|
Saksi adalah seorang yang memberikan
kesaksian yang benar berdasarkan apa yang dia lihat dan apa yang dia
ketahui. Tetapi ada banyak saksi yang palsu atau saksi dusta, asal dia
menerima bayaran, maka dia dapat memutarbalikan yang benar menjadi salah
dan sebaliknya. Tetapi dapatkan itu berlaku bagi Yesus, kalau Dia telah
ditetapkan oleh Allah dan menyandang predikat saksi yang setia berarti
kesaksianNya benar, dan tidak dapat diwarnai dengan kepalsuan.
Karena itu bertalian dengan Yesus
Kristus sebagai saksi, ada hal yang mendukung kenapa kesaksianNya dapat
dipercaya. Dan kenapa kepada kesaksianNyalah kita dapat menaruhkan iman
percaya dan pengharapan kita, dan hal yang indah tersebut adalah :
“Dia mengetahui perihal Allah, manusia dan perihal apa yang terjadi
di alam semesta ini.” Inilah yang sangat mempengaruhi iman kita, kita
perlu mengetahui tentang Allah, dan Kristuslah orang yang paling kenal dan
tahu siapa Allah itu. Dan kesaksianNya tentang Allah benar, dan olehNya
kita dapat mempercayainya. Matius 11:27
berkata, “Semua telah diserahkan kepadaKu oleh BapaKu dan tidak
seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa
selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan
menyatakannya.”
Kristus bersaksi bahwa tidak ada seorang
yang mengenal Bapa selain Dia sebgai Anak dan tidak seorangpun mengenal Dia
sebagai Anak kecuali Dia Allah yang kita sebut sebagai Bapa. Berarti Yesus
memproklamirkan, Yesus menyatakan bahwa pengenalanNya tentang Allah begitu
dalam, apapun yang Yesus saksikan tentang Allah kita dapat mempercayainya.
Apa yang Yesus saksikan tentang Allah pertama-tama Dia saksikan tentang
betapa tinggi, dalam, dan luas kasih dari Allah Bapa itu sendiri.
Kasih dari bapa itu dibuktikan oleh
Yesus, karena kasih dari Bapa bukan kasih gombal, asal ngomong saja, atau
kasih yang berpura-pura. Kasih Bapa pun di dalamnya berisikan
“rotan” untuk membentuk anak-anakNya. Firman Tuhan dalam kitab
Wahyu berkata, “Anak yang kukasihi aku rotani, aku hajar karena itu
bertobatlah.” Saudaraku sekalian inilah kasih Bapa yang digambarkan
oleh Yesus karena Dia melihat, Dia kenal, dan Dia tahu, dan kesaksianNya
adalah benar. Dalam kasih Bapapun ada kesempatan kedua untuk orang
menemukan kembali langkah yang salah diperbaiki. Jadi, itulah kasih Allah yang
Yesus saksikan lewat berbagai mujizat, khotbah, dan berbagai perumpamaan,
yang memberikan gambaran jelas tentang Allah. (Ariel)
|