RENUNGAN HARI INI
Kamis, 23 Juni 2005

BUKAN PERINTAH BARU

Bacaan : 1 Yohanes 2:7-17

“Saudara-saudara yang kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar.” (1Yohanes 2:7)

Kita kadang tidak mengerti apa keinginan Tuhan di dalam hidup ini. Adakalanya kita hanya menginginkan agar Tuhan memenuhi permintaan kita, bahkan sepertinya kita banyak mengatur Tuhan. Itu adalah suatu kesalahan yang fatal, sesungguhnya yang benar adalah kitalah yang harus mengikuti keinginan Tuhan dan mau diatur olehNya. Saat ini Tuhan sedang mencari orang-orang yang mau melakukan kehendakNya. Di dalam ayat 6 dari bacaan renungan dikatakan: “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.”

Hubungan kita dengan sesama dapat juga menjadi ukuran bagaimana kualitas hubungan kita dengan Tuhan. Jika hubungan kita dengan Tuhan berjalan dengan baik dan harmonis, maka tidak dapat diragukan lagi bahwa hubungan kita dengan sesamapun akan demikian. Bagaimana kita dapat mengasihi Allah yang tidak kelihatan, sedangkan sesama kita yang kelihatan saja kita tidak dapat mengasihinya? Terang tidak menciptakan kebencian, tetapi akan menciptakan kasih dan persekutuan seorang akan yang lain.

Jika kita menemukan bahwa diri kita sangat jauh dari kehendak Allah, maka kita harus meminta pengampunan dan kekuatan agar kita dapat melakukannya. Ingatlah, pada dasarnya Allah itu setia dan adil, karena kesetiaanNya itulah yang membuat Dia tetap memberikan pengampunan kepada setiap orang yang mau mengaku dosanya (1Yoh.1:8-10). Pengampunan yang sejati dan tulus hanya dari Yesus, dan hanya orang yang menyadari dirinya berdosa dialah yang akan memperoleh pengampunan yang dari Tuhan.

Sifat jujurlah yang Tuhan inginkan dari kita. Pengampunan yang disediakan Allah tidak akan berarti apa-apa jika kita sendiri tidak mau menyadarinya dengan sungguh-sungguh. Jangan membohongi Tuhan dengan tindakan-tindakan yang kita lakukan seolah-olah kita melakukan kehendakNya. Hal tersebut tanpa kita sadari akhirnya akan membuat diri kita menjadi seorang pendusta.

Sadarlah dan segera berbalik kepada jalanNya, Tuhan Yesus Kristus adalah Allah yang berkuasa dan setia. Tetapi kita jangan salah menggunakan kesetiaan Allah tentang pengampunan sebagai suatu kesempatan untuk berbuat dosa lagi. Anugerah yang telah Allah berikan adalah untuk menutun diri kita kepada pertobatan. Berarti persoalan kekristenan bukanlah persoalan hari esok, tetapi persoalan hari ini. Karena keputusan hari ini akan menentukan kehidupan kita pada hari esok. Jadi sekaranglah saatnya untuk melakukan segala firmanNya. (Bud)

Doa:

Ya Allah, jauhkan kami dari perbuatan yang ingkar dan berdusta. Amin!

HUBUNGAN KITA DENGAN SESAMA DAPAT MENJADI UKURAN BAGAIMANA KUALITAS HUBUNGAN KITA DENGAN TUHAN

 



================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke