|
Dunia kita, adalah dunia yang diwarnai
dengan tegur menegur, di mana saudara berada, saudara akan ditegur bila
melakukan kesalahan. Ada
teguran yang mendidik, ada teguran yang membantu orang keluar dan sadar
akan kesalahannya, namun ada juga teguran yang justru mematahkan semangat.
Teguran yang bertujuan untuk mendidik dan meluruskan yang bengkok adalah
sesuatu yang sesuai dengan Firman Tuhan. Sedangkan teguran yang mematahkan
semangat biasanya dilandasi oleh kecemburuan.
Alkitab punya kiat tersendiri dalam
mengatur soal tegur menegur. Kiat pertama; Apabila saudaramu berbuat dosa,
tegorlah dia dibawah empat mata. Dengan cara menegor dibawah empat mata,
kita telah melakukan tiga tindakan kasih yaitu : mendidik orang itu,
memberitahukan dan menyadarkan kesalahannya, dan menghormati dia. Kiat
kedua , jika ia tidak mendengarkan,bawalah seorang atau dua orang lagi,
supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak
disangsikan. Ada
saksi yang memberatkan, ada juga saksi yang meringankan. Saksi sangat
diperlukan untuk memecahkan suatu perkara. Dari keterangan para saksi
inilah suatu perkara dapat diputuskan apakah memberikan ganjaran atau
membebaskan dari kesalahan. Dan tujuan dari ganjaran itu ialah; Allah ingin
memperlakukan kita sebagai anakNya dan menjadikan kita bukan sebagai
anak-anak gampang yang mudah terombang-ambingkan oleh illah zaman ini (Ibr
12:7-8).
Kiat yang ketiga, jika ia tidak mau
mendengarkan juga, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dalam kiat yang
ketiga ini, jemaatlah yang menentukan tentang keberadaan dia. Sudah barang
tentu ada pro dan kontra diantara jemaat. Apapun persoalan dan kesalahan
seorang saudara seiman, bagi kita itu merupakan suatu pukulan ,karena Galatia
6:1 berkata. “Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan
suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu kejalan
yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya
kamu jangan kena pencobaan.” Kiat yang keempat.Jika ia tidak mau juga
mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal
Allah. Inilah kiat yang paling akhir dari empat kiat menegor yang dicatat
Alkitab. Semoga kita semua bisa mengambil hikmahnya (FN)
|