Perjuangkan Hak Rakyat, KPPRB Gelar Panggung Pemuda Oleh Redaksi - Minggu, 30 Oktober 2016 | 12:09
SERANG – Banyak cara dalam memperingati hari sumpah pemuda. Salah satunya seperti yang dilaksanakan Komite Persatuan Perjuangan Rakyat Banten (KPPRB). Aliansi gabungan serikat pemuda-mahasiswa, petani dan buruh yang ada di Banten, menggelar Panggung Pemuda dalam rangkaian memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-88, Sabtu (29/10/2016), malam.Kegiatan yang dilaksanakan di Alun-alun Timur Kota Serang itu menarik perhatian para pengunjung karena dimeriahi pula oleh group Band Mineral7.Dalam panggung pemudanya KPPRB menegaskan perjuangannya melawan segala macam sistem penjajahan imprealisme, feodalisme juga kapitalis birokrat dan menyerukan kepada para pengunjung alun-alun untuk perkuat persatuan rakyat, lawan komersialisasi pendidikan, politik upah murah serta monopoli tanah sebagai makna sejati meneruskan perjuangan dicetuskanya dalam sumpah pemuda.Demikian melalui siaran pers yang diterima BantenNews.co.id, Minggu (30/10/2016).Andra Mulya Humas kegiatan KPPRB mengatakan, Pangung Pemuda yang digelar merupakan bentuk upaya untuk meluaskan penyadaran dalam rangkaian yang mudah dipahami dengan memberikan penampilan musik-musik perjuangan dan seni mural yang menggambarkan tentang situasi penderitaan mahasiswa, petani dan buruh serta dalam usaha memperhebat perjuangan massa rakyat dalam mewujudkan masyarakat yang maju, demokratis dan memiliki masa depan yang adil khususnya bagi masyarakat Banten.“Bahwa ternyata ada banyak persoalan penderitaan rakyat Banten baik yang sudah 2 tahun di pimpin oleh Jokowi-JK serta presiden sebelumnya bersama Provinsi Banten malah yang terabaikan, serta belum menunjukkan visi misi dan program aksi yang memberikan sebuah harapan yang banyak untuk dapat mewujudkan kesejahteraan Indonesia,” katanya.Kata dia, saat ini sistem Pemerintahan Jokowi-JK berada di bawah cengkraman kekuatan Imperialisme Amerika Serikat dan feodalisme yang menindas rakyat Indonesia. “Karena bagi KPPRB, imperialisme Amerika Serikat dan feodalisme menjadi akar persoalan yang mengkomersialisasikan pendidikan sehingga rakyat tidak bisa mengakses karena mahalnya biaya berpendidikan, merampas tanah kaum tani serta rakyat lainya, menerapkan politik murah melalui PP Pengupahan No 78 Tahun 2016” terangnya.Dikatakan, Pemerintah Provinsi Banten yang saat ini aktif mengupayakan skema-skema yang memudahkan monopoli perusahaan besar yang tidak menguntungkan rakyat Banten dan daerah semakin membuka peluang bagi negara-negara imprealis dan feodal untuk menancapkan dan memperkokoh penindasanya terhadap rakyat Banten semakin terlihat.“Seperti 12 mega proyek strategis Nasional di Banten yang akan dan bahkan saat ini sudah berjalan dan monopoli perkebunan sawit dan karet yang itu merampas banyak tanah kaum tani pedesaan dan rakyat Banten perkotaan yang bertentangan dengan semangat UU Pokok Agraria No 5 tahun 1960, upah kaum buruh di Banten yang semakin dibayar murah sesuai dengan amanat PP 78 Tahun 2015 bahkan tahun 2017 mendatang kenaikanya hanya 8,5%, serta alokasi dana pendidikan dari APBD kisaran 3,69% sebesar 8,95 Triliun,” imbuhnyaMaka dengan adanya hal tersebut, kata dia, KPPRB hadir berjuang untuk masyarakat Banten dengan menggelar panggung pemuda. “Karena tidak ada kata lain bagi kita dan masyarakat Banten secara luas untuk tidak bergerak bersama berjuang melawan pemerintahan yang anti rakyat juga anti demokrasi serta melawan dominasi tuan-tuan tanah perkebunan skala besar dan dominasi sistem penjajahan negara adidaya terhadap sumber daya alam di Banten yang membuat rakyat menjadi sengsara,” terangnya. (Red)
