|
Kita kadang tidak mengerti apa keinginan
Tuhan di dalam hidup ini. Adakalanya kita hanya menginginkan agar Tuhan
memenuhi permintaan kita, bahkan sepertinya kita banyak mengatur Tuhan. Itu
adalah suatu kesalahan yang fatal, sesungguhnya yang benar adalah kitalah
yang harus mengikuti keinginan Tuhan dan mau diatur olehNya. Saat ini Tuhan
sedang mencari orang-orang yang mau melakukan kehendakNya. Di dalam ayat 6
dari bacaan renungan dikatakan: “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada
di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.”
Hubungan kita dengan sesama dapat juga
menjadi ukuran bagaimana kualitas hubungan kita dengan Tuhan. Jika hubungan
kita dengan Tuhan berjalan dengan baik dan harmonis, maka tidak dapat
diragukan lagi bahwa hubungan kita dengan sesamapun akan demikian. Bagaimana
kita dapat mengasihi Allah yang tidak kelihatan, sedangkan sesama kita yang
kelihatan saja kita tidak dapat mengasihinya? Terang tidak menciptakan
kebencian, tetapi akan menciptakan kasih dan persekutuan seorang akan yang
lain.
Jika kita menemukan bahwa diri kita
sangat jauh dari kehendak Allah, maka kita harus meminta pengampunan dan
kekuatan agar kita dapat melakukannya. Ingatlah, pada dasarnya Allah itu
setia dan adil, karena kesetiaanNya itulah yang membuat Dia tetap
memberikan pengampunan kepada setiap orang yang mau mengaku dosanya
(1Yoh.1:8-10). Pengampunan yang sejati dan tulus hanya dari Yesus, dan
hanya orang yang menyadari dirinya berdosa dialah yang akan memperoleh
pengampunan yang dari Tuhan.
Sifat jujurlah yang Tuhan inginkan dari
kita. Pengampunan yang disediakan Allah tidak akan berarti apa-apa jika
kita sendiri tidak mau menyadarinya dengan sungguh-sungguh. Jangan
membohongi Tuhan dengan tindakan-tindakan yang kita lakukan seolah-olah
kita melakukan kehendakNya. Hal tersebut tanpa kita sadari akhirnya akan
membuat diri kita menjadi seorang pendusta.
Sadarlah dan segera berbalik kepada
jalanNya, Tuhan Yesus Kristus adalah Allah yang berkuasa dan setia. Tetapi
kita jangan salah menggunakan kesetiaan Allah tentang pengampunan sebagai
suatu kesempatan untuk berbuat dosa lagi. Anugerah yang telah Allah berikan
adalah untuk menutun diri kita kepada pertobatan. Berarti persoalan
kekristenan bukanlah persoalan hari esok, tetapi persoalan hari ini. Karena
keputusan hari ini akan menentukan kehidupan kita pada hari esok. Jadi
sekaranglah saatnya untuk melakukan segala firmanNya. (Bud)
|