|
Sebelum kita berbicara tentang kebebasan,
kita perlu mengenal diri sendiri, dan pengenalan itu harus didasarkan pada
firman Tuhan. Kitab Kejadian 1:26- 27, menegaskan bahwa manusia adalah
citra Alllah. Jadi begitu mulia kedudukan manusia di hadapan Allah,
kemudian ditekankan bahwa citra Allah tersebut merupakan salah satu dasar
yang tidak bisa digeser dari hidup manusia. Jadi jika kita berbicara
tentang hal itu, harus dilakukan dalam terang manusia sebagai citra Allah.
Kemudian dengan mengutip Kejadian 2:16-17
juga ditegaskan bahwa segera setelah manusia diciptakan maka kepadanya
diberikan kebebasan. Tapi dibalik semua kebebasan itu manusia dibatasi oleh
firmanNya. Dalam ayat ini, bisa dikatakan bahwa keterbatasan manusia adalah
anugerah Allah. Kebebasan manusia tidak ada pada dirinya sendiri, namun ia
semata-mata adalah pemberian Allah. Apa maksud Allah dengan memberikan
kebebasan kepada manusia? Jawabannya adalah kebebasan itu berkaitan dengan
tanggung jawab manusia untuk mempertahankan harkat, derajat dan
martabatnya. Jikalau manusia menyalahgunakan kebebasan yang Allah berikan
maka ia tidak bisa mempertahankan harkat, derajat dan martabatnya.
Orang yang keluar dari firman Tuhan dan
berbuat dosa, maka ia menjadi budak dosa, ia tidak lagi merdeka, tetapi
dijajah oleh dosa itu. Dengan demikian ia tidak lagi bisa mempertahankan
harkat, derajat dan martabatnya sebagai citra Allah. Ia sangat memerlukan
penolong untuk mengangkatnya dari kubangan dosa. Penolong itu tidak lain
adalah Tuhan Yesus Kristus sendiri. Yesus sudah berkorban di kayu salib dan
pada hari yang ketiga Dia bangkit lagi untuk menolong dan menebus dosa umat
manusia.
Kebebasan yang diluar firman Tuhan adalah
kebebasan semu. Sebagai contoh, ketika manusia mencoba membebaskan diri
dari kesulitan hidupnya mereka lari pada narkotika atau alkohol. Sekarang
bagaimanakah kita memperoleh kebebasan yang sejati? Hanya kalau kita berada
dalam kebenaran dan kebenaran itu adalah anugerah Allah dalam Yesus Kristus
(Yoh. 14:6 ). Jadi melalui Tuhan Yesus Kristuslah kebebasan dan kemerdekaan
yang sejati dapat kita terima. (fl)
|