Betul apa yang anda sampaikan pak Ronald. Anda sudah menyampaikannya dengan bahasa yang sangat baik.
Wasalam, Yanurmal On 5/5/06, 1972 putra <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Assalaamu 'alaikum Wr Wb > > Uni Rahima, gimana kabarnya ? juga buat uda Yanurmal, salam kenal > Udah lama saya tidak nimbrung lagi dan hanya duduk di pingir saja. > Tapi topik kali ini cukup menarik perhatian saya, jadi boleh ya saya > sedikit nimbrung....? > --- > > Gadai atau Rahn dibolehkan di dalam Islam. Landasannya : > > 1. "jika kamu dalam perjalanan (dan bermuamalah tidak secara tunai) sedang > kamu tidak memperoleh seorang penulis, hendaklah ada barang tanggungan > yang > dipegang (oleh yang berpiutang)..". (QS Al-Baqarah ayat 283) Ayat ini > secara > eksplisit menyebutkan barang tanggungan yang dipegang oleh yang > berpiutang. > Dalam dunia finansial, barang tanggungan biasa dikenal sebagai objek gadai > atau jaminan (kolateral) dalam dunia perbankan. > > 2. "Sesungguhnya Rasulullah saw pernah membeli makanan dengan berhutang > dari > seorang yahudi, dan Nabi menggadaikan sebuah baju besi kepadanya " (HR > Bukhari dan Muslim, riwayat dari 'Aisyah) > > 3. "Apabila ada ternak digadaikan, punggungnya boleh dinaiki (oleh orang > yang menerima gadai) karena ia telah mengeluarkan biaya (menjaga)nya… > Kepada > orang yang naik ia harus mengeluarkan biaya perawatannya", (HR Jamaah > kecuali Muslim dan Nasa'i, Bukhari no. 2329, kitab ar-Rahn). > > Juga masih ada beberapa hadits lain termasuk Ijma para Ulama ttg akad Rahn > (lihat Al-Zuhaili, al-fiqh al-islami wa adillatuhu, 1985). Di Indonesia, > juga sudah ada fatwa Dewan Syariah Nasional utk itu (no. 25 tahun 2002), > dgn > beberapa ketentuan penting sbb : > > -. Murtahin (penerima barang) berhak menahan Marhun (barang) sampai semua > hutang Rahin (yg menyerahkan barang) dilunasi > -. Marhun tdk boleh dimanfa'atkan kecuali seizin Rahin dan tdk boleh > mengurangi nilai dari Marhun. Jadi pada dasarnya boleh dimanfa'atkan, atas > izin Rahin. > -. Biaya dan pemeliharaan penyimpanan tetap menjadi kewajiban Rahin. > > Disinilah muncul ijtihad utk boleh mengambil keuntungan dari barang yang > digadaikan untuk menutup biaya pemeliharaan yg menjadi kewajiban Rahin. > Nah, > biaya pemeliharaan inilah yang kemudian dijadikan ladang ijtihad para > pengkaji keuangan syariah, sehingga gadai atau rahn ini menjadi produk > keuangan syariah yang cukup menjanjikan. > > Demikian, semoga bermanfa'at > > wassalaam, > Ronald > > > > > > > > > On 5/5/06, Yanurmal <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Baiklah ibu Rahima. > > Saya ikuti pikiran ibu yang fokus ke dasar hukum saya. > > > > Biar nggak OOT, > > Apakah anda setuju yang kita bahas GADAI? Bukan masalah > PINJAMAN-MEMINJAM > > SAJA atau masalaah JAMINAN SAJA karena semuanya berkaitan. > > > > Apaka anda setuju definisi GADAI saya berikut ini? > > GADAI adalah menjaminkan sebuah barang atas sebuah transaksi > > pinjam-meminjam. > > > > Kalau kedua pertanyaan diatas anda jawab SETUJU kita lanjut. Kalau tidak > > kita cukupkan saja disini dari pada mendatangkan celaka. Karena dari > sisi > > bahasa saja kita sudah nggak nyambung. > > > > Jika anda setuju berarti sudah cukup jelas bahawa gadai itu adalah > > transaksi > > PINJAM-MEMINJAM yang melindungi hak pemberi pinjaman dengan barang > > gadaian/jaminan. > > > > Selama kita bicara gadai berarti kita membicarakan sebuah transaksi > > pinjam-meminjam. Disinilah tempatnya dasar hukum yang saya kemukakan > > tersebut. > > Tidak ada celah untuk mengambil manfaat dari transaksi pinjam-meminjam > > termasuk gadai. Nggak OOT kan jika dasar hukumnya "Mengambil upah, > manfaat > > atas pinjam-meminjam adalah riba" ? > > > > Perlu diketahui yang saya sanggah tidak semua dari uraian anda tetapi > > hanya > > bagian berikut ini karena akan menyesatkan banyak orang di milis ini: > > > > "Selama yang menerima gadai itu, maka ia berhak memakai > > tanah atau barang yang digadaikan itu, tidak harus > > menurut yang empunya, karena buat sementara sampai > > hutang terlunas hasil dari tanah atau barang itu > > adalah milik yang memberikan hutang tersebut." > > > > Logikanya: > > Jika ada yang menggadaikan tanah kepada anda untuk jaminan pinjamannya > > senilai Rp. 5jt, sementara ditanah tersebut ada ratusan pohon kelapa > yang > > sangat produktif. Apakah anda merasaha berhak atas buah kelapa tersebut > > yang > > jika anda jual semuanya bisa menghasilkan Rp.10jt misalnya. > > > > dan > > > > "Begitu juga masalh gadai barang atau tanah, sampai > > waktu yang sudah disepakati bersama, sudah dibayar > > hutang tersebut(tanpa menambah atau mengurangi > > pembayaran hutang), maka hak tanah/barang sepenuhnya > > milik yang memberikan pinjaman(kecuali dijual tanah > > atau barang itu jelas ngak bolehlah, kan bukan > > miliknya?), dipakai dimakan hasilnya, sah-sah saja > > menurut pandangan Islam." > > > > Pandangan Islam yang mana? Apa ada agama Islam lain selain dari yang > > disebarkan Nabi Muhammad? > > > > Jika anda masih tidak bisa menerima sanggahan saya itu hak anda. > > Tapi saya berkewajiban mengingatkan yang lain jangan sampai salah dan > > mendapat celaka dari apa yang anda sampaikan. > > > > Mohon maaf jika kata2 saya menyakiti hati anda ibu rahima. > > > > Wasalam, > > Yanurmal > > > > On 5/5/06, Rahima <[EMAIL PROTECTED] > wrote: > > > > > > > > > > > > --- Yanurmal <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > On 5/5/06, Rahima < [EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > > > > Tolong dibedakan antara Al Qardh=pinjaman, dengan > > > > > Addhaman= jaminan. > > > > > > > > Dalam Islam, meminjam, sama sekali tidak boleh > > > > > berlebih. Haram hukumnya, ini masuk dengan Riba. > > > > > > > > > > Berbeda dengan Al Qardh= jaminan. Seseorang > > > > meminjam > > > > > dengan jaminan. > > > > > > > > > > Dua hal diatas berbeda. > > > > > > > > > > Yang sanak Yanurmal sebutkan adalah Pinjaman(Al > > > > > Qardh), bukan " Jaminan"(Al Adhaman). > > > > > > > > > > > > Lho kok??? Jadi bingung. Yang saya bicarakan GADAI > > > > bu Rahima sesuai subject > > > > yang anda buat, dan saya kira cukup jelas diposting > > > > saya. Coba baca ulang > > > > deh posting saya tersebut. > > > > > > > > Gadai tidak akan ada kalau tidak ada > > > > pinjam-meminjam. > > > > Gadai tidak ada kalau tidak ada barang > > > > gadaian/jaminan. > > > > > > Sudah jelas bukan, bahwa antara kedua hal diatas sulit > > > untuk dipisahkan. Saya bukan OOT lho? > > > > > > Coba saya copykan kembali postingan sanak Yanurmal > > > dibawah ini: > > > > > > Kullu kordin jarron naf'an fahua riba. > > > > > > Bukankah justru sanak sendiri yang OOT? > > > > > > Itu sebabnya balasan tanggapan saya, mengenai hal > > > pinjam meminjam ini. Karena sanak mengatakan Riba. > > > > > > Saya berbicara masalah gadai koq. Sanak malah > > > membicarakan masalah Qardhin=pinjaman(lihat deh yang > > > sanak tuliskan diatas, apakah saya salah baca?) > > > > > > Untuk lebih jelsnya, silahkan baca pembahasan Gadai > > > ini pada firman Allah Ta'ala : " Apabila kamu tidak > > > memiliki seorang penulis didalam perjalanan, maka > > > ambillah barang jaminan(gadai > > > ) yang dapat kamu pegang. > > > > > > Jadi, dalil gadai ini sendiri ada dalilnya dalam > > > Alquran, juga hadist Rasulullah. Coba deh buka-buka > > > dulu buku yang sudah saya sebutkan bab penggadaian. > > > Ok. Yang OOT siapa sebenarnya? kullu qardin.... yang > > > sanak tuliskan itu maknanya apa? > > > > > > Wassalamu'alaikum. rahima. > > > > > > > > > > > > > > Artinya selama kita ngomongin GADAI maka hal > > > > pinjam-meminjam dan barang > > > > jaminan/gadaian tidak bisa ditinggalkan. > > > > > > > > Atau barangkali ada pengertian baru dari kata GADAI > > > > :) > > > > > > > > Masalah pinjaman dahulu, telah dibahas panjang lebar > > > > > saat membicarakan bunga bank, Riba. > > > > > > > > > > __________________________________________________ > > > Do You Yahoo!? > > > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > > > http://mail.yahoo.com > > > > > > -------------------------------------------------------------- > > > Website: http://www.rantaunet.org > > > ========================================================= > > > * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi > > > keanggotaan, > > > silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting > > > * Posting dan membaca email lewat web di > > > http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages > > > dengan tetap harus terdaftar di sini. > > > -------------------------------------------------------------- > > > UNTUK DIPERHATIKAN: > > > - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply > > > - Besar posting maksimum 100 KB > > > - Mengirim attachment ditolak oleh sistem > > > ========================================================= > > > > > -------------------------------------------------------------- > > Website: http://www.rantaunet.org > > ========================================================= > > * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi > > keanggotaan, > > silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting > > * Posting dan membaca email lewat web di > > http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages > > dengan tetap harus terdaftar di sini. > > -------------------------------------------------------------- > > UNTUK DIPERHATIKAN: > > - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply > > - Besar posting maksimum 100 KB > > - Mengirim attachment ditolak oleh sistem > > ========================================================= > > > -------------------------------------------------------------- > Website: http://www.rantaunet.org > ========================================================= > * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi > keanggotaan, > silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting > * Posting dan membaca email lewat web di > http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages > dengan tetap harus terdaftar di sini. > -------------------------------------------------------------- > UNTUK DIPERHATIKAN: > - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply > - Besar posting maksimum 100 KB > - Mengirim attachment ditolak oleh sistem > ========================================================= > -------------------------------------------------------------- Website: http://www.rantaunet.org ========================================================= * Berhenti (unsubscribe), berhenti sementara (nomail) dan konfigurasi keanggotaan, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting * Posting dan membaca email lewat web di http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/messages dengan tetap harus terdaftar di sini. -------------------------------------------------------------- UNTUK DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan Reply - Besar posting maksimum 100 KB - Mengirim attachment ditolak oleh sistem =========================================================

