Dear miliser, Kalo saya perhatikan, banyak 'protes protes' timbul dari golongan muda kita (saya golongan setengah tua). Dan kalo lebih dicermati lagi 'protes protes' itu muncul karena mereka semakin sadar akan hak-haknya. Hak hak yang harus diperjuangkan terus menerus karena merasa telah memenuhi kewajibannya. Dan itu didukung oleh iklim yang sangat terbuka seperti sekarang ini juga perkembangan dunia informasi. Tapi apa hak itu harus diperjuangkan sampai mati matian?
Saya pribadi termasuk orang yang termasuk malu untuk menuntut hak hak apalagi kalo itu bersinggungan dengan masalah uang. Malu. Saya termasuk beruntung memulai kerja dalam situasi informasi yang serba tertutup. Baik akses maupun sarana (internet/hp). Sehingga apa saja yang saya terima (menyangkut hak hak) saya terima dengan penuh syukur. Saya lulus DIII tahun 1993, tapi saya (dan temen temen satu angkatan)memiliki SK Pangkat cukup lengkap yaitu IIa, IIb dan IIc. Kalo saya ndak salah IIcnya tmt 1 oktober 1995. Kalo melihat dasar pangkat berdasarkan ijasah tentunya begitu lulus (1993) pangkat saya harus disesuaikan menjadi IIc (seperti adek adek angkatan 2005,2006).Dan itu berarti ada jatah rapelan (gaji + TKPKN) selama 2 tahunan. Bisa melalui hari ini saja saya sudah bersyukur, karena hari esok punya permasalahan sendiri. Jadi maksud saya untuk adek adek 2006 untuk apa sih ngeyel mempermasalahkan hak hak hari kemaren sedang hak hak yang akan anda terima dimasa mendatang jauh lebih besar. Saya tadinya simpati dengan nasib adek adek 2006 yang berangkat perang ke seluruh indonesia dengan tangan kosong. Semestinya ini akan menjadi kenangan manis dimasa mendatang (nilai lebih angkatan 2006), tapi sayang kenangan manis itu menurut saya sudah hilang seiring dengan gencarnya protes protes dari angkatan 2006. Maaf jika tidak berkenan. Dari Kendari HaBeWe. --- In [email protected], "Eddy" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > makasih pak agung sayuta untuk sarannya... ini kami juga masih terus > berjuang. sebenarnya yang kami tuntut hanyalah keadilan perlakuan. > > perlu saya beritahukan bahwa kami mulai bekerja pada 09 april 2006 dan > mendapatkan honor 850rb/bulan.(buat daerah kayak serui,putussibau, > nunukan mungkin cukup buat 1/2 bulan) > > kalau masalah kerja dikantor, tidak sedikit dari kami yang jadi single > fighter di seksi masing2 karena di daerah banyak yang kekurangan > pegawai.(sejak menghadapi langkah2 akhir tahun 2007 saya sendirian di > bendum.kasi pensiun sebelum lebaran, ex korpel mutasi ke BLU, temen > pelaksana pidah DJPU.jadi single fighter deh) > > > --- In [email protected], "Agung_Sayuta" <maz_amla@> wrote: > > > > Buat Rekan Lulusan Prodip 2006, > > > > Ingat... tatkala pasukan muslimin akan diserang pasukan qurais yang > > dikenal dengan perang Uhud. Kala itu beda pendapat... berdebat... dan > > akhirnya saling menyalahkan. Marilah kita saling menghormati pendapat > > yang beda, karena itu dinamika kehidupan. > > > > Ingat... sedikit bicara banyak bekerja. > > > > Bicara pembayaran gaji CPNS Prodip 2006 tidak ada kaitan dengan > > pembayaran TKPKN-nya. Jujur... TKPKN saat ini dibayar berdasarkan job > > grading berupa remunerasi. Selama magang, apakah CPNS Prodip 2006 > > dibayar TKPKN-nya sesuai ketentuan??? Jawabnya tidak. Karena selama > > magang dibayarkan sejenis honor bulanan, kalo ga lupa, Prodip III > > dibayarkan Rp 1 jt/per bulan. Tapi... kalo dikaitkan dengan pembayaran > > TKPKN, sesuai fakta waktu... sekali lagi fakta waktu bahwa CPNS Prodip > > 2006 ybs. sudah aktif bekerja di tempat sejak kapan??? Jawabnya sejak > > dibayar sejenis TKPKN-nya, gitu lo. Inilah bahasa yang disebut "HAK > > TERABAIKAN". > > > > Oleh karena itu kalo mo memperjuangkan... yakinkan Pimpinan DJPBN (pa > > Dirjen, pa Sekditjen, pa Kakanwil, pa Kakan) agar beliau mau mengakui > > bahwa anda-anda telah bekerja sejak.... gitu lo. > > > > Selamat berjuang, jangan pernah menyerah. > > > > Buntung yo buntung ne nyerah guoblok. > > > > Maaf kalo ga tepat. > > >
