Analysis andreflections Top 10 Misconceptionsabout Chinese Investment in Africa (Codrin Arsene)
Many peopleconsider China to be Africa’s new best friend, discovered after years and yearsof searching. Is this really the case? What are the common misconceptions aboutChinese Investment in Africa? How much of a win-win relationship is this? Whobenefits most out of this deal? Find out here. Tatiana:Pendukung “Sosialisme dengan ciri Tkk” melihat modal Tkk berbeda dengan modal Jepangatau Amerika, atau Perancis., atau modal orang-orang bule lainnya. Pokoknyamodal Tiongkok itu istimewa, maka harus disambut. Tapi tidak pernah bisamenjelaskan di mana perbedaan antara modal berbagai bangsa tersebut. Ini senafas dengan pandangan bahwakapitalisme yang diinginkan para pemodal domestic tionghoa di Indonesia adalah kapitalisme yang seirama dengan jatidirinya. Juga tidak ada penjelasan apa bedanya dengan kapitalisme yangdiinginkan oleh para pedagang Jawa, Arab atau Melayu. Apa ada juga kapitalismeyang seirama dengan jati diri Jawa, atau jati diri Arab? Ingin sekali saya tahudi mana perbedaannya pada tingkat hakekat dan inti sari. Jadi menurut pandanganitu, kapitalisme itu bisa berbeda karena grup etnik yang berbeda. Lantasbagaimana kapitalisme dalam sebuah negeri multietnik seperti Indonesia? 1. China is helping Africa achieve itsmillennium development goals by investing in its infrastructure, economicmarkets and development projects. In fact, China is not really “investing.” Most of the“Chinese investment in Africa” is actually a very well-structured program ofconcessional loans. What does that mean? China has taken the World Bank’s placein lending money to Africa. The real investment actually accounts for less than1% of China’s business in Africa. Tatiana: Barangkali ada yang bisamenunjukkan bukti bahwa penanaman modal asing dalam berbagai proyek BUKANhutang. 2. China is an equal partner who respectsand assists African states in solving their problems. False, false, and false! More than95% of all China’s programs in Africa have a clause that stipulates onebreathtaking agreement: all infrastructure-related programs are required tohave 70% Chinese contracted personnel. Only 30% of the people hired in theseinfrastructure programs are Africans. Last time I checked, equality means50-50, not 70-30. Moreover, while the African governments choose where theinfrastructure is needed, they have to pay back the money in naturalresources, and are practically forced to give employment to thousands ofChinese instead of Africans. Tatiana: Nah, apa gejala ini tidak kitadapatkan sekarang di Indonesia dengan proyek-proyek yang dibiayai Tkk? Pernahada berita yang dipostingkan yang mengungkapkan bahwa produk besi baja yang akan digunakan dalampembangunan infrastruktur datang dari Tkk. Ini merupakan bantuan besar kepadaTkk karena export bajanya menurun disebabkan karena kelesuan ekonomi di seluruhdunia sekarang ini. Artinya , di samping utang kepada Tkk, Indonesia membantuTkk juga untuk meringankan kelebihan produk besi-bajanya. Ingat dulu persainganJepang dan Tkk dalam memperebutkan proyek kereta api cepat Jkt-Bandung? Kalautidak salah ingat bunga pinjaman Tkk lebih tinggi dari pada pinjaman Jepang. Disamping itu Tkk juga minta monopoli atas jalur kereta api itu, artinyaperusahaan lain tidak boleh membangun atau mengeksplotasi jalur di sampingjalur kereta api yang dibangun Tkk. Dan permintaan itu dikabulkan. Nah, tentangburuh Tkk yang bekerja dalam proyek-proyek yang dibiayai modal Tkk sudah seringmenjadi bahan perdebatan di sini. Jelas bukan salahnya buruh itu, yang salahadalah pemeirntah Indoensia sendiri yang mengijinkan dan menerima itu dalam perjanjiannya. 3. China has helped Africa develop inthe last ten years by employing more and more Africans in business-relatedsectors. Firstly, itis true that the Chinese have helped decrease the unemployment rate in naturalresource-related programs. However, more people are discovering the commonknowledge that China is dumping its cheap products on African markets,forcing Africans out of business, as they cannot afford to sell goods at theprices listed by Chinese sellers. Tatiana: Bukankah ini juga yang sedangterjadi di Indonesia? Para pengusaha kecil dan menengah Indonesia tidak akanbisa menang dalam persaingan ini. Sudah tentu pengusahanya yangdisalahkan. Harus berusaha lebihtrampil, lebih produktif, lebih efisien untuk menekan biaya produksi dong!Begitulah kira-kira nasehat pendukung Deng! Kalau kalah bersaing, ya salahsendiri! Jelas tak terpikir oleh pemerintah untuk menerapkan proteksionis-meguna melindungi para pengusaha nasional. Coba kita lihat berani nggak menolakmasuk dalam berbagai macam Free Trade Agreement. 4. China will always help Africanleaders, including those with poor human rights records. China immediately distanced itselfwhen the International Criminal Court indicted Slobodan Milosevic of crimesagainst humanity despite its previous promises of supporting the Serbian leaderat all costs. In Africa, the Chinese government has already broken its promiseof non-interference in the cases of Angola and Sudan when it “encouraged” leadersto change their policies with an eye towards fulfilling international tradeagreements and ceasing the targeting of civilians. Moreover, China did not useits veto power to stop the ICC from investigating the crimes in Darfur. Tatiana: Ini kayaknya belum terjadi diIndonesia. 5. China will not try to take overAfrica. They will not be intrusive and will always abide by local rules. An estimated 750,000 Chinese havesettled in Africa over the past decade. Millions are on the way. Severalclashes between police forces and Chinese co-nationals have already beenregistered throughout Africa. For the latest, click here. Tatiana: Apakah tidak kelihatan gejala inijuga di Indonesia? Sering ada berita orang-orang Tkk yang ditangkap karenaberada secara gelap di Indonesia, terdapat kasus-kasus pelanggaran peraturanimigrasi. Wah, nanti saya akan dituduh “rasis”, anti - Tkk! 6. China cares deeply about most of theAfrican states and will work closely with most of them in order to achievetheir development-related targets. So why is that only four states get the bulk of theso-called “Chinese investment”? Nigeria, Angola, Ethiopia and Sudan havereceived 70% of the Chinese funds designated to Africa. What about the other 50states? Are they just a “negligible minority?” Tatiana: Pertanyaan yang bagus!!! Ada apa dibawah tanah keempat negeri itu? 7. China is not a promoting a new formof colonialism on the continent. They are building roads designed to help them takeminerals out of Africa; Chinese are getting privileged, under-market prices forthe commodities they are shipping out from Africa (oil, timber, coal, copper,coltan, etc.); they are creating segregated neighborhoods for Chinese peopleonly: Chinatowns have sprung up throughout the continent just like theApartheid era white farms; they are paying Africans very low salaries and oftenfire them when they try to object to working conditions (see the casesregistered in Zambia, South Africa and Angola). All this considered, we stillhaven’t gotten to the “new”colonialism. All the above are replicas of thepolicies used by the white racists 50 years ago. Tatiana: Pernah ada orang belandayang berkata orang Indonesia harusberterima kasih pada Belanda yang dulu pada jaman kolonial telah membangunjalan raya dan infrastruktur lainnya. Dia lupa semua infrastruktur itudigunakan untuk memudahkan transportasi memindahkan kekayaan alam Indonesia kepelabuhan untuk dibawa ke Belanda. Apakah yang dikerjakan modal Tkk di Afrikatidak senafas dengan yang dikerjakan Belanda di Indonesia? Dan sekarangpun masihada pemodal asing yang mengeluh masalah infrastruktur di Indonesia untukmelancarkan penanaman modalnya. Jadi buat siapa pembangunan infrastruktur yangsedang digencarkan pemerintah sekarang? Kenapa jembatan-jembatan yang langsungdibutuhkan penduduk daerah-daerah yang terpencil malah dibangun oleh seorang ‘sukarelawan”Swiss, seperti ditunjukkan satu kali oleh video yang dipostingkan Tan Sie tik?
