|
Pada waktu Allah menciptakan manusia
pertama yaitu Adam, manusia berada dalam keluarga Allah. Itu sebabnya Adam
dapat bercakap-cakap dengan Allah yang adalah Bapanya. Tetapi akhirnya
manusia jatuh dalam dosa. Dan sejak saat itulah manusia berada dalam keluarga
iblis dan iblis menjadi bapanya (Yohanes 8:44).
Pada saat manusia jatuh ke dalam dosa
maka dihadapan Allah, roh manusia sudah mengalami kematian sebab Allah
telah berfirman: "Pada hari engkau memakan buah itu pastilah engkau
mati" (Kejadian 2:17).
Dengan mengalami kematian roh, maka tubuhpun mengalami
manifestasinya.Akibatnya adalah sampai hari ini manusia mengalami kematian
jasmani bahkan sebelum dunia berakhir, manusia yang ada dalam dunia,
manusia-manusia baru yang akan lahir, akan mengalami kematian. Manusia
seperti kubur yang luarnya dilabur putih, tapi dalamnya penuh tulang
belulang (Matius 23:27).
Kelahiran kembali menjadi kuncinya. Apa
yang dilahirkan dari daging adalah daging dan apa yang dilahirkan dari roh
adalah roh. Yesus telah datang 2000 tahun yang lalu. Di dalam Dia ada hidup
kekal dan Dialah satu-satunya jalan keselamatan. Bila saudara terima Dia
yang adalah Roh yang menghidupkan, maka roh saudara menjadi hidup kembali.
Oleh Roh itu saudara berseru "Ya Abba, ya Bapa!" (Roma 8:15). Jadi
kelahiran kembali adalah kelahiran roh dimana roh saudara hidup kembali
dihadapan Allah.
Yesus memberikan penjelasan ini kepada
Nikodemus. Betapa pentingnya kelahiran kembali. Yesus berkata: "Aku
berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan
Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah" (Yohanes 3:5).
Sekarang yang menjadi pertanyaannya, sudahkah saudara menerima Dia?
Sudahkah saudara dilahirkan kembali? Berilah diri saudara untuk menikmati
kelahiran kembali sehingga roh saudara hidup kembali dihadapan Allah.
"Jangan kamu heran karena Aku berkata kepadaMu: Kamu harus dilahirkan
kembali" (Yohanes 3:7). Untuk itu masukkan dirimu ke dalam keluarga
Allah yang mempunyai dimensi kekekalan. Sebaliknya jika tinggal diam maka
kebinasaan kekal sudah menanti. (fl)
|