Human Trafficking NTT Disorot Dalam Seminar Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Bali October 29, 2016 http://flobamoradewata.com/author/humas/
Denpasar (flobamoradewata.com) – KASUS human trafficking atau perdagangan orang asal Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu topik yang disorot dalam forum Seminar Perdagangan Orang yang digelar Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Bali bekerjasama dengan Serikat Perempuan Indonesia (Seruni), Sabtu 29 Oktober 2016 di Aula Badan Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (BP3A) Provinsi Bali Jalan Melati Denpasar.Seminar yang dibuka Ketua KPPAD Bali A. A. Sagung Anie Asmoro, S.Sos., M.Si. itu menjadikan kasus perdagangan orang yang melibatkan kaum perempuan belia asal NTT sebagai salah satu sorotan mengemuka. Menurut Retno Dewi dari Seruni, angka pengangguran yang tinggi menjadi salah satu pemicu terjadinya eksodus buruh migran dari NTT. “Angka pengangguran di NTT mencapai angka 88 ribu orang,” ujarnya.Sementara Seruni mengoleksi data 44 korban meninggal asal NTT akibat tersangkut kasus perdagangan orang. Perempuan muda asal NTT disebutkan mudah direkrut perusahaan pengerah jasa tenaga kerja menjadi buruh migran. “Kemudahan ini akibat kemiskinan. Saya mendengar kono ada orangtua di NTT yang mau anaknya direkrut bekerja di luar negeri setelah dikasi uang Rp 1 juta,” katanya.Komisioner KPPAD Bali Yastini menambahkan, perlu kerja sama lintas provinsi, terutama Bali, NTB, dan NTT, dalam menanggulangi potensi kasus human trafficking.***
