Lho kok seperti apa yang SELALU saya bilang: infrastruktur bukan untuk 
kepentingan rakyat tapi kepentingannya kaum INVESTOR!!! Sekarang malah ditambah 
lagi: untuk memudahkan dan mempercepat OPERASI MILITER!!! 
Aktivis Papua Merdeka: Kami Tidak Butuh Infrastruktur, Kami Jalan Kaki pun 
enggak Apa-apa
Posted By: Jurnal IndonesiaPada: 26 October 2016
Mantan tahanan politik Papua Filep Karma, Wakil Ketua Setara Institute Bonar 
Tigor Naipospos dan Anggota Tim Terpadu penyelesaian kasus HAM di Papua dan 
Papua Barat Matius MuribJurnalindonesia.id – Aktivis Papua Merdeka Filep Karma 
mengakuibahwa pembangunan infrastruktur di wilayah Papua sejak era 
kepemimpinanPresiden Joko Widodo cukup pesat.

Namun iamengklaim bahwa masyarakat papua tidak membutuhkan infrastruktur.

“Kamitidak butuh Infrastruktur. Kami enggak minta jalan, kami jalan kaki pun 
enggakapa-apa,” kata Filep di Kantor Setara Institute, Jakarta, Selasa 
(25/10/2016).

Felip yangpernah ditahan karena mengibarkan bendera separatis ini justru 
menudinginfrastruktur yang dibangun pemerintah Jokowi bukan ditujukan untuk 
rakyatpapua, melainkan hanya untuk kepentingan investor.

Bahkan iamenengarai infrastruktur seperti pembangunan jalan dan bandara dibuat 
untukmemudahkan operasi militer.

“Inimemudahkan untuk operasi militer. Jadi ada operasi cepat,” kata dia.

Baca: Yang MengatakanKunjungan Jokowi ke Papua Sia-sia adalah Orang Paling 
Tidak Masuk Akal danSudah Buta Mata Hatinya

Felipmengatakan, yang dibutuhkan masyarakat Papua saat ini adalah 
jaminankeamanan dan jaminan kebebasan berekspresi serta menyatakan pendapat.

Namunsayangnya, kata Felip, itu kerap dibungkam aparat. Ia mengklaim, 
sebenarnya banyakaktivis Papua yang menolak kedatangan Jokowi di Bumi 
Cendrawasih itu.

Namunsuara mereka dibungkam aparat. Akibatnya, kesan yang muncul, Jokowi 
selalumendapatkan sambutan antusias warga ketika mendatangi Papua.

“Padahalitu sudah dikondisikan. Jadi yang mau aksi demo itu sudah diblokir,” 
kataFilep.

Filep punmenantang pemerintah untuk melakukan referendum. Dengan referendum, 
masyarakatbisa memilih apakah ingin tetap berada dalam Negara Kesatuan Republik 
Indonesiaatau merdeka dan menjadi negara sendiri.

Jikamemang mayoritas masyarakat Papua menginginkan tetap di NKRI, maka ia 
bersamaaktivis Papua merdeka lainnya berjanji akan menerima keputusan tersebut.

Tidak akanlagi ada tuntunan untuk membuat Papua merdeka dan terpisah dari NKRI.

Kirim email ke