RENUNGAN HARI INI
Selasa, 21 Juni 2005

TUHAN MENYERTAI KITA

Bacaan : 1 Samuel 17:22-54

“Lalu makin lama makin besarlah kuasa Daud, sebab TUHAN semesta alam menyertainya.” (1Tawarikh 11:9)

Mungkin kita dapat dikategorikan termasuk orang yang rajin mengikuti ibadah di gereja, atau datang ke persekutuan doa. Tetapi mengapa sepertinya hidup kita terkadang tidak memiliki pengharapan. Hidup kita yang semula berjalan dengan baik, tiba-tiba menjadi kacau, segala sesuatu yang sudah kita rencanakan dan usahakan sepertinya menemui jalan buntu. Sehingga kadang kita berpendapat bahwa diri kita jauh dari keberuntungan, berharap mujizat dan kuasa tetapi yang kita harapkan tidak terjadi.

Bila kejadian seperti itu terjadi, penyebabnya bukanlah Allah, dan faktor terbesar dari penyebabnya adalah diri kita sendiri. Tanpa kita sadari kadang perbuatan kita menyebabkan timbulnya pelanggaran kepada Tuhan. Pelanggaran inilah yang menyebabkan dosa, dan dosalah yang membuat semua yang berjalan dengan baik menjadi kacau. Kalau sudah demikian sepertinya penyertaan Tuhan tidak berlaku lagi di dalam hidup kita. Hal tersebut adalah anggapan yang keliru, karena sebetulnya Allah tetap menyertai kita, dan kuasaNya akan dinyatakan pada saat:

1.

Saat kita meninggikan nama Tuhan (1Sam. 17:45). Pada saat Daud menghadapi Goliat, dia hanya datang dengan membawa tongkat dan lembing di tangan. Olehnya Goliat memandang sebelah mata kepadanya, terlebih bila dibandingkan fisik dan perawakan Goliat lebih besar bagai raksasa. Tetapi karena Daud datang dengan nama Tuhan semesta Alam, maka kuasa Tuhan dinyatakan dan terjadi atasnya, sehingga diserahkannya Goliat ke dalam tangannya.

2.

Saat kita sabar (Kol.1:11-14). Jika kesabaran ada di dalam diri kita, maka kita akan dapat mengucap syukur dan bersukacita untuk apa yang terjadi. Dalam kesabaran yang diarahkan hanya kepada Allah, hasilnya kita akan melihat dan mengalami bahwa kuasaNya dinyatakan pada kita.

3.

Saat kita berserah (2Sam.12:13). Saat kita menyerahkan dan mengangkat tangan segala sesuatu yang tidak mampuh kita berbuat kepad Allah, maka Allah akan menurunkan tanganNya menolong kita. Dia akan menyatakan kuasaNya dan mengambil alih dan menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut.

4.

Saat kita tidak sombong (1Sam. 18:11-15). Inilah yang menyenangkan hati Allah, Daud tidak menjadi sombong. Saat dia pulang selesai mengalahkan orang Filistin itu, orang-orang dari segala kota menyanyikan nyanyian yang isinya memuji-muji Daud. Justru hal tersebut malah membuat hati Saul gusar, dan karena kesombongannya ia tidak dapat menerimanya sehingga berencana untuk membunuh Daud, tetapi tidak berhasil karena Tuhan menyatakan kuasaNya pada orang yang dikenanNya. (Ariel)

Doa:

Terima kasih Yesus atas segala berkat dan kasih karuniaMu bagi kami. Amin!

DOSALAH YANG MEMBUAT SEMUA YANG BERJALAN DENGAN BAIK MENJADI KACAU

 



================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke