Bapak-bapak Ysh, Perdebatan ini sudah menjadi tatar yang pada dasarnya mempertanyakan ontologi suatu realita. Upaya memahami realita (realm) inilah yang menjadi diskursus keilmuan yang tidak ada habis-habisnya sehingga melahirkan mashab-mashab positivistik, strukturalis, dan pasca-strukturalis dan fenomenologis (saya yakin nuansa arsitektur pada planner-planner di UGM sangat kental). Arsitek seringkali menggunakan fenomenologis yang transedental, karena arsitek tidak ber teori dalam mendesain tetapi menciptakan ‘manifesto’ yang persuasif sifatnya (ilmu ‘gathuk’, bisa ilmiah juga lho). Sungguhpun demikian pandangan berfikir dan berteori seperti ini sah-sah saja dan bisa dilakukan secara sistematis dalam kerangka logika tertentu. Pandangan positifistik dan empiris seringkali dipertanyakan juga apakah betul ‘there is full knowledge of everything’. Namanya juga manusia karena banyak yang tidak diketahui jadi mencoba mencari berbagai pegangan untuk bergayut, nah itulah realita yang diyakini maknanya, yang terkadang transendental dan dikeramatkan. Tidak bisa dipungkiri keramat adalah salah satu cara untuk mengembangkan kepranataan sosial dan menegakkan kekuasaan di masa lalu (belum ada RJPM dan RTRW atau RTBL). Bahwa dihubungkan dengan hal yang ghaib, wallahualam bissawab. Kenyataannya masa sekarang pun banyak yang mengkeramatkan gelar, harta dan pemimpin. Pilpres kan juga sepertinya hasil transedental yang tidak bisa ditebak dan emosional, he he. Tidak semua inquiries manusia bisa dijawab oleh fakta empiris. Tentu saja yang transedental ini berupa ceritra-ceritra, pengalaman yang mungkin subjektif tergantung keyakinan dan amal-ibadah masing-masing, he .. he. Banyak ilmu yang dilahirkan dari hal-hal yang transedental seperti ilmu seni misalnya. Dahulu orang mengatakan seni itu bakat/kodrat, sekarang dipelajari dan bisa diajarkan. Ada yang mengatakan sesuatu yang transedental itu adalah sesuatu yang ill-defined, sehingga pencarian disini dilakukan dengan heuristik atau holistik (tidak bisa diuraikan/dianalisis seperti menguraikan elemen zat di laboratorium). Sehingga ada istilah ilmu yang ‘ilmiah’ (saintifik) dan ilmu yang ‘alamiah’ (naturalistik). Kalau bisa diurutkan realita menurut ukuran subyektif sampai obyektif adalah sebagai berikut: Ontologi realita:
Realita sebagai proyeksi imajinasi manusia Realita sebagai konstruksi sosial Realita sebagai diskursus simbolik Realita informasi kontekstual Realita sebagai proses konkrit Realita sebagai struktur konkrit Urutan tersebut bisa dikaitkan dengan sifat manusia sebagai padanannya Transedental Menciptakan realitanya sendiri Manusia sebagai aktor sosial Manusia sebagai prosesor informasi Manusia sebagai agen adaptif Manusia merespon mekanisma Silahkan memilih berada dimana diskursus kita. Kalau semua orang sejagad mancanegara berfikir secara transedental tentu TTR yang transedental bisa diterima secara aklamasi. Wassalam, Indra B Syamwil To: [email protected] From: [email protected] Date: Thu, 6 Aug 2009 06:12:45 +0000 Subject: RE: [referensi] Re: tempat keramat--- critical planning ? Pak Bambang SP dan rekan2 ysh, Saya sepakat bahwa 'fenomenalogi' ini perlu/menarik untuk dipelajari, tapi tujuannya tentunya untuk kebaikan kita bersama. Mungkinkah yang sedang kita diskusikan ini sebetulnya ada kaitannya dengan 'teori energi gelombang' yang ada di alam jagad raya ? Ibaratnya kalau kita 'nyetel' radio, musti cari dulu gelombangnya, kalau tidak pas akan kedengaran 'kresek-kresek' bisa bikin sakit ditelinga, tapi kalau pas dapat bisa nyaring, tapi kalau tidak cocok sumber 'studionya' karena yang kita cari lagu-2 dangdut, maka bisa kita pindah ke sumber yang lain, misalnya lagu 'Tak Gendong'nya almarhum Mbah Surip dari alam sana ? Sepertinya 'energi gelombang' ini dipancarkan dari berbagai 'sumber' dibumi ini, termasuk dari dalam badan kita sendiri yang dapat 'berinteraksi' dengan berbagai 'sumber' yang lain, termasuk kalau kita ketemu lawan jenis terus jadi tergetar 'hati' kita he he...? Energi ini mungkin bisa berpengaruh positif atau negatif terhadap kita/manusia juga terhadap ciptaan Tuhan yang lain di bumi ini ? Masalahnya bagaimana kita bisa mengatur atau memanfaatkan 'energi gelombang' ini untuk kesejahteraan kita semua, bukan untuk kepentingan 'seorang/sekelompok orang' saja ? Buat pak Bambang SP yang sudah 'mbarati' tur 'njowoni', nyuwun ngapunten nggiiiih pak.... Wassalam, Onnos To: [email protected] From: [email protected] Date: Thu, 6 Aug 2009 12:01:35 +0700 Subject: RE: [referensi] Re: tempat keramat--- critical planning ? Kangmas Sugiono ysh, saya pikir bahwa pendekatan metafisika sudah merambah didalam kehidupan modern. Dan itu terjadi secara sangat serious dilakukan oleh negara2 "super maju" seperti Amerika Serikat. Masalahnya, justru di negara tercinta kita masih banyak orang yang merasa risih dengan kejadian itu. Ada cerita menarik, mungkin ada teman2 yang mengikuti kisah pembangunan Hotel Hyatt yang di teluk Hongkon yang terkenal tersebut. Pada waktu itu terjadi sebuah debat yang cukup rame dan itu menyangkut feng shui (ben sui ... he he he). Termasuk akhirnya melakukan pemotongan bentuk bangunan. Ternyata semua itu tidak akan bisa dipahami bila kita berkata aah itu omong kosong. Mari kita simak apa yang terjadi di Jakarta Utara. Waktu Mall Mangga Dua bersama deretan mall lainnya akan dibangun dan ditawarkan ke pasar ... animo sangat-sangat rendah. Hal ini disebabkan karena ada bekas kuburan yang dianggap masyarakat cukup keramat. Nah akhirnya dipanggilkan seorang ahli feng shui dari Hongkong atau Singapura (seingat saya seorang wanita pakai nama Lin?). Dia menyarankan bahwa untuk itu lahan yang sebelum diurug perlu ditaburi pasir pantai dan semua akan badar.... busyet ... hasilnya adalah kawasan yang sangat rame.... apakah ini coincidence? ... mungkin .... tetapi bila mau melihat energi yang tercipta ... ini adalah sangat rasional. Jadi kalau mas Sudiono ngendiko saya njawani sebenarnya saya menjadi sangat mbarati ... he he he. Salam bambang sp Buddy is 10! Create a comic strip of your ultimate party and win $1,000! Click here _________________________________________________________________ Share your memories online with anyone you want. http://www.microsoft.com/indonesia/windows/windowslive/products/photos-share.aspx?tab=1

