RENUNGAN HARI INI
Senin, 6 Juni 2005

KEBEBASAN BAGI YANG PERCAYA

Bacaan: Yohanes 8:30-36

“Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.“ (Yohanes 8:32)

Sebelum kita berbicara tentang kebebasan, kita perlu mengenal diri sendiri, dan pengenalan itu harus didasarkan pada firman Tuhan. Kitab Kejadian 1:26- 27, menegaskan bahwa manusia adalah citra Alllah. Jadi begitu mulia kedudukan manusia di hadapan Allah, kemudian ditekankan bahwa citra Allah tersebut merupakan salah satu dasar yang tidak bisa digeser dari hidup manusia. Jadi jika kita berbicara tentang hal itu, harus dilakukan dalam terang manusia sebagai citra Allah.

Kemudian dengan mengutip Kejadian 2:16-17 juga ditegaskan bahwa segera setelah manusia diciptakan maka kepadanya diberikan kebebasan. Tapi dibalik semua kebebasan itu manusia dibatasi oleh firmanNya. Dalam ayat ini, bisa dikatakan bahwa keterbatasan manusia adalah anugerah Allah. Kebebasan manusia tidak ada pada dirinya sendiri, namun ia semata-mata adalah pemberian Allah. Apa maksud Allah dengan memberikan kebebasan kepada manusia? Jawabannya adalah kebebasan itu berkaitan dengan tanggung jawab manusia untuk mempertahankan harkat, derajat dan martabatnya. Jikalau manusia menyalahgunakan kebebasan yang Allah berikan maka ia tidak bisa mempertahankan harkat, derajat dan martabatnya.

Orang yang keluar dari firman Tuhan dan berbuat dosa, maka ia menjadi budak dosa, ia tidak lagi merdeka, tetapi dijajah oleh dosa itu. Dengan demikian ia tidak lagi bisa mempertahankan harkat, derajat dan martabatnya sebagai citra Allah. Ia sangat memerlukan penolong untuk mengangkatnya dari kubangan dosa. Penolong itu tidak lain adalah Tuhan Yesus Kristus sendiri. Yesus sudah berkorban di kayu salib dan pada hari yang ketiga Dia bangkit lagi untuk menolong dan menebus dosa umat manusia.

Kebebasan yang diluar firman Tuhan adalah kebebasan semu. Sebagai contoh, ketika manusia mencoba membebaskan diri dari kesulitan hidupnya mereka lari pada narkotika atau alkohol. Sekarang bagaimanakah kita memperoleh kebebasan yang sejati? Hanya kalau kita berada dalam kebenaran dan kebenaran itu adalah anugerah Allah dalam Yesus Kristus (Yoh. 14:6 ). Jadi melalui Tuhan Yesus Kristuslah kebebasan dan kemerdekaan yang sejati dapat kita terima. (fl)

Doa:

Tuhan Yesus, terima kasih atas kebebasan dan kemerdekaan dari perhambaan dosa yang telah Tuhan berikan untuk kami. Amin

KEMERDEKAAN SEJATI DIPEROLEH KETIKA SESEORANG MENERIMA YESUS SEBAGAI TUHAN DAN JURUSELAMAT

 



================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke