|
Pada umumnya, tidak ada orang yang
tinggi hati ketika seseorang berada dalam kemiskinan, kesusahan, bahkan
penderitaan. Tetapi ada kecenderungan bahwa seseorang jika semakin kaya
menjadi tinggi hati atau sombong. Tuhan tidak pernah membatasi kita untuk
meraih keberhasilan dalam hidup ini. Dalam kehidupan sehari-hari, tidak
jarang ketika seseorang suami semakin sukses, semakin angkuh, bahkan tidak
memiliki komitmen untuk tetap setia terhadap sang istri. Padahal ketika
suami belum sukses,istrilah yang menopang suami untuk meraih kesuksesan
tersebut.
Dalam renungan kita hari ini dapat
mempelajari serta mengambil hikmat dari yang dialami Raja Uzia. Alkitab
mencatat bahwa Uzia mengalami keberhasilan yang luar biasa dalam hidupnya.
Seiring dengan berjalannya waktu semakin lama Uzia memerintah semakin luas
daerah kekuasaannya, demikian pula dengan hartanya yang semakin banyak.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa raja Uzia adalah seorang yang sangat
berhasil dalam hidupnya, akan tetapi dengan meningkatnya kesuksesan yang
diraihnya, raja Uzia menjadi tinggi hati dan hidupnya berakhir dengan
kehancuran.
Dari pembahasan firman Tuhan ini,
mengingatkan kepada setiap kita untuk tidak tinggi hati, kenapa?.
|
1.
|
Orang yang tinggi
hati akan jatuh (Ams 16:18).
Keberhasilan yang kita raih dalam usaha, membina rumah tangga, dan
pelayanan yang bertumbuh, perlu disadari bahwa semuanya itu merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari berkat Allah. Segala sesuatu yang Tuhan
percayakan kepada kita, seharusnya menjadi sarana bagi kita untuk
memuliakan Allah dengan penuh kerendahan hati. Karena Tuhan membenci
orang congkak, tetapi bergaul dengan orang yang rendah hati.
|
|
2.
|
Orang yang tinggi
hati pasti menerima hukuman (Ams 16:5). Segala sesuatu yang bertentangan
dengan ketetapan firman Allah pasti ada konsekuensinya. Raja Uzia
mengalami kejatuhan akibat tinggi hati, dan akhir hidupnya menderita
sakit kusta. Sangat disayangkan bahwa seorang raja yang sangat dihormati,
mati dengan kehinaan. Hal ini menjadi pelajaran penting bagi kita untuk
tinggi hati.
|
|
3.
|
Orang yang tinggi
hati akan hancur (Ams 18:12).
Jika kita menyadari bahwa orang yang tinggi hati akan mengalami
kehancuran, berarti setiap kita tidak perlu bermegah atas apa yang kita
miliki, karena semuannya berasal dari Allah. Kekristenan yang sejati
harus mampu meneladani Yesus. Yesus yang adalah Tuhan mau membasuh kaki
murid-murid-Nya. Bahkan Yesus berkata, “… belajarlah
kepada-Ku karena Aku ini lemah lembut dan rendah hati. (SN)
|
|