|
Ada
beberapa bagian dalam kehidupan atau diri dari setiap orang percaya yang
seringkali menjadi titik rawan dari penyerangan iblis? Titik-titik inilah
yang kadang tidak disadari oleh setiap kita. Dengan kesombongan diri kita
menganggap diri kita kuat, sehingga kita tidak menjaga betul titik-titik
kelemahan kita. Sebagai anak-anak Allah kita harus selalu siap dan berjaga
dalam menghadapi setiap serangan iblis.
Ingatlah peperangan yang kita hadapai
adalah bukan peperangan yang secara daging kita tetapi peperangan rohani,
yaitu peperangan di dalam roh dan melawan kuasa iblis. Sebagai seorang
prajurit Allah kita harus selalu siap dan menjaga setiap titik-tiak yang
ada pada kita yagn sering diserang oleh iblis. Titik –titik itu adalah
:
|
1.
|
Keinginan daging
(Mat. 4:3). Sewaktu Tuhan Yesus selesai berpuasa 40 hari, kemudian Ia
dicobai oleh iblis. Iblis tahu bahwa saat itu Tuhan Yesus lapar, sehingga
pencobaan yang diberikan kepada Tuhan Yesus, adalah serangan terhadap
keinginan daging Yesus, yaitu dalam hal makanan.
|
|
2.
|
Keinginan mata (Mat.
4:8-9). Iblis tahu bahwa mata adalah jendela jiwa atau gerbang hati
keinginan manusia. Pencobaan ini juga sangat dahsyat karena iblis
berusaha menjatuhkan Tuhan Yesus lewat mata. Alkitab menggambarkan, mata
adalah pelita tubuh seseorang (Mat.6:22). iblis selalu mempengaruhi mata
kita agar memiliki keinginan untuk dipuaskan dan hampir semua keinginan
kita bersumber dari mata.
|
|
3.
|
Keangkuahan hidup
(Mat 4:5-6). Ego manusia merupakan sesuatu yang rapuh sekali dan
seringkali menjatuhkan manusia dalam dosa kesombongan. Iblis mengetahui
akan hal ini, sehingga jalan inilah yang dia ambil untuk mencobai Tuhan
Yesus. Tetapi Tuhan Yesus mengetahui maksud dari iblis, dan Dia tidak
menuruti keinginan iblis.
|
Jadi titik-titik inilah yang seringkali
tanpa kita sadari sering menjadi sasaran empuk dari serangan iblis.
Keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan hidup bukan berasal dari Bapa,
tetapi semuanya itu bersal dari dunia ini. Olehnya kita harus dapat
menguasainya, dan jangan sampai kita dikuasainya. Karena jika kita dapat
dikuasai oleh keinginan-keingian ini, kita akan menjadi sasaran empuk dari
pada serangan iblis.
Sekali lagi segala hawa nafsu dunia dan
keangkuhan hidup bukan berasal dari Bapa, untuk itu rendahkanlah diri kita
di hadirat Allah dan selalu membaca dan merenungkan firmanNya. Bila hal ini
kita kerjakan dengan tekun dan pengharapan akan kasihNya di dalam hidup
kita, percayalah kita akan dapat mengatasi dan menggagalkan setiap serangan
yang dilontarkan iblis untuk menjatuhkan kita. (Bud)
|