RENUNGAN HARI INI
Selasa, 5 April 2005

LIDAH SEORANG MURID

Bacaan: Yesaya 50:4a

“Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu."

Lalu kata Musa kepada Tuhan: “Ah Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulupun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hambapun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah. Tetapi Tuhan berfirman kepadanya: “Siapakah yang membuat lidah manusia,… bukankah Aku, yakni Tuhan?” (Kel. 4:10-11).

Bukankah alasan Musa juga menjadi alasan kita saat ini? Untuk hal-hal yang benar, yang mulia, yang suci, yang manis dan yang sedap didengar kita tidak pandai berbicara, berat mulut dan berat lidah? Tetapi untuk hal-hal yang menajiskan orang, yang membuat orang tersandung dan yang membuat orang sakit hati kita menjadi orang yang petah lidah atau fasih lidah.

Menjadi pertanyaan hari ini adalah lewat lidah kita berita apa yang kita sampaikan kepada orang lain? Apakah berita itu dapat memberi semangat kepada yang letih lesu? Ataukah sebaliknya? Yesaya berkata, “Supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada yang letih lesu.”

Saat ini, banyak orang Kristen berada dalam keadaan yang letih lesu dikarenakan kata-kata yang pahit dari orang lain. Oleh sebab itu, yang kita katakan bukanlah kata-kata yang hambar dan kata-kata yang yang menyakiti hati, tetapi kata-kata yang menghibur, yang menyegarkan dan menguatkan iman supaya keletihan dan kelesuan yang sedang melanda mereka dapat digantikan dengan satu kelegaan yang menyegarkan tulang. Tugas siapakah ini? Ini tugas kita semua yang telah mengaku sebagai murid Kristus, sehingga semangat hidup yang sudah mulai pudar dapat dipulihkan kembali. Sebab yang paling berbahaya dalam hidup manusia adalah apabila seseorang sudah mulai kehilangan semangat hidupnya.

Bagaimana dengan lidah Saudara? Adakah Saudara yang sedang bergumul untuk menjinakkan lidah Saudara yang ganas itu? Dalam Yakobus 3:7-8 disebutkan, “Semua jenis binatang liar,… dapat dijinakkan oleh sifat manusia, tetapi tidak seorangpun berkuasa menjinakkan lidah, ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai dan penuh racun yang mematikan." Jika ini pergumulan hidup Saudara, hanya Tuhan saja yang mampu menjinakkan lidah Saudara. Sebab yang diciptakan harus tunduk kepada yang menciptakan, sehingga lidah Saudara betul-betul bisa diasah menjadi lidah seorang murid Tuhan. Marilah kita menggunakan lidah kita untuk mengucapkan kata-kata yang membangun iman, bermakna dan menjadi berkat bagi orang lain. (FN)

Doa:

Tuhan Yesus tolonglah kami untuk memakai lidah kami menjadi berkat bagi orang lain. Amin

JADILAH MURID KRISTUS YANG TAAT BERJALANLAH SELALU DALAM FIRMANNYA

 



================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
Children International
Would you give Hope to a Child in need?
 
Click Here to meet a Girl
And Give Her Hope
Click Here to meet a Boy
And Change His Life
Learn More


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke