makasih pak agung sayuta untuk sarannya... ini kami juga masih terus
berjuang. sebenarnya yang kami tuntut hanyalah keadilan perlakuan.

perlu saya beritahukan bahwa kami mulai bekerja pada 09 april 2006 dan
mendapatkan honor 850rb/bulan.(buat daerah kayak serui,putussibau,
nunukan mungkin cukup buat 1/2 bulan)

kalau masalah kerja dikantor, tidak sedikit dari kami yang jadi single
fighter di seksi masing2 karena di daerah banyak yang kekurangan
pegawai.(sejak menghadapi langkah2 akhir tahun 2007 saya sendirian di
bendum.kasi pensiun sebelum lebaran, ex korpel mutasi ke BLU, temen
pelaksana pidah DJPU.jadi single fighter deh)


--- In [email protected], "Agung_Sayuta" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Buat Rekan Lulusan Prodip 2006,
> 
> Ingat... tatkala pasukan muslimin akan diserang pasukan qurais yang
> dikenal dengan perang Uhud. Kala itu beda pendapat... berdebat... dan
> akhirnya saling menyalahkan. Marilah kita saling menghormati pendapat
> yang beda, karena itu dinamika kehidupan.
> 
> Ingat... sedikit bicara banyak bekerja.
> 
> Bicara pembayaran gaji CPNS Prodip 2006 tidak ada kaitan dengan
> pembayaran TKPKN-nya. Jujur... TKPKN saat ini dibayar berdasarkan job
> grading berupa remunerasi. Selama magang, apakah CPNS Prodip 2006
> dibayar TKPKN-nya sesuai ketentuan??? Jawabnya tidak. Karena selama
> magang dibayarkan sejenis honor bulanan, kalo ga lupa, Prodip III
> dibayarkan Rp 1 jt/per bulan. Tapi... kalo dikaitkan dengan pembayaran
> TKPKN, sesuai fakta waktu... sekali lagi fakta waktu bahwa CPNS Prodip
> 2006 ybs. sudah aktif bekerja di tempat sejak kapan??? Jawabnya sejak
> dibayar sejenis TKPKN-nya, gitu lo. Inilah bahasa yang disebut "HAK
> TERABAIKAN".
> 
> Oleh karena itu kalo mo memperjuangkan... yakinkan Pimpinan DJPBN (pa
> Dirjen, pa Sekditjen, pa Kakanwil, pa Kakan) agar beliau mau mengakui
> bahwa anda-anda telah bekerja sejak.... gitu lo.
> 
> Selamat berjuang, jangan pernah menyerah.
> 
> Buntung yo buntung ne nyerah guoblok. 
> 
> Maaf kalo ga tepat.
>


Kirim email ke