RENUNGAN HARI INI Kamis, 24 Pebruari 2005
MOTIVASI BERDOA Bacaan: I Petrus 4:7 "......karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa" (I Pet.4:7) Sebelum kita memohon sesuatu dalam doa kita kepada Tuhan, hendaklah kita menyelidiki apakah yang akan kita mohonkan itu mempunyai dasar dalam Alkitab atau tidak. Apakah sebenarnya yang menjadi motifasi dari permohonan kita itu. Seringkali kita mendapat dasar untuk perkara yang hendak kita doakan itu dijelaskan dalam Alkitab. Misalnya Tuhan menghendaki supaya jiwa-jiwa yang tersesat diselamatkan, sebab itu kita dapat berdoa dengan tegas agar di A atau B (Misalnya seorang suami atau istri) diselamatkan oleh Tuhan. Setiap permohonan harus mempunyai tujuan atau motivasi yang benar. Kalau tidak demikian akan menyebabkan permintaan kita disuramkan olehnya, dan kita tidak akan mendapat jawabannya. Misalnya dalam hal berdoa untuk suami. Pihak istri ingin bahkan sangat rindu suaminya menjadi seorang Kristen, akan tetapi motivasi sebenarnya dari doa istrinya itu, bukan karena ia memikirkan kepentingan jiwa suaminya, melainkan ia didorong untuk berdoa karena melihat keuntungan-keuntungan lainnya kalau suaminya telah diselamatkan. Misalnya, jikalau suami sudah selamat, maka ia tidak akan pergi memancing ikan pada hari Minggu atau bermain judi seharian lagi, melainkan akan menolong menghantar istrinya bersama-sama ke gereja. Adakalanya kita perlu melewatkan cukup banyak waktu dengan menanti, sebelum kita mempunyai keyakinan bahwa Tuhan berkenan untuk kita mendoakan soal tertentu itu kepadaNya. Dalam menghadapi pokok doa itu, hendaklah kita berdoa serta meminta pimpinan dan pertolongan Roh Kudus untuk mengajar atau menunjukkan apakah benar atau dapat dipertanggunjawabkan bila hal itu dipanjatkan dalam permohonan doa kita kepada Allah. Seringkali kita memohon sesuatu, seperti perbuatan anak-anak kecil, yang meinta apa-apa yang mereka sendiri tidak tahu keuntungan atau kerugian yang dialaminya akibat hal yang dimintanya itu. Kita bersukacita, karena Roh Kudus menjadi penolong kita yang setia dalam segala perkara, begitu juga dalam hal berdoa. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa, tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus (Rm. 8:26,27). Tuhan berkenan mendengar doa-doa kita yang jelas. (Alf) Doa: Ya Tuhan, Bapa yang baik, kami bersyukur atas kasih karuniaMu dan pimpinan Roh Kudus. Ajar kami untuk teguh berjalan dalam terang firmanMu. Amin! DOA DAN PUJIAN ADALAH CARA MENJAL ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> In low income neighborhoods, 84% do not own computers. At Network for Good, help bridge the Digital Divide! http://us.click.yahoo.com/hjtSRD/3MnJAA/i1hLAA/.1VolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ================================================ Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12) ================================================ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/eben-net/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
<<winmail.dat>>
