendapat Anda tentang pengalamansosialis di negeri-negeri Asia-Pasifik lainnya? Hongbing: Vietnam sangat mirip Tiongkok, di situ juga terjadi restorasikapitalisme yang mula-mula terjadi di Tiongkok. Terdapat perbedaan besar dankecil antara kedua negeri itu, tapi tidak ada perbedaan hakekat. Dewasa inipolitik ekonomi Vietnam sangat berhubungan dekat dengan politik ekonomi Tkk,bukan soal objetivitas atau subjetivitas. Gerakan Maois di Nepal merupakanpercobaan positif untuk pembebasan kelas rakyat di sebuah negeri terbelakangmelalui perjuangan bersenjata. Namun, sekarang kaum Maois Nepal sudah menyerahkansenjata dan dengan suka rela tenggelam dalam sistim kapitalis. Ini merupakansebuah pelajaran sangat penting bagi kaum revolusioner lainnya, khususnya kaumMaois di India. Tatiana: Dihentikannya dengan suka rela Perang Rakyat di Nepal olehklik pimpinan revisionis pimpinanPrachandra memberi bukti lagi bahwa tidak ada yang dinamakan “sekali komunistetap komunis, sekali Maois tetap Maois”. Lawan debat saya bisa mengejek “ah,lagi-lagi revisionis!”. Namun kenyataannya memang begitu. Bukannya percuma atautanpa alasan Mao menganggap revisionisme lebih berbahaya dari pada dogmatisme.Siapa yang mau melihat kenyataan dan menganalisanya dengan menggunakan teoridan praktek Marxis, Leninis dan Maois, pasti akan mengerti betapa bahaya danjahatnya revisionisme itu. Perang Rakyat di Nepal tidak gagal, tapi dimatikanoleh pimpinan revisionis. J.R.Andres: Kalaubegitu, kaum Naxalit adalah satu-satunya harapan untuk sebuah revolusi diIndia? Hongbing: (Tertawa). Saya tidak tahu banyak tentang kaum Maois (Naxalit) diIndia, tapi saya sangat mengagumi semua saudari dan saudara pejuang yang sedangberjuang untuk kaum tani. Saya pikir metode revolusi di pedesaan dapatditerapkan di segala daerah pedesaan di India yang tidak pernah mengalamireforma agraria dan bahkan dalam banyak aspek masih dalam rejim feudal. Tapi,sepanjang pengetahuan saya, kaum Maois di India tidak punya hubungan kuatdengan kelas buruh di daerah perkotaan. Mungkin ada dukungan dari kalangan kaumintelektual, tapi bukan dari kaum buruh yang terorganisasi. Dalamindustrialisasi dan globalisasi sekarang, di dunia-pasar ini, bagaimana sebuahmetode revolusioner dari abad lalu dapat sampai/diterapkan merupakan masalahbesar bagi semua kaum revolusioner sedunia. J.R. Andres: Bagaimana pendapat anda tentangkrisis politik di Uni Eropa sekarang ini? Hongbing: Pertama, saya pikir krisis di Eropa adalah krisis politik dan jugakrisis ekonomi. Pada pokoknya disebabkan oleh kegagalan sistim kapitalis dan politik neo-liberal. Uni Eropa adalahsalah satu kekuatan hegemoni internasional yang dipimpin negeri-negeriimperialis (Jerman, Perancis, dll) untuk memenuhi tuntutan kaum kapitalisglobal. Tapi, dari permulaan sudah ada kontradiksi di dalam EU: ada negerikaya dan negeri miskin, kepentingan klas kapitalis dan kepentingan rakyatpekerja, di samping korupsi terdapat nasionalisme, rasisme, masalah lingkungandan perbedaan kebudayaan. EU juga sarana kaum kapitalis eropa untuk menghisapbenua lain, sumber alam dan rakyatnya, dan bersaingan dengan AS dan kekuatanregional dan dunia lainnya. Ketika meletus krisis financial tahun 2008,terungkaplah masalah dan soal-soal itu, tapi kelas yang berkuasa ingin menolongdirinya sendiri dengan melempar beban ekonomi dan social di atas pundak kelasrakyat dan apa yang dinamakan PIIGS (Portugal, Irlandia, Itali, Greece (Yunani)dan Spanyol). Kelas rakyat di Eropa berjuang untuk kelangsungan hidup danhak-haknya. Tetapi, disebabkan oleh “kiri”yang sudah “dijinakkan” dan despolitisasi atau kesadaran social dan ideologiyang rendah, sampai hari ini pertempuran tidak dimenangkan, meskipun terdapatpercobaan-percobaan tertentu yang berhasil dalam pengorganisasian di satunegeri atau di seluruh benua. Misalnya, kita bersorak menyaksikan manifestasi dan pemogokan di Yunani, Spanyol, Itali dan negeri lain. Awal tahun2015, di Yunani aliansi kiri radikal, Syriza, walaupun menang di pemilu dandapat membentuk pemerintah, tidak mendatangkan sosialisme. Malah berkompromidengan establishment dan troika (EU, FMI dan BCE). Tapi paling sedikit mewakilikemarahan dan tuntutan kaum pekerja di Eropa. Eropa adalah tempat kelahiransosialisme dan gerakan komunis. Saya harap krisis kapitalis dapat berubahmenjadi kemungkinan untuk sosialisme dan pemulihan kesadaran ideology kelasburuh Eropa. Tatiana: Kelihatan di sini Hongbing seorang aktivis Marxis yangserius, optimis dan tinggi komitmentnya. Celakanya, di Eropa masih berdominasi “kiri” yang sudah “dijinakkan”,sehingga situasi objektif yang diciptakan oleh krisis berkepanjangan masihbelum bisa dimanfaatkan sepenuhnya untukmemajukan dan mempercepat terbangunnya gerakan rakyat militant.
