Saya setuju dengan mas Budi.
Daripada pusing2 mikirin bagaimana caranya mahasiswa bersatu. Mending dimulai dari
kita sendiri.
Niatin, nanti kalo jadi "penggede" kagak bakal KKN.
Nanti kalo ada yang minta korupsi mesti berani nolak.
Susahnya kan dari taon 60-70an dulu mahasiswa gembor2 bersatu. Demo, etc .. hasilnya
pas mereka jadi "penggede" .. mereka juga yang "meneruskan" budaya "ngcaco" indonesia.
Nah mending dari sekarang, buat mahasiswa .. Belajar yang bener .. pinterin otak biar
nggak gampang diboongin.
Kuatin imam .. biar nggak gampang disogok.
InsyaAllah, pada saatnya angkatan kita jadi "penggede" kita bisa memutuskan tali
"ngaco" tadi.
SALAM REFORMASI
Faran
--
On Sun, 29 Aug 1999 06:54:24 Budi Haryanto wrote:
>Rekan-rekan yth.,
>
>Yang saya kurang sependapat dengan topik di atas dalam diskusi ini adalah
>kesan bahwa kita mendorong mahasiswa untuk bergerak lagi.
>Mahasiswa telah menjadi pelaku riil perjuangan reformasi. Mereka telah
>berkorban segala hal sebagai konsekuensi dari perjuangannya. Sementara ini
>hasil perjuangan mereka boleh dikatakan belum mencapai hasil yang
>memuaskan. Lalu, sebagai rakyat biasa, yang secara langsung maupun tidak
>langsung telah diperjuangkan untuk menuju ke kehidupan yang lebih baik oleh
>para mahasiswa, apa etis dan pada tempatnya kalau kita masih saja
>berkeinginan 'menunggangi' mahasiswa? Meminta lagi kepada mereka agar
>memperjuangkan kepentingan kita terus? Memanas-manasi mereka agar
>demonstrasi terus. Sementara kita menunggu di belakang mereka dengan
>membawa 'kompor'. Apa ada kata lain yang lebih tepat dari kata 'menunggangi
>mahasiswa' dalam konteks ini? Lalu apa bedanya kita dengan para politisi
>yang sekarang sedang rebutan 'kue' hasil perjuangan mahasiswa?
>
>Giliran kitalah sekarang untuk melakukan sendiri atau bersama memperbaiki
>negara kita. Kepada mahasiswa, kita harus menunjukkan bahwa kita juga
>concern terhadap bangsa ini, dan kita juga bisa melakukan sesuatu yang riil
>untuk memperbaikinya. Caranya?
>
>Banyak sekali yang bisa kita lakukan untuk itu. Salah duanya adalah:
>1. Melakukan sendiri memperbaiki bangsa ini mulai dari diri sendiri. Segala
>kemampuan yang kita punyai diarahkan untuk tujuan memperbaiki bangsa ini.
>Bisa berupa perbuatan, ide, maupun doa.
>2. Melakukannya bersama yang lain dengan arah perjuangan yang jelas dan
>konsisten.
>Detil dari masing-masing 'salah dua' perjuangan rakyat tsb sudah barang
>tentu cukup luas. Mudah-mudahan esensinya bisa ditangkap. Yang penting,
>kitalah sekarang yang harus mulai berjuang. Jangan lagi 'menunggangi'
>mahasiswa. Sukur-sukur kalau mereka bisa berjuang bersama kita.
>
>Salam,
>Budi
>(rakyat jelata)
>
DC Email!
free email for the community - http://www.DCemail.com