|
Masalah terbesar orang percaya bukanlah
aniaya, sakit penyakit, kesulitan ekonomi atau bencana alam. Alkitab
menjelaskan bahwa bersama Yesus kita cakap menanggung segala perkara.
Masalah yang terbesar bagi orang percaya adalah ketika orang percaya itu
menjadi lemah dan putus asa. Itulah sebabnya Yesus menekankan pada umat-Nya
bahwa jika Anak Manusia datang kembali, masihkah dijumpai iman? Mungkin Saudara
bertanya: "Bagaimana saya tetap beriman, tidak lemah dan putus asa
hidup di dunia ini?” Di dalam Ibrani 12:1-3 akan kita jumpai empat
alasan yang membuat kita tidak perlu lemah dan putus asa.
|
1.
|
Hidup orang Kristen memiliki
tugas dan tujuan. Dalam pergumulan hidup yang harus kita lalui, kita
tidak perlu lemah karena dalam segala hal yang kita hadapi, ada tujuan
yang Yesus rencanakan. Dan tujuan Yesus tersebut menjadi tugas kita. Kita
hidup untuk mengemban tugas Yesus.
|
|
2.
|
Hidup orang Kristen
adalah penuh semarak. Dalam hidup kekristenan, kita mempunyai banyak
saksi. Hal ini seperti stadion pertandingan sepak bola. Setiap tim
kesebelasan berjuang mati-matian mempertaruhkan hidupnya untuk memperoleh
kemenangan. Dalam hidup ini, kita melihat tidak selamanya ramah. Ada
kalanya kita difitnah, diungkit-ungkit masa lalunya, digosipkan, dsb. Hal
ini jangan membuat Saudara lemah, tetapi jadikanlah sebagai sesuatu yang
membakar semangat Saudara. Kita tahu bahwa orang-orang yang berharap
kepada Tuhan tidak akan dipermalukan.
|
|
3.
|
Hidup orang Kristen
merupakan perlombaan yang serius. Kita hendaknya berlomba dengan tekun
sambil meninggalkan beban dan dosa yang merintangi kita. Mengapa Saudara
menjadi lemah dan putus asa? Karena beban kita tidak kita serahkan kepada
Yesus, dan dosa kita tidak kita lepaskan. Tanggapilah ajakan Yesus:
"Marilah hai kamu yang berletih lesu dan berbeban berat. Aku akan
memberikan kelegaan kepadamu."
|
|
4.
|
Hidup orang Kristen memiliki
teladan. Yesus turun dari Sorga untuk memberikan contoh bagaimana Dia
telah menang dalam pergumulan, bagaimana Dia telah taat kepada Allah Bapa
dalam berbagai pencobaan dan mengalahkan setan, dan bagaimana Dia
mengampuni orang yang menyakiti-Nya. Yesus telah memberi teladan
bagaimana Dia telah mengalami hidup berkemenangan.
|
Saat ini kita telah mengetahui keempat
hal di atas, sehingga kita tidak perlu kuatir, lemah, apalagi putus asa.
Alkitab mengajar kepada kita untuk tetap kuat dan bertahan dalam hidup yang
penuh pengharapan kepada janji-janji Kristus.(fl)
|