Senin, 30 Mei 2005

SAKSI YANG DAPAT DIPERCAYA

Bacaan : Yesaya 55 : 1-5

“Sesungguhnya, Aku telah menetapkan dia menjadi saksi bagi bangsa-bangsa, menjadi seorang raja dan pemerintah bagi suku-suku bangsa; (Yesaya 55:5)

Saksi adalah seorang yang memberikan kesaksian yang benar berdasarkan apa yang dia lihat dan apa yang dia ketahui. Tetapi ada banyak saksi yang palsu atau saksi dusta, asal dia menerima bayaran, maka dia dapat memutarbalikan yang benar menjadi salah dan sebaliknya. Tetapi dapatkan itu berlaku bagi Yesus, kalau Dia telah ditetapkan oleh Allah dan menyandang predikat saksi yang setia berarti kesaksianNya benar, dan tidak dapat diwarnai dengan kepalsuan.

Karena itu bertalian dengan Yesus Kristus sebagai saksi, ada hal yang mendukung kenapa kesaksianNya dapat dipercaya. Dan kenapa kepada kesaksianNyalah kita dapat menaruhkan iman percaya dan pengharapan kita, dan hal yang indah tersebut adalah : “Dia mengetahui perihal Allah, manusia dan perihal apa yang terjadi di alam semesta ini.” Inilah yang sangat mempengaruhi iman kita, kita perlu mengetahui tentang Allah, dan Kristuslah orang yang paling kenal dan tahu siapa Allah itu. Dan kesaksianNya tentang Allah benar, dan olehNya kita dapat mempercayainya. Matius 11:27 berkata, “Semua telah diserahkan kepadaKu oleh BapaKu dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.”

Kristus bersaksi bahwa tidak ada seorang yang mengenal Bapa selain Dia sebgai Anak dan tidak seorangpun mengenal Dia sebagai Anak kecuali Dia Allah yang kita sebut sebagai Bapa. Berarti Yesus memproklamirkan, Yesus menyatakan bahwa pengenalanNya tentang Allah begitu dalam, apapun yang Yesus saksikan tentang Allah kita dapat mempercayainya. Apa yang Yesus saksikan tentang Allah pertama-tama Dia saksikan tentang betapa tinggi, dalam, dan luas kasih dari Allah Bapa itu sendiri.

Kasih dari bapa itu dibuktikan oleh Yesus, karena kasih dari Bapa bukan kasih gombal, asal ngomong saja, atau kasih yang berpura-pura. Kasih Bapa pun di dalamnya berisikan “rotan” untuk membentuk anak-anakNya. Firman Tuhan dalam kitab Wahyu berkata, “Anak yang kukasihi aku rotani, aku hajar karena itu bertobatlah.” Saudaraku sekalian inilah kasih Bapa yang digambarkan oleh Yesus karena Dia melihat, Dia kenal, dan Dia tahu, dan kesaksianNya adalah benar. Dalam kasih Bapapun ada kesempatan kedua untuk orang menemukan kembali langkah yang salah diperbaiki. Jadi, itulah kasih Allah yang Yesus saksikan lewat berbagai mujizat, khotbah, dan berbagai perumpamaan, yang memberikan gambaran jelas tentang Allah. (Ariel)

 



================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke