Pak Bambang SP dan rekan2 ysh,

Saya sepakat bahwa 'fenomenalogi' ini perlu/menarik untuk dipelajari, tapi 
tujuannya tentunya untuk kebaikan kita bersama. 

Mungkinkah yang sedang kita diskusikan ini sebetulnya ada kaitannya dengan 
'teori energi gelombang' yang ada di alam jagad raya ? Ibaratnya kalau kita 
'nyetel' radio, musti cari dulu gelombangnya, kalau tidak pas akan kedengaran 
'kresek-kresek' bisa bikin sakit ditelinga, tapi kalau pas dapat bisa nyaring, 
tapi kalau tidak cocok sumber 'studionya' karena yang kita cari lagu-2 dangdut, 
maka bisa kita pindah ke sumber yang lain, misalnya lagu 'Tak Gendong'nya 
almarhum Mbah Surip dari alam sana ? Sepertinya 'energi gelombang' ini 
dipancarkan dari berbagai 'sumber' dibumi ini, termasuk dari dalam badan kita 
sendiri yang dapat 'berinteraksi' dengan berbagai 'sumber' yang lain, termasuk 
kalau kita ketemu lawan jenis terus jadi tergetar 'hati' kita he he...? Energi 
ini mungkin bisa berpengaruh positif atau negatif terhadap kita/manusia juga 
terhadap ciptaan Tuhan yang lain di bumi ini ? Masalahnya bagaimana kita bisa 
mengatur atau memanfaatkan 'energi gelombang' ini untuk kesejahteraan kita 
semua, bukan untuk kepentingan 'seorang/sekelompok orang' saja ? 

Buat pak Bambang SP yang sudah 'mbarati' tur 'njowoni', nyuwun ngapunten 
nggiiiih pak....
Wassalam,

Onnos 


To: [email protected]
From: [email protected]
Date: Thu, 6 Aug 2009 12:01:35 +0700
Subject: RE: [referensi] Re: tempat keramat--- critical planning ?

  




Kangmas Sugiono ysh,

saya pikir bahwa pendekatan metafisika sudah merambah didalam kehidupan modern. 
Dan itu terjadi secara sangat serious dilakukan oleh negara2 "super maju" 
seperti Amerika Serikat. Masalahnya, justru di negara tercinta kita masih 
banyak orang yang merasa risih dengan kejadian itu.

Ada cerita menarik, mungkin ada teman2 yang mengikuti kisah pembangunan Hotel 
Hyatt yang di teluk Hongkon yang terkenal tersebut. Pada waktu itu terjadi 
sebuah debat yang cukup rame dan itu menyangkut feng shui (ben sui ... he he 
he). Termasuk akhirnya melakukan pemotongan bentuk bangunan. Ternyata semua itu 
tidak akan bisa dipahami bila kita berkata aah itu omong kosong. 

Mari kita simak apa yang terjadi di Jakarta Utara. Waktu Mall Mangga Dua 
bersama deretan mall lainnya akan dibangun dan ditawarkan ke pasar ... animo 
sangat-sangat rendah. Hal ini disebabkan karena ada bekas kuburan yang dianggap 
masyarakat cukup keramat. Nah akhirnya dipanggilkan seorang ahli feng shui dari 
Hongkong atau Singapura (seingat saya seorang wanita pakai nama Lin?). Dia 
menyarankan bahwa untuk itu lahan yang sebelum diurug perlu ditaburi pasir 
pantai dan semua akan badar.... busyet ... hasilnya adalah kawasan yang sangat 
rame.... apakah ini coincidence? ... mungkin .... tetapi bila mau melihat 
energi yang tercipta ... ini adalah sangat rasional.

Jadi kalau mas Sudiono ngendiko saya njawani sebenarnya saya menjadi sangat 
mbarati ... he he he.

Salam

 

bambang sp









_________________________________________________________________
See all the ways you can stay connected to friends and family
http://www.microsoft.com/windows/windowslive/default.aspx

Kirim email ke