Baca baik-baik Chan, jangan asal menuduh ATKI ditunggangi SB kuning. Dan bacanya jangan dengan logika Remo dan keberpihakan kepada yang berkuasa!
KONGRES KE-8 : ATKI-Hong Kong Siap Hadapi Tantangan Buruh Migran di Masa Depan 15 November, 2016 Suasana Pelantikan DPP ATKI-HK Periode 2016-2018 Terpilih. Foto: ATKI-HKHong Kong, MRB. Asosiasi Buruh Migran Indonesia Di Hong Kong (ATKI-HK) sukses selenggarakan kongres ke-8 pada hari Minggu, 13 November 2016, bertempat di Hong Kong University.Dengan tema kongres “Waspada dan Siaga Hak Buruh Migran Terancam. Mari Kita Tingkatkan Kwalitas Kerja Pengorganisiran ATKI-HK. Aktifkan Pendidikan, Perekrutan, Konsolidasi, Pelayanan dan Perluasan Sadarkan dan Gerakkan BMI Untuk Berjuang Demi Perlindungan dan Kesejahteraan”Kongres tersebut di hadiri oleh ranting dan 1 team konseling. Kongres berlangsung kurang lebih selama 5 jam yang di isi dengan berbagai acara, termasuk pertunjukan kultural seni dan budaya. Selain itu kongres juga sukses memilih 7 anggota Dewan Pimpinan Pusat (DPP) periode 2016-2018, serta Maesyaroh sebagai ketua ATKI-HK.“Sejak berdiri 16 tahun lalu hingga sekarang, misi ATKI adalah untuk tidak membiarkan pahlawan keluarga, pahlawan negara terus dihina, didiskriminasi dan diterlantarkan. ATKI terus bekerja keras untuk mendidik dan memajukan BMI diluar negeri” jelas Maesaroh, Ketua ATKI-HK, dalam pidato sambutannya.Lanjutnya, ATKI-HK berjanji akan terus menguak bahwa pemerasan dan penindasan terhadap buruh migran bukan semata takdir, tapi jebakan eksploitasi yang di buat oleh pihak-pihak yang terlibat bisnis pengiriman baik perseorangan, swasta maupun pemerintah.Turut hadir mitra kerja ATKI-HK dan beberapa memberi sambutan lewat video antara lain Dosen HK University Julie Ham, IMA, FPR, FMN, Kabarbumi Pusat, Kabarbumi Ponorogo, Seruni Bali, ATKI- Taiwan, Mission For Migrant Workers, AMCB, APMM, Auto8, LSD, JBMI, GAMMI, PILAR, IMWU, LiPMI Dan Romo Hari dari Katolik Centre .“Tantangan kita kedepan semakin besar. Mari belajar, bersatu dan berjuang. Hanya dengan ini, harapan baru akan mampu kita wujudkan bagi kita buruh migran yang masih diluar negeri, rakyat dan generasi yang akan datang” tutup Mesaroh#.
