RENUNGAN HARI INI
Jumat, 1 Juli 2005

MENGABAIKAN NASIHAT

Bacaan: 1 Samuel 2: 15-16

“..., kemudian barulah ambil bagimu sesuka hatimu,” maka berkatalah ia kepada orang itu: “Sekarang juga harus kauberikan, kalau tidak, aku akan mengambilnya dengan kekerasan.”(1Sam. 2: 16)

Ada kalanya kita lihat sikap orang yang keras kepala dan maunya menang sendiri. Ini menunjukkan karakter egois yang sangat dominan, sehingga apapun yang dikatakan orang lain untuk memberikan masukan atau nasihat, semua akan diabaikan. Segala sesuatu diukur menurut kebenarannya sendiri. Apapun yang disampaikan kepadanya tak berguna, sia-sia belaka.

Karekater inilah yang tergambar dari nats bacaan kita di atas. Sikap yang keras kepala, masa bodoh, dan maunya sendiri, begitu kental mencuat kepermukaan. Dan karakter seperti ini pula yang tidak jarang kita temui dalam kehidupan kita, tidak terkecuali orang Kristen. Maunya segala sesuatu terjadi sekehendak hatinya. Tenggang rasa, pengertian, etika, toleransi, atau apapun istilah yang dapat dipakai memperlunaknya, tak lagi berarti.

Pelajaran yang bisa kita ambil dari renungan hari ini, paling tidak mengingatkan kita untuk mau membuka hati dengan tulus. Pertama hal ini akan mengingatkan kita bahwa dalam tindakan dan perkataan haruslah berakal budi. Sebab, seringkali tindakan atau perkataan sembrono justru menunjukkan kebodohan (Ams. 15:22). Sengaja atau tidak sengaja, kita justru sedang mempertontonkan kebodohan diri sendiri.

Hal kedua yang juga penting untuk kita pahami bahwa nasihat orang yang didasarkan pada firman Tuhan akan membangun hikmat yang menuntun kita pada tindakan yang selaras dengan kebenaranNya. Artinya, bahwa keputusan kita bertindak bukan sekedar didasarkan pada kesenangan diri semata, tetapi jauh lebih dalam lagi, yaitu melandasinya dengan kebenaran Kristus yang menyukakan hati Tuhan.

Sekarang kita harus membuka hati dan mulai menyadari, bahwa Allah ingin kita mendengar tuntunanNya. Begitu pula pola kehidupan kita hendaknya mulai bergeser, tidak lagi keras kepala, keras hati, dan sombong. Belajarlah dari keadaan sekitar, buka telinga, jangan merasa telah melakukan yang paling benar. Sebab, kebenaran sejati hanya ada dalam Yesus Kristus. Amin! (tlt)

Doa:

Tuhan Yesus, ajar kami melembutkan hati, dan biarlah segala sesuatu kami lakukan dalam kasih dan terangMu. Haleluyah, amin!

ORANG FASIK BERJALAN DALAM KEGELAPAN DUNIA ORANG BIJAK BERJALAN DALAM TERANG TUHAN

 



================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




SPONSORED LINKS
Christianity Beliefs Religion
Beyond belief Christianity today Mere christianity


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke