|
Apakah saudara saat ini mengalami kesulitan
dalam mengambil keputusan? Apakah itu keputusan untuk menikah, memilih
jenis pekerjaan ataupun keputusan-keputusan penting lainnya. Yesus adalah
pengambil keputusan terbesar di dunia ini. Apa buktinya? Hal ini dibuktikan
oleh Yesus ketika Dia mengambil keputusan untuk meninggalkan sorga dan
datang ke dunia untuk menyelamatkan umat manusia. Sewaktu Yesus berdoa di
taman Getsemani menghadapi masa-masa sulit menjelang kematianNya, Dia
berkata, “Ya BapaKu, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari padaku;
tetapi bukanlah kehendakKu, melainkan kehendakMulah yang terjadi”
(Lukas 22:42).
Hidup kita sangat ditentukan oleh
keputusan-keputusan yang kita ambil. Keputusan kita saat ini akan membawa
dampak terhadap arah tujuan hidup kita di masa yang akan datang. Marilah
kita selalu duduk di kaki Tuhan, menggumulinya di dalam doa atas
keputusan-keputusan penting yang akan kita ambil. Dan jadikan Yesus sebagai
teladan dalam berdoa, “... bukanlah kehendakKu, melainkan kehendakMu
yang terjadi”. Ada
tiga pilihan keputusan yang perlu diambil dalam kehidupan kita, yaitu :
|
1.
|
Pilih kepada siapa
kita akan beribadah (Yosua 24:15). Dengan mengambil contoh kehidupan
Yosua, saya menantang saudara untuk juga menjadikan Allah sebagai
satu-satunya pusat peribadahan. Beribadahlah kepada Allah berarti mau
tunduk kepada pimpinanNya dan menuruti jalan-jalanNya!
|
|
2.
|
Pilih bagaimana kita
akan hidup (Ulangan 30:15-16). Apakah kita akan hidup semau kita sendiri
atau hidup seturut kehendak Tuhan. Juga ditegaskan bahwa hidup di dunia
sekarang ini akan mempengaruhi hidup nanti “di seberang sana”.
|
|
3.
|
Pilih apakah kita mau
setia atau tidak (Lukas 16:10).
Setia kepada sesuatu hal lebih sulit daripada ketika kita merebut hal
tersebut. Di zaman modern sekarang ini nampaknya kesetiaan merupakan
“barang langka”. Namun kalau kita mau berserah kepada Roh
Kudus maka Ia akan memampukan kita untuk setia kepada panggilan Tuhan
bagi kita.
|
Hendaklah saudara selalu mengkonsultasikan
setiap pilihan/keputusan yang diambil kepada Allah, karena dengan iman kita
tahu Dia memberikan yang terbaik kepada anak-anak yang dicintaiNya.
Bersandarlah kepada Allah, dan mohonkan hikmat marifat daripadaNya, untuk
membuat keputusan yang terbaik. (GL)
|