Wah saya jadi ikut tertarik dengan judul ini. Kita ini memang dididik dengan paradigma andalannya yaitu rasionalitas, logis dan homoeconomilupus dan without "values" (maaf aku pake bahasa keren dikit mudah2an betul he he he), mengabaikan petunjuk2 alam , to some extense itu bisa dari Pencipta Bumi dan Langit ini. Manusia berencana tapi Tuhan menentukan, jadi jangan abaikan keberadaan NYA. Jangan rusak milik NYA walaupun kita diberiizin untuk memanfaatkannya, Jangan kuasai dan akui milik NYA jadi milik kita sendiri, kita wajib menyisihkan minimal 2.5% untuk orang lain yang memerlukannya, paling tidak"values" seperti inilah yang harus kita miliki. Orang bijak dulu saya kira memiliki "values" itu walaupu waktu mereka belum memahami ttg Tuhan Allah SWT, Saya kira the critical planning itu adalah mengintegrasikan "values" itu dalam perencanaan ,allahuallam bissawab.
--- Pada Kam, 6/8/09, [email protected] <[email protected]> menulis: Dari: [email protected] <[email protected]> Judul: RE: [referensi] Re: tempat keramat--- critical planning ? Kepada: [email protected] Tanggal: Kamis, 6 Agustus, 2009, 1:01 PM Kangmas Sugiono ysh, saya pikir bahwa pendekatan metafisika sudah merambah didalam kehidupan modern. Dan itu terjadi secara sangat serious dilakukan oleh negara2 "super maju" seperti Amerika Serikat. Masalahnya, justru di negara tercinta kita masih banyak orang yang merasa risih dengan kejadian itu. Ada cerita menarik, mungkin ada teman2 yang mengikuti kisah pembangunan Hotel Hyatt yang di teluk Hongkon yang terkenal tersebut. Pada waktu itu terjadi sebuah debat yang cukup rame dan itu menyangkut feng shui (ben sui ... he he he). Termasuk akhirnya melakukan pemotongan bentuk bangunan. Ternyata semua itu tidak akan bisa dipahami bila kita berkata aah itu omong kosong. Mari kita simak apa yang terjadi di Jakarta Utara. Waktu Mall Mangga Dua bersama deretan mall lainnya akan dibangun dan ditawarkan ke pasar ... animo sangat-sangat rendah. Hal ini disebabkan karena ada bekas kuburan yang dianggap masyarakat cukup keramat. Nah akhirnya dipanggilkan seorang ahli feng shui dari Hongkong atau Singapura (seingat saya seorang wanita pakai nama Lin?). Dia menyarankan bahwa untuk itu lahan yang sebelum diurug perlu ditaburi pasir pantai dan semua akan badar.... busyet ... hasilnya adalah kawasan yang sangat rame.... apakah ini coincidence? ... mungkin .... tetapi bila mau melihat energi yang tercipta ... ini adalah sangat rasional. Jadi kalau mas Sudiono ngendiko saya njawani sebenarnya saya menjadi sangat mbarati ... he he he. Salam bambang sp Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser. Dapatkan IE8 di sini! http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

