|
Setiap kita pribadi yang diciptakan oleh
Allah dengan caraNya yang mengagumkan, tidak disertakan rasa sombong dan
angkuh didalamnya. Tetapi iblislah yang menyebabkan di dalam diri manusia
timbul rasa kesombongan atau tinggi hati. Orang yang sombong, membuat
namanya dicemooh oleh orang lain (Ams. 21:24).
Bagaimana kita dapat merendahkan diri di hadapan Tuhan yang tidak
kelihatan, sedang terhadap sesama kita saja masih ada sifat acuh dan
sombong? Saat kita berinteraksi dengan sesama kita, tanpa disadari ada rasa
merendahkan dan tidak menganggapnya, hal ini sudah menunjukan bahwa kita
sudah menjadi orang yang sombong. Tuhan Yesus menginginkan kepada kita,
supaya kita saling mengasihi kepada sesama kita. Ingatlah saat diri kita
belum dapat menimbang rasa terhadap orang lain, maka kita dapat
dikategorikan sebagai orang sombong dan belum mengasihi.
Kalau kita membaca Alkitab maka kita
tidak akan menjumpai ayat-ayat yang menunujkkan Tuhan Yesus bersikap acuh
dan merendahkan bila ada orang yang berbicara kepadaNya? Siapakah kita ini,
sehingga olehnya kita sering menganggap diri kita lebih penting, diri kita
lebih hebat, diri kita lebih berkuasa dan perasaan lainnnya yang membuat
kita tinggi hati? Sadarilah pada saat rasa-rasa tersebut menguasai hati
saudara, maka saudara tidak akan pernah dapat menghargai perasaan orang
lain?
Di dalam kitab Amsal 29:23 dikatakan,
“Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling
mendahului dalam memberi hormat.” Dikatakan di sana,
bahwa kita harus saling mengasihi dan mendahului, dalam hal ini berlaku
juga hukum tabur tuai. Jadi kalau diri kita ingin dikasihi dan dihormati
oleh orang lain maka kita harus mengasihi dan menghormati orang lain juga.
Apalagi bila kita melakukannya kepada Tuhan, maka pada waktunya nanti kita
akan ditinggikan olehNya. Jika Tuhan yang meninggikan diri kita maka
siapakah yang dapat menurunkannya?
Orang sekarang senang belajar akan
hal-hal yang tinggi yang dibanggakan, tetapi untuk hal-hal kecil yang
nampaknya sepele kurang diperhatikan. Kita lihat banyak orang yang berhasil
di dalam hidupnya, tetapi seringkali membuat orang tersebut lupa diri, dan
menjadi sombong. Dunia saja mengajarkan orang untuk berlaku sopan dan
santun dalam pergaulan, jadi bukankah kita sehrusnya lebih daripada dunia
ini? Lalu mengapa masih ada saja orang Kristen yang merasa dirinya lebih
daripada yang lainnya? (Ariel)
|