|
Setelah kita percaya kepada Tuhan, dan
diselamatkan bukan berarti jalan kehidupan kita lalu menjadi rata dan tanpa
hambatan. Konsep berpikir dan beriman yang salah dari banyak orang Kristen
adalah, kalau saya sudah ada di dalam Tuhan, maka tidak boleh ada masalah
dalam hidup saya. Inilah konsep yang salah yang banyak dimiliki oleh orang
kristen, sehingga ketika masalah datang timbulah persungutan.
Jalan ke sorga itu akan selalu diwarnai
dengan onak duri dan lika-liku perjalanan hidup. Kadangkala hal tersebut
akan membuat kita menjadi lemah, seperti buluh yang terkulai. Jika keadaan
yang demikian menimpah kita, jangan datang kepada manusia, datanglah kepada
Tuhan. Tuhan tidak akan kekurangan cara untuk datang memberi kekuatan dan
menolong kita.
Jadi manusia adalah mahkluk yang penuh
dengan kelemahan, Allah mengerti karena kelemahan inilah manusia mudah
sekali jatuh ke dalam pencobaan, dan begitu gampang untuk mundur dan
tinggalkan Tuhan. Karena Allah yang menjadikan kita, maka Dia mengetahui
bagaimana memperlakukan kita. Allah mengenal siapa kita, Dia tahu keadaan
jiwa kita, keadaan pikiran dan watak serta karakter kita.
Jadi sukar apa bagi Allah yang menjadikan
manusia yang digambarkan sebagai buluh yang patah untuk dipulihkan dan
ditegakkanNya kembali. Supaya sumbuh yang hampir padam itu diberikan
kembali api, supaya terbakar dan nyala kembali, oleh sinar api itu dapat
menyinari sekitarnya, sehingga namaNya boleh dipuji dan ditinggikan serta
dimuliakan.
Berarti Yesus Kristuslah sahabat kita,
biasanya dalam keadaan kita yang seperti itu, orang lain akan lari dan
meninggalkan kita. Tidak ada seorangpun yang mau mengerti dengan keadaan
kita yang demikian. Jadi dikala kita sudah tidak memiliki hati yang
bersukacita dan hati yang damai sejahtera, ada seorang sahabat yang Allah
pertetapkan sebagai sahabat bagi orang berdosa. Allah tetapkan Yesus
Kristus sebagai sahabat bagi orang-orang yang percaya kepadaNya, agar
dikala mereka tergeletak ditopangnya mereka sehingga dapat berdiri kembali.
Jadi jika di dalam hidup kita, datang
masalah, sakit penyakit, dan pencobaan-pencobaan hidup yang lainnya, jangan
datang kepada manusia untuk meminta nasehat ataupun pertolongan. Nasehat
atau pertolongan yang diberikan manusia terbatas sifatnya, tetapi Yesus Kristus
yang menjadikan diriNya sahabat dan penolong bagi kita, yang juga merupakan
Allah yang besar kuasanya, layak kita jadikan tempat pengharapan kita
dikala persoalan hidup terjadi di dalam hidup kita. (Ariel)
|