RENUNGAN HARI INI
Senin, 28 Pebruari 2005

JANGAN TINGGI HATI

Bacaan: 2 Taw.26:1-16

Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada TUHAN, Allahnya dan memasuki Bait TUHAN ... (2Taw. 26: 16)

Pada umumnya, tidak ada orang yang tinggi hati ketika seseorang berada dalam kemiskinan, kesusahan, bahkan penderitaan. Tetapi ada kecenderungan bahwa seseorang jika semakin kaya menjadi tinggi hati atau sombong. Tuhan tidak pernah membatasi kita untuk meraih keberhasilan dalam hidup ini. Dalam kehidupan sehari-hari, tidak jarang ketika seseorang suami semakin sukses, semakin angkuh, bahkan tidak memiliki komitmen untuk tetap setia terhadap sang istri. Padahal ketika suami belum sukses,istrilah yang menopang suami untuk meraih kesuksesan tersebut.

Dalam renungan kita hari ini dapat mempelajari serta mengambil hikmat dari yang dialami Raja Uzia. Alkitab mencatat bahwa Uzia mengalami keberhasilan yang luar biasa dalam hidupnya. Seiring dengan berjalannya waktu semakin lama Uzia memerintah semakin luas daerah kekuasaannya, demikian pula dengan hartanya yang semakin banyak. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa raja Uzia adalah seorang yang sangat berhasil dalam hidupnya, akan tetapi dengan meningkatnya kesuksesan yang diraihnya, raja Uzia menjadi tinggi hati dan hidupnya berakhir dengan kehancuran.

Dari pembahasan firman Tuhan ini, mengingatkan kepada setiap kita untuk tidak tinggi hati, kenapa?.

1.

Orang yang tinggi hati akan jatuh (Ams 16:18). Keberhasilan yang kita raih dalam usaha, membina rumah tangga, dan pelayanan yang bertumbuh, perlu disadari bahwa semuanya itu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari berkat Allah. Segala sesuatu yang Tuhan percayakan kepada kita, seharusnya menjadi sarana bagi kita untuk memuliakan Allah dengan penuh kerendahan hati. Karena Tuhan membenci orang congkak, tetapi bergaul dengan orang yang rendah hati.

2.

Orang yang tinggi hati pasti menerima hukuman (Ams 16:5). Segala sesuatu yang bertentangan dengan ketetapan firman Allah pasti ada konsekuensinya. Raja Uzia mengalami kejatuhan akibat tinggi hati, dan akhir hidupnya menderita sakit kusta. Sangat disayangkan bahwa seorang raja yang sangat dihormati, mati dengan kehinaan. Hal ini menjadi pelajaran penting bagi kita untuk tinggi hati.

3.

Orang yang tinggi hati akan hancur (Ams 18:12). Jika kita menyadari bahwa orang yang tinggi hati akan mengalami kehancuran, berarti setiap kita tidak perlu bermegah atas apa yang kita miliki, karena semuannya berasal dari Allah. Kekristenan yang sejati harus mampu meneladani Yesus. Yesus yang adalah Tuhan mau membasuh kaki murid-murid-Nya. Bahkan Yesus berkata, “… belajarlah kepada-Ku karena Aku ini lemah lembut dan rendah hati. (SN)

Doa:

Ya Allah, ajar aku berjalan dalam hidup ini dengan rendah hati. Amin!

KESOMBONGAN HANYA MENDATANGKAN KEHANCURAN

 



================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke