|
Tuhan Yesus mengatakan doa-doa orang
kafir sebagai doa yang sia-sia, karena diulang-ulangi. Hal ini menyatakan
kepada kita bahwa Tuhan bukan mengabulkan doa yang diucapkan dengan banyak
perkataan, melainkan doa-doa yang jelas, yang dipanjatkan dari hati yang
sungguh-sungguh. Kita telah belajar dari contoh-contoh doa dalam Alkitab,
bahwa doa itu sebenarnya mengandung unsur tunggal, yaitu memohon sesuatu
kepada Tuhan.
Dalam kitab Keluaran 8:1-14 kita membaca
suatu peristiwa yang sangat penting yang akan menolong kita untuk dapat
berdoa dengan jelas. Ketika itu Musa disuruh oleh Tuhan menghadap Firaun
untuk menuntut kelepasan bagi umat Allah. Tetapi Tuhan sudah tahu lebih
dulu bahwa Firaun akan mengeraskan banyak dan enggan melepaskan orang-orang
Israel.
Dengan memberikan hukuman-hukuman sebanyak sepuluh jenis itu, Tuhan hendak
menyatakan kepada orang-orang dan Raja Mesir, bahwa Allah Israel
tidak sama dengan yang mereka sembah. Di dalam Keluaran 8:1-14 ini Allah
mendatangkan hukuman katak-katak yang memenuhi negeri Mesir.
Perhatikan Keluaran 8:8 Firaun menyuruh
Musa berdoa kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh agar katak itu dihalaukan.
Musa menerima permohonan itu, Musa berkata kepada Fiaraun “Silahkan
tuanku katakan kepada, bila aku akan berdoa untukmu, untuk pegawaimu dan
rakyatmu, supaya katak-katak itu dilenyapkan dari padamu dan dari
rumah-rumahmu dan hanya tinggal disungai Nil saja” , katanya
“besok”. Lalu kata Musa “Jadilah seperti katamu itu
supaya tuanku mengetahui, bahwa tidak ada yang seperti Tuhan, Allah kami
(ayat 9-10).
Musa menunjuk kepada Firaun dan kepada
kita, bahwa Allah yang hidup dan benar, Allah yang Maha Kuasa, menghendaki
permohonan-permohonan yang jelas dan tegas. Doa harus jelas. Alkitab tidak
memuat suatu contohpun dari doa-doa orang-orang yang mengenal Allah, yang
dipanjatkan tanpa ketegasan isi doa itu sendiri. Bilamana Saudara
sungguh-sungguh telah mengenal Tuhan dan FirmanNya, maka Saudarapun tidak
akan ragu-ragu memohon sesuatu kepadaNya.
Doa yang dipersembahkan dengan panjang,
tetapi tidak menyatakan isinya yang jelas, menunjukkan bahwa kita belum
mengetahui hakekat doa. Sebenarnya tidak ada beban dalam hati kita untuk
memohon hal itu dari tangan Tuhan, kita hanya mengucapkan suatu doa, padahal
hati kita tidak sungguh-sungguh dalam permohonan kita itu.(Alf)
|