Yth Pak Onnos, Selama ini yang saya anggap dimensi ke 4 adalah waktu sedangkan dimensi ke 5 kultur manusia setempat (termasuk kearifan lokal yang dapat arif lingkungan ataupun belum/masih antropogenik/berbasis keberlanjutan komunitasnya sendiri, misalnya etnik yang berpindah setelah lingkungan lama tidak mampu mendukung lagi/rusak) --> waktu-ruang-kultural. Kalau supranatural mau dimasukkan, wah, bisa jadi dimensi yang ke 6, yang mungkin saya perlu belajar banyak dari rekan-rekan mengenai bagaimana metode pengumpulan informasi/datanya untuk penataan waktu-ruang-kultural-supernatural....? (Eyang Aby, saya lupa bagaimana caranya semedi, dulu waktu mendapat wahyu cakraningrat bagaimana ya....? takut malah jadi memedi.....)
Salam, ATA 2009/8/3 Sugiono Ronodihardjo <[email protected]> > > > Pak BSP dan rekan2 ysh, > Mengikuti diskusi tentang 'tempat keramat - critical planning', sepertinya > pak BSP setelah lama tinggal di Yogya jadi lebih 'njowoni'. > Memang sangat baik kalau ada rekan2 yang tertarik untuk memetakan atau > menyusun semacam kumpulan ceritera tentang 'penciptaan ruang' yang pernah > ada di negeri ini dengan pendekatan 'supranatural' atau 'dimensi 4' yang > mungkin terkait erat dengan 'kearifan lokal'. Dalam dunia arsitektur mungkin > sudah lama kita berkenalan dengan 'fengsui' yang kemungkinan dapat diperluas > untuk dunia 'planning' tingkat kota ? Namun demikian, dengan paradigma baru > dalam 'planning', salah satunya dengan lebih adanya 'keterbukaan dan > demokrasi' dalam proses 'planning', apakah pendekatan 'supranatural' dapat > diterima oleh masyarakat kita dimasa depan yang semakin 'modern' > ? Kebanyakan kita belajar teori 'planning ala-barat' yang serba pakai logika > yang jelas, tetapi mungkinkah kita di jaman sekarang membangun negeri > ini dengan tradisi katakan 'ala-timur' misalnya dengan cara 'meditasi' ? > Selamat mencoba, semoga tercipta ruang yang dapat memberi kesejahteraan buat > rakyat di negeri tercinta ini. > Wassalam, > Onnos > > ------------------------------ > To: [email protected] > From: [email protected] > Date: Mon, 3 Aug 2009 10:09:16 +0700 > Subject: Re: [referensi] Re: tempat keramat--- critical planning ? > > > Mas Koeswadi, Mas Djarot ysh, > > Memang menarik bagi kita untuk bisa membuat sebuah inseklopedia tempat > keramat. Namun kita harus sangat berhati-hati terhadap definisi tempat > keramat tersebut. Perlu ada pemilahan yang jelas karena kalau tidak akan > terjebak kepada pengelompokan yang tidak terklasifikasi dengan baik. > > Contoh permasalahan yang akan muncul : > > a. bagaimana kita mengklasifikasi kraton di Sambas dimana terdapat meriam > beranak. Secara energi disana memang ada sebuah medan energi yang kuat .... > namun orang lebih datang pada meriam itu, sedangkan banyak sudut2 dimana > energi tersebut snagta kuat, ternyata tidak pernah tersentuh .... karena > memang disembunyikan oleh orang yang tahu... apakah kita akan > mengklasifikasikan sebagai sebuah kesatuan atau terpisah .... > > b. situs Trowulan yang saat ini terpencar-pencar ini bagaimana kita > mengkodifikasi ... sebagai kesatuan atau tidak ... akankah kita > menggabungkan antara Candi Tikus dengan Pendopo Agung > > c. apakah Masjid Raya Maimoon yang akan menjadi lekasi keramat ataukah > Istana Maimoon di Medan ataukah ini sebuah kesatuan .. dan bagaimana > klasifikasinya; > > d. bagaimanakah kita menyikapi terhadap lokasi "keramat" seperti masjid di > Jimbung Klaten yang dikeramatkan karena ada sepasang bulus (satu baru saja > mati) > > e. bagaimanakah kita mengkodifikasi antara Gunug Srandil, Gua Semar, Gunung > Kemukus, Gunung Kawi dengan misalnya petilasan Sunan Muria misalnya > > Jadi karena kita sudah dibiasakan menggunakan pendekatan barat yang mencoba > dengan pola sistematisasi dan strukturisasi sehingga ini akan menyebabkan > kita perlu melakukan adjustment dalam pembuatan pengarsipan itu. > > Inilah sulitnya bila kita mau menggabungkan pendekatan gamelan yang > berbasis pada harmonisasi dari improvisasi anggota kelompok dengan orkestra > yang ditentukan oleh ukuran yang tertentu. > > Salam > > bambang sp > > ------------------------------ > Share your memories online with anyone you want anyone you > want.<http://www.microsoft.com/indonesia/windows/windowslive/products/photos-share.aspx?tab=1> > >

